Sunday, 15 March 2015

FEVER


Tentu sudah banyak yang tahu arti kata fever alias demam ini. Satu kata, beribu makna. Dari demam beneran, demam berdarah, demam panggung, demam bola, demam artis, demam dangdut, demam telenovela, demam Korea, dan yang saat ini lagi tersebar di Indonesia, demam India …. LoL.

Nama besar dan popularitas seorang artis atau atlet tidak akan ada artinya tanpa penggemar. Atas dasar itu sejumlah orang beken menganggap fans menjadi bagian tak terpisahkan. Di antara mereka pun berusaha memanjakan penggemarnya dengan cara yang unik. Jauh-jauh datang ke negara lain untuk menyapa para penggemarnya. Indonesia adalah negara yang cukup ramah, sangat “ welcome “ terhadap orang asing, tidak ada kata-kata rasis karena sudah terbiasa dengan perbedaan suku, bahasa dan agama. Jadi, oke –oke aja gitu loh …..

Dulu saat masih kuliah, saya juga terjangkit demam telenovela, demam sinetron Korea dan yang paling lama menjangkiti adalah demam bola liga Italia. Ngefans banget ama Paolo Maldini dan si ganteng berwajah sensual, Alessandro Nesta. Lama kelamaan demam-demam itu menghilang dengan sendirinya, misalnya nggak liat tayangannya juga ora popo, karena nyadar kalau sudah semakin tua kali yaa …  He he he. Saya lebih suka melihat acara memasak dan menonton film. Atau tayangan yang bisa menambah isi otak saya. Tapi gara-gara Ibu saya nih, saya jadi ikut-ikutan terkena virus demam India juga. Kalau dulu sih cuma denger selintas aja, nggak merhatiin banget. Soalnya dimana-mana yang diceritain serial Mahabharata, nggak cuma ibu, tante dan sepupu saya, tetangga juga sering ngomongin serial itu.

Pastilah, semua orang di Indonesia juga sudah mengenal cerita Mahabharata, Ramayana, Bharatayudha dan cerita-cerita perwayangan lainnya, karena memang ada dalam pelajaran sejarah dari SD sampai SMU. Disini juga banyak candi dan situs Hindu peninggalan kerajaan jaman dulu. Saat masih SMP ( kalau tidak salah ) saya juga pernah ngikutin serialnya di TV, tapi yang versi jaman dulu, juga dengan komiknya. Jadi, saat booming lagi versi barunya, saya nggak begitu antusias, karena sudah tahu jalan ceritanya.

Saya baru ngeh saat melihat tayangan acara Eat Bulaga Indonesia, karena diantara para presenternya ada yang dari India alias para pemain serial Mahabharat. Dari situlah, saya akhirnya tahu, kenapa pagi-pagi tiap hari dari Senin sampai Sabtu, ibu-ibu pada betah nongkrong didepan TV, juga waktu tayangan Bollyvaganza. Denger-denger nih artis-artis itu bayarannya lebih tinggi disini daripada di India sana, plus dengan fasilitas dan pengawalan yang top markotop ….. wuuiihhh. Tapi emang pantes kalau dibayar mahal, cakep-cakep sih, lumayan bikin mata melek. Ganteng dan pandai bergoyang, made in India ….. he he he.

Film India sendiri sejak jaman baheula sudah ada di bioskop-bioskop Indonesia. Adik-adik nenek saya juga sering cerita tentang film India. Dulu saya tahunya cuma artis yang jadul macam Amitabh Bachan, Salman Khan, Aamir Khan, Shahrukh Khan, Kareena Kapoor, Aishwarya Rai, Juhi Cawla. Jujur, saya salut sama artis-artis Mahabharat saat ini, mereka sangat antusias datang ke Indonesia dan mempelajari budaya negara kita. Apalagi bahasa yang digunakan para presenter bukan hanya bahasa Indonesia dan Inggris saja. Ada dialek Betawi, Sunda, Jawa dan juga bahasa gaul. Lucu – lucu, juga sekaligus terlihat apa adanya, ketularan gila ama presenter Indonesia, kali yaa. Kesannya beda ama Shahrukh Khan, keliatan ekseklusif dan jaga image banget. Nggak heranlah kalau demam India kali ini mewabah dari Sabang sampai Merauke …. LoL. Fans-nya banyak banget.

Soal mas-mas ganteng nih, di Solo juga banyak, selain Arab disini juga ada keturunan India-Pakistan. Yang jaga parkir di depan Mac Mohan juga namanya Shahrukh …. He he he. Tapi beda sih, nggak kayak mas- mas ganteng berperawakan bodyguard di Eat Bulaga …. Shaheer Sheikh, Vin Rana, Rohit Bhardwaj, Lavanya Bhardwaj dan Saurav Gurjar. Ibu saya ngefans banget ama Shaheer, kalau Saurav, mengingatkan pada almarhum adik saya karena badannya yang sama-sama gede kayak giant. Almarhum adik saya juga demen banget ama film-film India. Makanya ibu saya sampai termehek-mehek melihat Saurav. Bapak saya diam-diam juga menyimak, tahu banget jalan cerita Jodha Akbar …. He he he. Kalau saya sih, lebih suka sama Lavanya dan Rohit Mulyono …. LoL. Saat saya bilang gitu, eh malah dikeroyok massa neh …... pada protes soalnya Shaheer-lah yang paling ganteng. Weeww, suka-suka gue lah yaww …. boleh dong beda pendapat, lagian kan cuma ngefans doang, kagak bakalan jatuh cinta ama mereka, gitu aja kok repot …..wkwkwkwkwk.

Untuk saya pribadi, kalau ngefans nggak bakalan tergila-gila banget, misalnya pasang foto, menjerit-jerit histeris, ngejar-ngejar biar dapet tandatangan ataupun berdesak-desakan untuk melihat. Biasa, lempeng-lempeng mawon dan ora ngloro awak alias tidak perlu menyengsarakan diri. Simpel aja sih, karena mereka nggak bakalan jadi milik saya …. He he he. Ngefans tapi masih menggunakan akal sehat, gitu loh.

Sekian dulu ya, soalnya saya lagi terkena demam, bukan demam Lavanya tapi emang demam beneran alias flu. Nulisnya juga pake semendhe alias nahan kepala …. greges-greges, cenat-cenut, mampet sana-sini …. Hhhh, payah dah. Ngomong-ngomong, satu hal lagi yang saya salut tentang film India, mau sedih, mau seneng, mau jatuh cinta, jatuh bangun, mau sakit, semuanya diiringi dengan nyanyian dan tarian. Kayaknya perlu di contoh tuh …  aseek … aseek …. LoL.


Sunday, 1 March 2015

PERSEPSI DAN OPINI


Dua kata ini bisa dikatakan memiliki kemiripan istilah. Beda arti tapi saling berkaitan, tanggapan dan pendapat.  Setiap hal punya ribuan persepsi yang bisa muncul. Misalnya dress warna hitam yang dipajang di etalase departemen store, persepsi kita, baju itu elegan tapi persepsi orang lain baju itu biasa-biasa aja, dan persepsi orang yang lain lagi, baju itu kusam karena warnanya gelap.  Bisa dibayangkan sebegitu banyaknya persepsi yang muncul dari sebuah baju.

Persepsi memiliki hubungan erat dengan opini, persepsi merupakan salah satu unsur pembentuk opini seseorang. Secara sederhana, persepsi adalah hasil analisa pemikiran atau penilaian kita mengenai suatu atau seseorang, tapi belum dikemukakan alias masih ada di dalam hati. Apabila menyebut pikiran, sudah pasti ada pikiran baik dan ada pikiran buruk. Persepsi bisa timbul dari hati kita sendiri atau dicetuskan oleh pihak lain. Sedangkan opini adalah pendapat, apa yang diungkapkan oleh seseorang. Dengan kata lain, opini dapat menimbulkan kontroversi. Opini akan memunculkan citra personal seseorang melalui suatu interpretasi yang akan menghasilkan opini pribadi, istilah kerennya jaman sekarang pencitraan.

Bagi saya, persepsi adalah sebuah pilihan untuk berpikir positf atau berpikir negatif. Karena sebuah persepsi tidaklah selalu sama dengan kenyataan yang ada. Ada kemungkinan persepsi kita benar dan ada juga kemungkinan persepsi kita salah. Untuk mengetahui kebenarannya hanyalah dengan cara mencoba untuk berkomunikasi dengannya secara intensif. Sangat tidak adil jika kita menilai seseorang secara parsial, yaitu dengan melihat fotonya dan hanya pernah sesekali berbicara. Apalagi kalau kita mengetahui seseorang itu dari hasil penilaian orang lain. Hmm …… Who are you ? Judges ? … LoL.

Dan media sosial adalah salah satu ajangnya karena masyarakat cenderung lebih mudah terperdaya dengan persepsi yang tercetus, yang mungkin awalnya cuma persepsi individu tetapi secara spontan bisa meluas. Jaman yang serba serba canggih ini membantu sebuah informasi disebarkan dengan cepat ke seluruh dunia dalam hitungan detik. Ada yang menggunakan media sosial untuk tujuan baik dan ada juga pihak yang sengaja menimbulkan persepsi buruk mengenai sesuatu untuk mempengaruhi pengguna-pengguna media sosial misalnya lewat update status, pesan, gambar dan video yang tersebar luas di Facebook, Twitter, Instagram, Blog, Youtube dan sebagainya. Terpengaruh dengan persepsi orang lain, kalau mereka suka, ikut-ikutan suka, kalau orang lain benci, juga ikut-ikutan benci. Mau-maunya jadi jongoswan atau jongoswati, disuruh-suruh melulu ….. he he he. Padahal cuma persepsi sepihak, belum tentu benar. Kalau sudah begini, ceritanya malah jadi berkepanjangan dan menjurus ke arah fitnah ….

Ketika sebuah persepsi menempel di otak kita, itulah pilihan yang sudah kita ambil. Repotnya, tidak selamanya keputusan kita ini berdasarkan kenyataan yang ada. Apalagi jika ditambah dengan pengalaman kita sebelumnya dalam berhubungan dengan orang tersebut. Sekali berbohong, selamanya jadi pembohong, sekali jahat, selamanya jadi penjahat. Begitulah jalannya otak kita. Parahnya, tindakan negatif terhadap pribadi kita ternyata lebih dalam pengaruhnya terhadap persepsi yang sudah kita bangun. Karena persepsi juga identik dengan kepercayaan.

Pendapat saya pribadi, mendingan jujur deh terutama dalam ber-opini. Kalau ada status atau sesuatu hal yang saya suka dan sesuai dengan hati urani saya, pasti saya apresiasi dengan tanda jempol. Yang penting ikhlas-nya, Cuyy. Saya juga termasuk orang yang suka membiarkan orang lain dengan persepsi mereka. Membiarkan mereka menebak-nebak sendiri padahal tidak pernah berinteraksi dan tidak sedikit yang punya persepsi negatif tentang saya. Menghadapi manusia-manusia seperti itu, kalau saya sih nyantai ajjaahh, tidak perlu penjelasan ini - itu karena itu bukan urusan mereka, nggak penting banget. Ada yang suka, Alhamdulillah, nggak ada yang suka ya udah, gitu aja kok repot. Toh, misalnya ada yang bohong, biarlah mereka terperangkap sendiri dengan kebohongan yang telah mereka buat. Kalau persepsi dan opini mereka tidak benar kan fitnah namanya. Lumayan, ngurang-ngurangi dosa ane …. He he he.

Memang sih, berbicara itu mudah dibandingkan dengan bertindak. Suporter itu lebih lihai daripada pemain bola. Dan tidak mudah untuk merubah persepsi kita mengenai seseorang. Lebih susah lagi merubah persepsi seseorang tentang diri kita. Saya sendiri kadang juga punya persepsi negatif ( ngaku nih … ), terutama dengan orang yang baru kenal tapi bertingkah aneh-aneh. Inilah kelemahan sebuah persepsi. Memang persepsi itu lemah karena tidak berdasarkan kenyataan. Ada seseorang yang bisa merubah persepsinya secara mendadak dan ada juga yang memerlukan pembuktian lebih lanjut untuk merubah persepsinya. Kadang kita sering menyerah karena tidak ada perubahan yang signifikan sehingga persepsi kita tetap sama. Ngomong-ngomong, persepsi saya sering jadi kenyataan tuh, intuisi yang menajam kali ya … Jiiiaaahhhh, kayak paranormal aja.

Berhati-hati dengan persepsi dan opini mungkin lebih baik karena dua hal itu dahyat dampaknya. Mungkin jika satu-dua orang bicara hal yang sama, kita tak terlalu peduli. Tapi saat beberapa, apalagi banyak orang mulai bicara yang sama, opini mulai terbentuk. Apalagi kalau informasi itu terus menerus diulang, tak peduli apakah informasi itu kenyataan, abal-abal alias bohongan atau justru hanya ulah seseorang untuk ngejahilin orang lain. Hati-hati bermain dengan persepsi dan opini, karena jika itu sudah menguasai diri, kadang akal tidak bisa bekerja dengan normal lagi. Tak tahu lagi mana benar mana salah, tidak bisa membedakan yang mana realita dan mana yang bukan. Sehingga fakta seringkali diingkari. Tapi kalau ujung-ujungnya menjadi fitnah, dosa ditanggung sendiri lho …… LoL.
  

Tuesday, 20 January 2015

PASSION, HOBBY & TALENT

 

Apa bedanya sih antara passion, hobby dan talent ? Passion itu secara umum diartikan sebagai gairah dan hobby adalah kesukaan. Sedangkan talent atau bakat adalah suatu kondisi dimana menunjukkan potensi seseorang untuk mengembangkan kecakapan dalam suatu bidang tertentu. Talent ada yang timbul tanpa dilatih alias dapat berkembang dengan sendirinya dan ada yang terpendam. Bakat itu pun ada yang berasal dari warisan genetik, ada juga yang diperoleh dari proses belajar.

Biasanya bakat cenderung diturunkan oleh orangtua kepada anak-anaknya bukan hanya lewat DNA saja tapi juga lewat penanaman alam bawah sadar. Yang kedua ini lebih banyak terjadi ketika sang anak melihat bagaimana orang tuanya bersikap, bekerja, bertutur, dan bertindak. Tanpa mengajarkan kepada sang anak secara eksplisit, mereka telah menanamkan bukan hanya nilai-nilai tertentu namun juga kecakapan-kecakapan tertentu lewat kegiatan sehari-hari.

Kalau ditanya apa saja yang saya bisa, jawabannya buanyaak, dari kegiatan cewek sampai kegiatan cowok. Entah karena faktor genetik atau gimana, dari kecil ( waktu duduk di SD ), saya suka sekali membaca dan menulis, terutama diary, cerpen, apalagi puisi. Padahal, saya nggak pernah punya tulisan rapi, eker-eker persis kayak cakar ayam …. He he he. Donald Bebek, Majalah Bobo, Buku Serial Lima Sekawan, Pippi Si Kaus Kaki Panjang, Jack dan Kacang Ajaib, Cinderella, Heidi Si Anak Gunung, pokoknya semua buku bacaan, termasuk resep masakan, saya sikat abis. Semuanya seperti terdorong begitu saja, tanpa ada yang menyuruh. Dan kalau membaca juga nggak tanggung-tanggung, sepuluh buku cerita nggak sampai sehari juga udah kelar. Bobo dan Donald Bebek nggak sampai setengah jam udah saya operkan ke adik saya. Semakin bertambah umur, kesukaan saya itu semakin merajalela. Bakat ini mungkin, diturunkan Bapak dan Mbah Kakung saya ( dari Ibu ) yang suka membaca dan mengoleksi buku. Tapi kalau soal balapan membaca, Bapak saya kalah tuh, ibarat saya kereta express, bapak sepur kluthuk …. LoL. DNA Mbah Kakung mungkin lebih mendominasi dalam diri saya, sama-sama demen banget dengan seni. Beliau suka main biola dan menulis puisi dalam bahasa Belanda. Salah satunya yang pernah saya baca, kalau nggak salah judulnya “ De Blumen “.

Nah, kalau soal memasak, ini sih lebih melebar lagi genetisnya. Percaya atau tidak, kebanyakan Chef di negara manapun pada umumnya punya DNA tukang masak. Mulai dari kakek, nenek, atau orangtua mereka. Tanya aja George Calombaris, Buddy Valastro, Marco Pierre White dan Chef beken lainnya. Kebanyakan mereka-mereka yang mewarisi DNA ini lebih piawai dan lihai dalam hal masakan. Saya sendiri mewarisi bakat ini mulai dari Mbah Buyut, Mbah Putri dan Ibu saya. Mungkin cuma Ibu yang punya pendidikan culinary, kalau saya sih hanya pewaris resep, pemirsa, pendengar dan pelaku bisnis kuliner aja …. LoL. Banyak yang mengira kalau saya kursus diam-diam … he he he. Padahal nggak pernah tuh kursus memasak ini itu, hanya diajari Nenek saya menggunakan feelings , dasar-dasar pastry, memasak, menakar yang tepat dan membuat masakan “ well done “. Termasuk juga resep rahasia turun temurun. Selebihnya, saya sendiri yang harus mengembangkannya. 

Dan ajaran yang diberikan nenek saya itu ternyata dasar-dasar memasak Classic French. Dulu nggak ngeh, tapi setelah melihat peragaan Chef yang lain, baru deh nyadar …. ternyata kok sama yaa. Tapi jangan dikira gampang lho ya, banyak suka dukanya juga terutama dalam menjalankan bisnis makanan ini. Semuanya nggak serba instan alias melewati berbagai proses, terutama trial and error. Banyak hal yang terkait kalau kita sedang memasak, dari pemilihan bahan, takaran, proses memasak, penyajian, pengemasan. Jadi, bukan cuma tangan aja yang bekerja, tapi otak juga ikut berputar. Dan satu lagi, hati alias perasaan. Memasak kalau setengah hati, nggak bakalan ada enak-enaknya tuh. Ada juga anggapan kalau jam terbang menunjukkan keahlian … wah, salah besar tuh. Chef yang sudah berpengalaman puluhan tahun aja bisa mengacau dan sudah pasti hasil masakannya tidak maksimal. Apa yang sering dilihat di TV tuh banyak editannya dan banyak Chef yang nggak mau mengakui … biasalah, karena udah nge-top … he he he. 

Bakat tiap orang itu berbeda-beda, yang penting kita jangan memaksakan diri, apalagi kalau untuk dijadikan profesi. Karena melihat orang lain menjadi expert dan sukses, lantas kita latah pengen ikut-ikutan. Mengikuti jalan kesuksesan orang memang baik, tapi ya semua itu harus mengalami proses. Setiap manusia punya jalan hidup yang berbeda-beda, sesuai dengan takdir masing-masing. Meskipun secara natural memiliki bakat namun bukan berarti otomatis jadi jago seperti para pendahulunya. Talent juga perlu diasah secara kontinyu. Saya sendiri tidak mengira kalau akan menyelami dunia kuliner. Saya memulai semuanya dari awal, satu mixer dan satu open tangkring ….. he he he. Jadi saya tahu benar susah senangnya. Dari satu label, berkembang menjadi dua label dan saat ini sudah mendapatkan tiga nomor sertifikasi dari Depkes. Meskipun sudah ada keturunan, saya juga masih terus belajar, belajar, belajar, karena dunia masak-memasak itu luas dan tidak ada batasnya.

Mungkin, menulis memang satu-satunya hobi sekaligus passion yang bisa bikin saya punya energi lebih, menjadi terapi efektif ketika saya sedang bersedih. Biarpun honor cuma 15 ribu saat pertama kali nampang di koran sore, rasanya happy banget … era 95-an, 15 ribu gitu loh. Pun ketika novelette saya masuk nominasi meski nggak menang, yang penting dibaca sama Andrea Hirata dan Pipiet Senja …. Hehehe. Menulis bisa membuat saya betah berjam-jam melihat deretan kata-kata, membuat hobi membaca saya lebih meningkat dari sebelumnya. Dan menulis bisa bikin hidup saya jadi lebih bermakna tapi juga membuat saya kadang malah merasa aneh, karena keseringan menulis dan mulut lebih banyak diam. Mungkin juga karena karakter saya yang memang terkadang bisa menjadi agak pendiam. Seperti gamelan, kalau tidak ditabuh, nggak bakalan bersuara …. LoL. 

So far, menjadi tukang masak dan penulis adalah hal terkuat yang selalu bisa menyuplai energi dalam jumlah besar kepada diri saya, tanpa kenal waktu, tanpa kenal kondisi apapun. Tidak peduli badan pegel linu, dapet honor atau tidak, masuk nominasi atau tidak, order besar atau kecil, untung banyak atau sedikit, menulis dan memasak tetap menjadi " vitamin " utama bagi saya. Sesuatu yang selalu saya syukuri …. الحمد لله وا سيوكوريلة 

Thursday, 25 December 2014

HYPERTHYROIDia ( Hyperthyroid Diary Part 2 )


Sekitar sepuluh tahun yang lalu, saya menemukan buku tentang penyakit ini secara tidak sengaja. Berada di tumpukan buku-buku peninggalan almarhum mbah Kakung saya. Karena nggak begitu ngeh, buku ini saya taruh begitu saja. Meskipun sudah mangkak alias usang dan masih memakai ejaan lama, tapi kertasnya masih bagus. Sempat dipinjam teman saya berbulan-bulan untuk menyelesaikan tugas akhirnya di dunia medis.

Buku itu saya minta kembali saat hipertiroid saya kumat. Namanya juga manusia, baru ngeh kalau udah ketatalan alias kepentok …. He he he. Sayangnya setelah dikembalikan dan ngendon seminggu di rumah nenek, buku itu dimakan rayap. Sudah pasti saya diketawain teman-teman saya, disukur-sukurin terus …. LoL. Kata ibu saya, buku itu milik saudara laki-laki mbah Kakung saat kuliah di NIAS ( Nederlandsch Indische Artsen School ),Surabaya.Buku karangan seorang Profesor yang berasal dari Sumatra Utara, cetakan tahun 1930.

Dalam buku itu dijelaskan berbagai macam penyakit, tanda-tandanya, sekaligus dengan terapi dan penanggulangannya. Untung saja ulasan tentang Hipertiroid ini berada di paruh buku bagian belakang dan tidak ikut termakan rayap, jadi masih bisa dibaca. Dalam buku itu disebutkan, penyakit Basedow atau Morbus Basedowi, alias Hipertiroid. Mungkin ini nama bekennya di jaman dulu, ya.

Yang saya perhatikan di paragraf kedua,” Djangan sekali-kali mentjoba mengobati orang sakit Morboes Basedowi, serahkan pengobatan orang-orang ini kepada Dokter. Biarpoen pengobatannja amat moedah sekali kelihatannya ”.

Nah, lo. Padahal iklan pengobatan herbal untuk hipertiroid banyak banget tuh. Bukan hanya itu saja, satu obat bisa menyembuhkan segala macam penyakit. Dan nggak sedikit, penderita Hipertiroid yang tergiur. Saya juga sering ditawari obat ini-itu yang katanya manjur, tapi nggak lah, soalnya mahal sih …. He he he. Lebih mahal daripada obat yang diberikan Dokter.

Namanya juga pedagang, setiap iklan kecap selalu bilang kecapnya nomor 1. Begitu pula iklan obat, apalagi herbal. Kalau anda bertanya ke saya, pasti saya bilang jangan percaya. Seandainya belum mantap dengan satu Dokter, sebagai pasien anda memiliki hak untuk second opinion ke Dokter yang lain.

Lebih baik melakukan pemeriksaan atau pengobatan yang sudah terbukti secara medis. Menjadi seorang Dokter itu susah lho, perlu waktu, tenaga, pikiran dan biaya yang tidak sedikit. Dan tidak bisa asal-asalan menganalisa penyakit. Sebagian besar herbal kandungannya belum terbukti secara klinis. Kata Profesor, sekarang banyak orang yang menjadi Terkun … dokter dukun … he he he. Tapi kalau Anda percaya dan mantap ingin menggunakan obat herbal, ya monggo kerso panjenengan.

Saya sering banget tanya sana-sini ke ahlinya, googling dan juga sharing dengan sesama penderita hipertiroid. Dan jawabannya rata-rata sama, penyakit yang satu ini gampang-gampang susah, nyebelin dan bikin capek. Saya juga tidak pernah mengira kalau akan kumat lagi, setelah kurang lebih hampir lima tahun. Menjalani terapi selama bertahun-tahun itu secara fisik dan mental cukup melelahkan, mungkin bukan cuma saya tapi juga penderita Hipertiroid lainnya. Tidak sedikit yang mencari jalan pintas karena sudah hilang kesabaran. Pernah sih, ngikutin anjuran orang untuk minum air kelapa setiap pagi, alasannya bisa menghilangkan racun di dalam tubuh. Alih-alih racunnya hilang, yang ada malah badan seperti udang mabuk. Minum ramuan daun sirsak malah sering BAB dan denyut jantung meningkat. Mungkin ada juga yang cocok dengan ramuan-ramuan seperti itu, setiap orang kan punya daya tahan tubuh yang tidak sama. Jadi kalau yang satu cocok, belum tentu cocok juga untuk yang lainnya.

Selama ini tindakan medis yang paling sering dilakukan untuk mengobati penyakit yang timbul akibat kelainan kelenjar tiroid adalah pembedahan, pemberian sinar radioaktif pada kelenjar tiroid, dan terapi sulih hormon. Namun semua tindakan medis itu tidak bisa selesai seketika. Suatu saat penyakit itu bisa timbul lagi, sehingga pengobatan harus dilakukan secara berkala. Terkadang orang yang sudah berobat banyak bertanya-tanya kenapa disuruh bolak-balik ke dokter?  Karena Hipertiroid adalah penyakit yang disebabkan kelainan dalam tubuh.

Banyak resiko yang dihadapi saat menjalani pengobatan. Yang penting, jangan sampai terburu-buru menentukan tindakan karena setiap Dokter berbeda-beda cara menanganinya. Kalau yang suka jalan pintas, pasti menyarankan pembedahan. Yang suka melakukan teknik ablasi, pasti menyarankan pasien dengan terapi yodium radioaktif. Padahal kedua terapi itu resikonya sangat tinggi, bukan pada saat menjalankan tindakannya, tapi dampak setelah melakukan terapi itu. Ada yang tergantung kalsium seumur hidupnya, kaki dan tangan tidak bisa digerakkan setelah menjalani operasi. Nggak deh, jangan sampai …… semoga saya tidak seperti itu.

Saya sendiri mendapatkan terapi yang aman, nyaman, mudah dan murah yaitu terapi fisik dan Obat Anti-Tiroid alias OAT. Namun OAT memiliki kekurangan seperti adanya risiko untuk resistensi yaitu obat sudah tidak ampuh lagi menurunkan kadar hormon tiroid, sehingga angka kekambuhan pada penderita yang menggunakan OAT ini cukup tinggi. Tapi saya termasuk memecahkan rekor juga, karena banyak penderita lain ( Dokter yang berbeda ) kambuh lagi setelah setahun atau dua tahun berhenti terapi. Selama hampir lima tahun, saya baik-baik aja, nggak pernah terkena serangan ” panik mendadak “ lagi. Ada hal-hal yang saya perhatikan selama beberapa minggu sebelum KO alias kumat, seperti rasa haus yang ekstrim, intoleransi panas, otot dan tulang ngilu dari leher sampai kaki, kuku dan rambut cepat panjang.

Memang sih, gejala-gejalanya tidak sebanyak dahulu ( terkadang juga tanpa gejala ) tapi saat kambuh terasa lebih berat dan menyiksa. Profesor yang dulu merawat saya pun sampai merujuk ke sub bagian Endokrinologi, karena beliau sub bagian Rheumatologis. Kata Dokter, penyebabnya kambuhnya hipertiroid pada umumnya adalah kelelahan yang ekstrem, satu hal yang sering diabaikan. Apalagi kalau ditambah dengan stress, lebih cepat lagi tuh. Otomatis, kalau pikiran dan fisik capek luar biasa, itu akan meningkatkan hormon thyroid, denyut jantung dan tensi. Padahal aktifitas beruntun tuh bagi saya sudah biasa, yang aneh kan kenapa dulu nggak kumat ya ? Mungkin saat ini kondisi tubuh saya lagi nge-drop alias nggak fit, makanya KO.

Jadilah, saya menerapkan lagi terapi yang pernah diberikan oleh Profesor. Bukan dengan terapi obat tapi terapi fisik. Awalnya, saya disuruh istirahat dari dunia persilatan selama sebulan he he he. Banyak makan dan banyak minum air mineral. Hampir sama seperti terapi yang dulu, cuma sekarang, saya tidak diberi vitamin Glisodin untuk menambah berat badan. Karena badan saya sekarang sudah kayak bina raga, kalau dulu bina rangka … he he he. Tapi karena saya orangnya rada-rada ngeyel dan nggak bisa diam, rasa sakitnya belum berkurang. Saya sering jalan kesana kemari, coba-coba melakukan ini – itu. Karena tukang masak, saya mencoba bikin kue, manjat pagar untuk mengambil mangga, dan yang terakhir, mengecat kamar mandi ….. LoL.

Sebelumnya, pekerjaan seperti itu enteng banget, keciiil. Olahraga pun saya memilih yang intensitasnya tinggi, meskipun saran dari Dokter agar jangan lebih dari 35 menit. Pun dengan aktifitas lainnya, pokoknya super aktif lah …. LoL. Tapi setelah hipertiroid saya kumat, untuk beraktifitas sedikit aja badan pegel linu, lemah, letih, lesu ….. ampun dah. Apalagi kalau malam, terasa banget ngilunya. Dokter ahli Endokrinologi tidak memberi saya obat selain propanolol dan zypras, itupun cuma dua minggu. Beliau tidak memberi resep PTU, karena bisa mengakibatkan hipotiroid. Kalau terasa ngilu, saya cuma disuruh anget-angetin pakai kompres hangat, tapi saya lebih mantap pakai salonpas. Protes sih, meskipun hanya dalam hati … he he he. Kita periksa untuk minta resep obat, eh malah nggak dikasih. Alih-alih, waktu istirahatnya malah diperpanjang lagi sampai awal Januari nanti …. Hadeehhh.

Setelah saya membaca buku jadul itu, saya baru ngeh, “ Orang-orang itu haroes tinggal berbaring di tempat tidoernja, diberi peratoeran makan jang banjak terdiri dari toemboeh-toemboehan. Tidak boleh banjak menerima tamoe. Biasanja dengan djalan begini dan dengan peratoeran makanan, kelihatan sekali manfaatnja”.

Benar juga lho, kelihatannya sepele banget tapi setelah menerapkan terapi itu ( seperti sepuluh tahun yang lalu ), rasa sakit mulai berkurang. Perubahannya memang tidak secara cepat, tapi perlahan. Kalau disuruh tinggal ditempat tidur terus alias bed rest, seperti yang tertulis di buku jadul itu, nggak banget lah yaa …… LoL. Dokter bilang kalau tidak semua keluhan harus diobati, selama tidak mengganggu kesehatan pasien, maka tidak perlu minum obat ( Iya sih, tidak mengganggu, cuma menyiksa … hiks ). Tapi yang terpenting adalah ada perbaikan dari sebelumnya. Dan penyakit penyerta lainnya, kalau kadar tiroid-nya normal biasanya juga ikut sembuh.

Lama kesembuhan penyakit ini tergantung keparahannya saat dimulai pengobatan awal. Kesabaran adalah kunci kesuksesan pengobatan ini. Seiring dengan berjalannya waktu, maka gejala hipertiroid akan perlahan menghilang. Karena Hipertiroid adalah penyakit autoimun, sebenarnya yang bisa melawan adalah diri kita sendiri. Saya beruntung ditangani oleh Dokter - dokter yang baik. Banyak hal yang patut saya syukuri, kalau melihat penderita Hipertiroid lainnya yang lebih tersiksa. Saya masih bisa melakukan apa saja. Dan hikmah yang saya ambil dari masa “ reses “ ini, saya punya banyak waktu untuk menulis …. He he he.

Sekian dulu ya, info dari saya, penderita Hipertiroid yang soeka ngeyel tapi teroes semangat. Semoga tulisan ini bermanfaat dan semoga ALLAH, SWT selalu melindungi kita semua …. Aamiin.



# Narasumber tidak saya cantumkan karena halaman depan buku dimakan rayap.


Monday, 22 December 2014

TRUE LOVE


When I give to you and you give to me …. True love … True love. Saat seseorang bilang “ I Love You “ … pasti menjadi perasaan yang sangat istimewa. Cinta tidaklah sebatas kata-kata saja, karena cinta jauh lebih berharga daripada harta yang melimpah dan termahal di dunia manapun. So sweet ……

Saya yakin semua orang  ( termasuk saya ) pernah menonton Cinderella, Putri Salju, Beauty and The Beast, Romeo & Juliet. Di era akhir 90-an ada Meteor Garden, Winter Sonata, Tokyo Love Story, telenovela Maria Mercedes, Cinta Paulina, Por Tu Amor, film-film Bollywood, atau yang sedang booming saat ini, sinetron Korea. Paling tidak, beberapa kali dalam hidup kita pasti pernah menonton film dengan tema cinta. Tema abadi yang tidak pernah membosankan. Terutama bagi para penulis dan pencipta lagu,  ahhaayyy ….

Alur cerita semua drama-drama itu sama. Dimulai dari salah seorang ( entah itu laki-laki atau bisa juga wanita ) memiliki kekurangan dalam dirinya. Kalau Beauty and The Beast, yang jelek prianya. Cinderella nasib si perempuan malang banget. Lain lagi dengan Meteor Garden, cowoknya kaya buanget, ceweknya miskin abis. Apalagi film-film India, banyak intrik - intriknya … ampuunn daaahh. Pokoknya salah satu memiliki segala-galanya, sementara yang lainnya kekurangan segala-galanya. Setelah itu mereka bertemu dan kemudian jatuh cinta. Cerita dibikin njlimet dan berliku-liku tapi ending-nya sudah bisa ditebak ……. Live happily ever after.

Namanya juga cerita, kalau tidak di dramatisir dan membuat penonton penasaran, pasti tidak ada yang mau betah di depan layar. Yang pinter penulis skenario dan sutradara tuh, tapi memang beda sih antara sastra dan industri hiburan komersial. Tidak ada yang salah dengan cerita menye-menye seperti itu. Saat dua orang sedang dimabuk cinta alias kasmaran semuanya menjadi serba indah dan luar biasa. Kalau cinta sudah melekat, gula jawa pun berasa coklat. Tidak ada yang namanya cerita film atau sinetron saat sedang berduaan sang Pangeran ataupun sang Putri suka ngupil, kalau tidur ngiler, ngorok, kentut … gue banget nih … LoL. Kalau saya nulis novel Pangeran Ngorok atau Putri Ngiler, ntar yang ada malah dibully abis sama ABG bau kencur … he he he.

Dari semua film, sinetron atau telenovela itu tidak ada cerita kehidupan harian mereka selama 24 jam. Tidak ada film yang menceritakan panggung kehidupan dan percintaan secara lengkap dan apa-adanya. Yang bikin heran, banyak orang yang suka mengkaitkan fairy tale ini dengan true love. Pada kenyataannya, hal-hal seperti itu jauh banget dari definisi cinta sejati. Mbok ya mikir, memangnya setelah live happily ever after maka hidup ini lalu berhenti berputar, mandeg greg, ngono to ? Padahal sebenarnya, itu baru awal, bukan pada akhirnya.

Cinta datangnya pun kadang secara tidak di sengaja. Datang tak diundang, pergi tanpa pamit ( kayak jalangkung …. He he he ). Sesuatu yang tidak dapat diraba oleh tangan dan dilihat oleh mata. Hanya hati yang bisa merasakannya. Itu definisi cinta secara umum. Lalu, apa sih yang dimaksud dengan cinta sejati ? Sama nggak dengan cinta pertama dan cinta pada pandangan pertama.

Ada perbedaan persepsi antara laki-laki dan perempuan tentang cinta sejati ini. Dan saya juga yakin pasangan yang sudah menikah dengan pasangan yang sedang kasmaran mengartikan cinta sejati secara berbeda. Pun dengan bertambahnya usia dan pengalaman. Bagi seorang wanita pada umumnya, cinta sejati adalah romantisme, kebersamaan, berbagi cerita dan perlindungan. Bagi seorang pria, cinta sejati artinya berangkat kerja pagi, pulang malam, koran, kopi atau teh tiap pagi dan sore, bebas hangout, dan yang terutama adalah sex. Menurut teman-teman cewek saya yang sudah married lho, kalau teman cowok yang ditanya, biasanya jawabannya pada ngaco dan berbau politik ( politik esek-esek … he he he ).  Berbicara hal-hal seperti itu dengan kaum pria perlu ketahanan mental, soalnya kalau tidak tebal muka, sudah pasti bakalan dibully … LoL. 

Bagi saya pribadi, cinta sejati berbeda dengan first love atau love at the first sight. Cinta sejati adalah sebuah proses dan komitmen. Keputusan untuk mencintai dan menerima, sekalipun tidak ada alasannya. Walaupun tidak bisa dipungkiri cinta pertama dan love at the first sight juga ikut berperan. Beruntung banget orang yang menemukan cinta sejatinya saat pertama kali dia jatuh cinta pada seseorang dan pada pandangan pertama pula. Cinta sejati tidak tergantung oleh perasaan karena perasaan itu tidak menentu. Wahai Tuhan yang membolak-balikkan hati manusia …. jiiiaahhh. Cinta sejati berada diatas perasaan karena kekuatan cintalah yang mengatur perasaan. Kita mencintai dan memerintahkan emosi kita untuk melihat hal-hal baik dalam diri pasangan kita, tidak mudah menyerah, saling mema’afkan saat salah salah satu berbuat salah ( asal bukan kesalahan fatal aja ) dan membuat perasaan kita mengingat saat-saat indah yang pernah dilalui bersama. Intinya, cinta sejati itu sama dengan menerima semua kelebihan dan kekurangan.

Saat anda berkenalan dengan seseorang yang istimewa, jantung terasa berdebar-debar, tangan berkeringat, kupu-kupu berterbangan di dalam perut …. haiiyyyaahhh. Merasa terbang ke awan saat bersamanya. Dunia serasa milik berdua, iya deh yang lain pada ngontrak semua … he he he. Pada akhirnya, teman kencan anda mencium anda sehingga anda merasa meleleh. Berhari – hari setelah itu, anda tidak bisa makan tetapi anehnya anda tidak pernah merasa sesehat itu, bahkan demam anda pun sembuh. Perasaan mengawang yang kita alami ketika jatuh cinta kata para ahli, sebenarnya adalah reaksi hormon dan otak. Segala reaksi kimiawi yang positif ini menjelaskan mengapa orang-orang yang sedang jatuh cinta memiliki kesehatan yang lebih baik dan jauh lebih jarang menderita sakit dibandingkan dengan yang tidak jatuh cinta. Jatuh cinta biasanya baik untuk kesehatan kita. Bukti saraf menunjukkan bahwa fenomena “ jatuh cinta ” merupakan serangkaian reaksi kimia yang terjadi di dalam otak yang mengakibatkan reaksi pada rohani dan jasmani. Asal jatuh cintanya nggak pada seratus orang aja ya, yang ini mah penjahat cinta namanya. 

Pertanyaannya, apakah seseorang yang membuat Anda terbang ke awan itu cinta sejati Anda ? Bisa iya dan bisa juga, tidak. Semua itu tergantung pada bagaimana Anda memaknai arti perasaan cinta.

Terus, seberapa lama perasaan ini bisa bertahan ? Beberapa Dokter Cinta memberi angka 2 tahun dan maksimal 4 tahun. Mungkin ini salah satu alasan para ahli menyarankan supaya jangan lama-lama pacaran. Ada benarnya juga sih, tapi kalau si dia tidak juga kunjung melamar, gimana dong, masak si cewek yang ngajuin proposal duluan … hiks. Tapi ada nggak benernya juga lho, soalnya ada teman, sepupu, tetangga saya yang pacaran lebih dari 5 tahun dan mereka baik-baik aja. Maksudnya, ada yang lanjut menikah dan ada yang putus dengan baik-baik.....he...he...he.

Pada masa pengenalan, to know each other, kita menampilkan bagian terbaik dari diri kita, dan demikian pula pasangan kita memunculkan sisi terbaiknya. Ini wajar dan kebanyakan bukan pura-pura. Kecuali buat para “ player “,  mereka-mereka yang ahli berpacaran, Sang Profesor Cinta ini mampu memanipulasi kata-kata, sikap, dan suasana untuk " tujuan " pribadinya. Templok sana, templok sini. Kata-kata bersifat gombal akan diluncurkan lelaki yang berlabel playboy kepada calon pasangannya. Dengan beberapa kalimat yang lazim diucapkan “ Engkau bukan yang pertama tapi pasti yang terakhir … Di cintamu kutemui arti hidupku”. Gombal mukidi .... 

Menjadikan cinta sebagai pelajaran berharga adalah suatu yang sangat wajar, orang pun akan terus mencari dan mendambakan cinta sejati. Maka dalam perjalanannya kadang ada kesan trial and error, akibatnya sering berganti pasangan sampai bertemu yang benar-benar cocok. Habis manis, sepah dibuang. Kalau tidak sesuai dengan kemauannya, ditinggalkan begitu saja. Terjebak dengan definisi cinta sejati itu sendiri. Karena banyak yang tidak menyadari kalau cinta sejati sebenarnya adalah sebuah proses pendewasaan diri. Seringkali, saking berbunga-bunganya karena jatuh cinta, seseorang terlalu cepat menyimpulkan kalau telah bertemu True Love-nya. Nggak sedikit kok, setelah berkoar-koar, mengumumkan ini itu, beberapa bulan kemudian putus. Padahal udah terlanjur panggil Papa-Mama, Abi-Umi, kok nggak saling panggil Eyang Kakung – Eyang Putri sekalian ya …. He he he. Ada lagi, baru beberapa bulan menikah terus minta cerai. Ironis …..

Pada awal perkenalan, biasanya yang terlihat hanya yang indah-indah. Setelah enam bulan lewat kita akan mulai melihat sisi-sisi lain dalam dirinya. Pikirannya yang sempit, sifatnya yang kaku, makannya yang pilih-pilih, mudah marah, dan yang jelek-jelek lainnya. Kalau tidak berpikiran dewasa, di sinilah yang namanya perasaan itu sudah hampir hilang. Kita tidak terbang di awang-awang lagi, juga tidak menginjak dengan sebelah kaki tetapi sudah kembali ke tanah dengan kedua belah kaki kita, back to the earth. Seperti disiram air saat dibangunkan dari tidur, mak glagep …  sudah normal dan kembali jadi manusia lagi bukan Sang Putri atau Sang Pangeran.  Mungkin yang jelek-jelek ini masih belum seberapa bila dibandingkan ketika sudah sah sebagai suami istri. Katanya nih, soalnya saya kan belum pernah mengarungi samudra pernikahan …. He he he. Kita akan melihat pasangan kita 100% sebenar - benarnya. Yang pria akan melihat pasangannya bangun tidur, tanpa make – up, rambutnya acak-acakan. Sekalipun pacar anda seganteng pangeran atau secantik putri, anda akan melihatnya ngupil, kentut, ngiler, ngorok, sakit perut, bersendawa …… hoooiiikkk ………  Wkwkwkwkwkwk.

Pasangan anda akan tahu kalo anda malas mandi, jorok, sak karepe dewe. Anda akan diomeli kalau sering lupa meletakkan barang-barang anda sendiri, dimarahi kalau meletakkan barang sembarangan, apalagi kalau sampai ngobrak-abrik harta –bendanya dan memindahkannya ke tempat lain, bakalan ada perang dunia ke tiga tuh …. He he he.  Ketika kita benar-benar tinggal serumah, kita benar-benar melihat siapakah pasangan kita sebenarnya. Kata mbah Putri saya, pernikahan adalah penyesuaian seumur hidup. Tidak ada jaminan, entah sebulan, tiga bulan, setahun atau sepuluh tahun berpacaran, kita bakalan tahu luar dalam. Kalau ada yang berpikir mengetahui pasangan saat masa berpacaran,  salah besar tuh. Karena belum married, makanya saya juga berpikiran seperti anda ( ngaku neh … ). Teman saya pun mewanti-wanti, wis to, percoyo karo aku …. nek wis nikah, kowe mesti kaget. Hmm …. Mungkin juga sih, tapi semua itu tergantung dari kita sendiri. Asal dari awal sudah ada niat baik, saling menerima, saling jujur satu sama lain,  I love you just the way you are and you love me just the way I’m. Semuanya pasti akan baik-baik saja. Bukti kalau Anda sudah benar-benar menemukan cinta sejati.

Simpel aja, jika orang yang anda kencani saat ini tidak suka berganti-ganti pacar atau teman dekat sebelumnya, maka bisa pastikan bahwa tindakan dan sikapnya natural, alami alias tidak dibuat-buat. Dia adalah dia, demikianlah adanya dirinya. Modal utama bagi dua orang yang serius untuk melanjutkan kisah cintanya ke jenjang berikutnya. Orang yang terlalu sering berganti-ganti pasangan biasanya kehidupannya penuh dengan pencitraan dan banyak palsunya. Sok jaim, gitu loh.

Banyak sih cerita-cerita nyata yang menarik seputar kehidupan setelah pernikahan. Ada yang serem, lucu, mellow, dan romantis abis. Di Saudi Arabia ada seorang wanita yang baru saja menikah menggugat cerai suaminya hanya karena masalah sepele, sang suami kalau mengambil pasta gigi mencetnya dari tengah. Ada juga pria yang menceraikan istrinya, setelah acara ijab qabul. Gara-gara wajah sang istri tidak sesuai dengan ekspektasinya. Cerita lain yang nggak kalah seru juga seabreg. Kaget karena punya kebiasaan yang berbeda, sifat yang bertolak belakang. Yang bikin heran tuh, lha dulu  penampakannya tuh gimana ?  Masalahnya hanya sepele, terkesan mengada- ada dan hanya mencari alasan, tapi itulah, namanya juga kehidupan. Setiap orang punya standart penerimaan sendiri-sendiri. Hal-hal yang bertolak belakang dengan diri kita sebenarnya adalah ujian cinta.  Apakah itu cinta sejati atau bukan. Kalau sudah mantap berkomitmen, perbedaan pasti akan mudah untuk diatasi. Masing-masing saling menyesuaikan diri. Tidak selamanya kita dikuasai oleh emosi dan perasaan kita, sebab cinta sejati adalah komitmen. Kalaupun ada yang bisa menyimpang sejauh itu, mungkin, mereka kebanyakan nonton reality show, film, telenovela dan sinetron kali yaa. Tidak bisa membedakan mana kehidupan yang nyata dan mana yang fiktif.

Perasaan bukanlah sesuatu yang salah dalam diri kita, yang salah adalah mengandalkan perasaan untuk membuktikan cinta kita. Perasaan membuat cinta menjadi indah, dan emosi mutlak diperlukan untuk mengobarkan api cinta. Cinta tidak mungkin hidup tanpa ada perasaan. Emosi adalah bagian dari sebuah cinta sejati. Yang penting adalah tepat waktu dan porsinya. Cinta tanpa komitmen adalah cimon alias cinta monyet. Dan cinta sejati membutuhkan komitmen, keputusan untuk tetap mencintai, till death do us part, Honey.  Kalau yang sudah menikah pasti sudah “ mati rasa “ bicara soal cinta-cintaan, sayang-sayangan. Rasanya biasa-biasa saja, tidak ada sesuatu yang spesial. Kalau saya sih , nggak bakalan bosan bicara cinta. Apalagi sekarang, mumpung masih single, soalnya kalau sudah menikah bakalan lain lagi topiknya, mungkin lebih seru dan berbau politik ….. LoL. 

So, don't be bored and let’s talk about love …….. Yuuk mariiiiii …….  


Sunday, 21 December 2014

KARMA


Kata Karma berasal dari agama Buddha yang berarti hukum sebab-akibat moral atau istilah kerennya “ the law of moral causation ”. Agama Buddha meyakini bahwa jika seseorang ingin mencapai Nirwana ( surga ) maka setiap yang berdosa harus membayar lunas semua dosanya dengan cara diberikan kesempatan kedua yang bernama karma, yaitu terlahir kembali ke dunia dan menemui masalah yang sama, dan dilihat apakah mereka memang serius ingin menebus dosa atau cuma main-main. Seperti reinkarnasi gitu kali yaa …

Mungkin sebagian orang sudah tahu arti yang sebenarnya istilah karma ini, terutama bagi penganut agama Buddha.  Dalam kamus besar bahasa Indonesia karma adalah perbuatan manusia ketika hidup di dunia. Hidup sebagai umat Tuhan sekedar melakukan dharma dan hukum sebab akibat, bukan hanya mengenai manusia tetapi juga merupakan hukum mutlak di alam.

Selain itu, pemahaman tentang karma adalah meyakini bahwa segala sesuatu yang terjadi dalam hidup manusia adalah akibat perbuatan manusia itu sendiri. Misalkan, jika ada orang yang tertimpa musibah dan sial terus menerus, maka itu semua adalah akibat perbuatan yang dia lakukan di masa lalu. Jika dia tidak mendapat balasan semasa hidup di dunia, maka   anak keturunannya yang akan mendapat balasan.

“ Hati-hati ntar kena karma lho !” atau begini, “ Rasain lu, tuh hukum karma namanya “. Kata karma seperti itu menjadi cukup sering kita dengar dalam percakapan sehari-hari. Lalu pertanyaannya, apakah benar karma itu ada? Seperti apa bentuknya good karma dan bad karma ? Lalu bagaimana Islam memandang hukum karma ?

Kata pak Ustadz, hukum karma itu tidak ada dalam Islam. Dalam Islam kita memiliki iman yang meyakini bahwa Allah Maha Adil dan segala perbuatan kita pasti akan ada balasannya, baik di dunia ataupun di akhirat nanti. Islam tidak mengenal adanya kesempatan kedua untuk turun di dunia memperbaiki segala kesalahan serta adanya dosa turunan yang akan diwariskan kepada keturunannya. Karena setiap manusia harus bertanggung jawab terhadap apa yang ia lakukan, dan bukan orang lain atau keturunannya.

Selain itu, tidak semua hal yang terjadi pada diri manusia adalah karena “ investasi ” kebaikan atau kejahatannya di masa yang lampau. Karena bisa saja kebaikan yang diberikan kepada manusia itu karena memang Allah SWT sedang mencurahkan rahmat-Nya, atau bisa juga permasalahan yang dihadapi manusia adalah suatu cobaan dari-Nya agar manusia tersebut lulus ke tingkatan selanjutnya, istilahnya naik kelas. Ini tidak ada hubungannya sama sekali dengan apa yang manusia tersebut lakukan di masa yang lampau, tapi cobaan tersebut bertujuan untuk menguji keimanan hamba-Nya. 

Selamat tinggal, Sayang ….
Bila umurku panjang
Kelak ku kan datang tuk buktikan
Satu balasan kau jelang ….

Hmm …. apa sih karma itu sebenarnya ? Sampai dijadikan lirik lagu segala. Pendapat orang juga beragam dan jelas berbeda antara satu dengan yang lainnya. Tentang karma itu sendiri ada yang percaya ada juga yang menolak dengan tegas mengatakan tidak percaya. Kalau saya sih, kadang percaya, kadang juga tidak …. He he he. Terlebih lagi kalau melihat di sekeliling dan juga pengalaman pribadi …. Hiks. Pendekatannya lebih kepada hukum sebab – akibat atau lebih tepatnya " Hukum Timbal Balik ". Siapapun yang berbuat sesuatu pasti akan ada timbal baliknya dan karena melakukan sesuatu pasti ada konsekuensinya. Refleksi dari perbuatannya sendiri.

Terkadang menghujat seseorang dengan karma untuk alasan membela diri ketika mereka tidak berdaya lagi dan mengeluarkan sumpah serapah dan sebagainya …. dan sebagainya, namun mereka tidak sadar tentang apa yang mereka ucapkan. Tidak pernah menyadari, apa yang telah mereka perbuat kepada orang lain sebelumnya. Bukankah perbuatan, entah itu baik atau buruk, pasti akan ada balasannya, cepat atau lambat. Makanya ada istilah, bad karma dan good karma. Siapa yang menanam kebaikan pasti akan menuai kebaikan. Siapa menabur angin, pasti akan menuai badai.

Banyak sekali kejadian kalau ada orang yang menjahati orang lain, dua-duanya jadi terbawa emosi untuk membalas. Saling menghujat dengan mengatas-namakan karma. Kalau saya sih, nyantai aja ya, menghadapi manusia-manusia jahil. Saya lebih suka menghitung kesalahan saya sendiri daripada menghitung kesalahan orang lain. Kalau ada orang yang menjahili saya dengan amat sangat keterlaluan, saya biasanya “ membiarkan “ aja, atau senyam-senyum aja walau hati remuk redam. Hitung-hitung sebagai pelajaran hidup … LoL. Tidak bakal mengeluarkan hujatan, cacian atau kata-kata yang tidak perlu. Mema’afkan tapi jaga jarak. Lho piye to

Bukannya dendam atau apa gitu loh, misalnya orang yang pernah nyakitin perasaan itu minta bantuan, pasti saya akan bantu. Bantuan disini dalam arti sekedar membantu aja alias tidak ngoyo. Tidak lagi mau terjebak dengan permasalah orang lain …. not anymore. Sering sih, niat baik ikhlas mau menolong, eh malah pada akhirnya saya yang menjadi korban. Korban perasaan maksudnya …. He he he. Sungguh, setolol-tololnya manusia tetap aja punya perasaan. Siapapun dia atau sesabar apapun seseorang, pasti tidak akan mau tersakiti berkali-kali, yaa nggak ?

Intinya disini, jika karma memang ada dan benar - benar ada , ketika anda menghujat orang lain yang menyakiti Anda tentang karma, apakah Anda tidak merasa telah melakukan sesuatu sebelumnya ?  Entah kepada orang yang bersangkutan ataupun orang lain. Jadi ketika anda mengatakan karma ternyata orang pertama yang jalani karma adalah diri Anda sendiri. Biasanya sih, banyak yang lupa ( atau pura-pura lupa ) kalau pernah berbuat tidak baik kepada orang lain. Begitu ada orang lain berbuat hal sama pada dirinya ( tidak sengaja ), malah ngamuk-ngamuk nggak karuan. Dalam hal ini, sebelum mengeluarkan sumpah serapah, lebih baik bermuhasabah alias introspeksi diri. Tidak perlu ada karma-karmaan, ganti karmi aja dah ….. LoL.

Semoga ALLAH, SWT selalu melindungi kita .... Aamiin.



Monday, 17 November 2014

Cyber Dating


Dukungan operator selular yang berlomba-lomba memanjakan pengguna internet dengan layanan murah semakin menyemarakkan aktifitas online. Mulai dari game, internet marketing, jejaring sosial hingga pekerjaan. Dampak yang sangat terasa dari digitalisasi ini, membuat kita hidup tak terbatas dalam ruang dan waktu. Dalam waktu bersamaan kita bisa bertegur sapa lewat jejaring sosial dimana saja dan kapan saja.

Berbagai pekerjaan sangat terbantu dengan adanya digitalisasi ini. Seorang jurnalis tak lagi sulit mengirim berita, artikel, foto maupun gambar bergerak ke kantor pusatnya. Perusahaan yang punya cabang dimana-mana cukup memantau komputer di kantor pusat untuk mengontrol jalannya perusahaan di daerah setiap saat. Kayaknya cuma penulis dan penerbit aja yang tetap menggunakan cara lama. Bukan hanya mengirim via email, naskah juga harus dikirim lewat pos. Nggak tanggung-tanggung, harus sudah dijilid rapi .... he he he. Yang paling banyak diminati orang adalah super cepatnya informasi. Mulai dari politik, ekonomi, pendidikan, sosial budaya dan juga cinta ....

Dalam sepuluh tahun terakhir berbagai jenis sosial media yang sedang mewabah seperti Facebook, Twitter, Instagram, Path, Skype, Line, Whatsapps, Viber, BBM dan sebagainya. Dulu yang terlihat beken cuma Friendster dan YM. Saat ini, orang punya sepuluh akun itu sudah biasa, kecuali saya. Sepupu saya pun sering ngata-ngatain saya, ndeso ... ndeso, saking sedikitnya akun yang saya miliki. Bukan apa-apa sih, kebanyakan akun menurut saya malah bikin pusing. Tapi yang pasti sih, bakalan lupa password ... LoL. Meski tidak bisa dipungkiri, media-media sosial tersebut membuat komunikasi manusia menjadi lebih mudah. Bukan hanya untuk bisnis dan ajang pertemanan, ada juga media sosial yang menawarkan berbagai kemudahan untuk para penggunanya dalam soal cinta. Jadi, cyber dating alias kencan online tuh sudah tidak aneh lagi.

Kencan online biasanya dilakukan oleh mereka yang bertemu melalui dunia maya, tanpa bertatap muka secara langsung. Mereka hanya melakukan kontak melalui internet, chatting, telpon ataupun sms. Ada juga yang suka main webcam-an. Jadi teringat waktu tante saya masih tinggal di Leeds, acara Skype-an sering ngadat, awakmu ora ketok .... byar pet .... byar pet .... bayar cepet tapi jaringan bikin mumet. Maklumlah, Indonesia kan bukan Jepang, internet lemot mah udah jadi makanan sehari-hari. 

Dan kencan di dunia maya mungkin salah satu cara paling umum untuk memulai sebuah hubungan. Setitik harapan bagi manusia-manusia single ( termasuk saya .... hiks ). Tidak ada yang salah, namanya juga usaha. Bukankah tidak ada seorangpun yang bisa menebak dimana akan bertemu dengan jodohnya ? Banyak kok, yang bertemu pasangannya dengan cara online. Teman saya bertemu dengan jodohnya via YM. Menikah dengan si mas Bule sampai sekarang dan punya beberapa anak. Man propose, GOD dispose.

Dunia maya memang menawarkan akses luas untuk bertemu para lajang lain. Tapi sejauh yang saya lihat, menurut pendapat saya nih, ada banyak hal-hal " menyeramkan dan brutal " di sana. Memang gampang-gampang susah mengetahui seseorang itu orang baik atau bukan ( menurut penilaian kita ), entah di dunia nyata maupun di dunia maya. Sayapun terkadang salah menilai. Bagaimanapun kita hanyalah manusia biasa yang jauh dari sempurna. Seperti yang pernah saya lihat, ada juga kok manusia baik-baik yang memang berniat mencari soulmate-nya di dunia maya. Meskipun hanya seratus diantara satu milyar. Dan sayangnya orang-orang baik itu tertutup oleh ulah oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang mengatas namakan cinta untuk alasan tertentu.

Akibat ulah iseng teman yang me-registered saya di salah satu situs online, saya jadi tahu banyak tentang manusia-manusia di dunia maya. Mungkin, saya sendiri juga dikira manusia jahat dan nggak bener, kali yaa. Sabar, pastilah, apapun yang orang katakan, apapun persepsi orang terhadap saya, biarlah ..... Innallaha ma'asshabirin. Karena memang banyak kejahatan kelas internasional berada disana, human trafficking, perdagangan narkoba, prostitusi dan lain-lain. Tidak perlu saya jelaskan secara detil, semua orang yang berpikiran " smart " juga pasti tahu ... he he he.

Menurut saya, situs kencan online tuh hanya cocok untuk para pencari kesenangan dan bermental badak. Manusia yang punya loyalitas tinggi ( seperti saya .... jiiaaahhh ... LoL ) tidak cocok berada disana. Terlalu banyak sekali kepalsuan dan kemunafikan. Saya pernah membaca profil seorang pria, disitu dia menuliskan, " Only for real person dan serious to build relationship. I'm tired. I'm here not fot sex cam, I'm not suffering mental illness." Sungguh, miris ya, mungkin pria itu bertemunya dengan wanita yang otaknya error ... he he he. Saya sendiri juga sering bertemu dengan pria yang otaknya juga error seperti itu, nyantai aja sih, nggak perlu diambil hati. Terlepas dari itu, ada hal yang bisa dima'afkan dan bisa diterima, asalkan tidak keterlaluan aja. Kalau seorang pria saja bisa sampai sebegitu capek hatinya, apalagi saya ....

Biasanya, manusia beneran pasti tidak akan tahan berlama-lama exist disana. Nggak bakalan ada yang sanggup meneliti jutaan daftar profil yang tak berujung, karena setiap hari pasti semakin bertambah, si pengguna akan kewalahan menentukan seseorang yang tepat karena banyaknya pilihan yang tersedia. Kecuali kalau mereka punya maksud dan tujuan tertentu. Kalau sudah bosan, sudah pasti mencari yang baru. Bukan tidak mungkin kalau dalam sekali gebet, mereka chat dengan sepuluh orang atau bahkan lebih. Kalau sudah begini seseorang akan terus menerus berada dalam lingkaran setan dunia maya. Mungkin hanya orang yang suka bermain-main aja yang tetap exist.

Masalah paling klasik yang harus dihadapi oleh mereka yang melakukan kencan online pada umumnya adalah rawannya perselingkuhan dan penipuan. Kalau pria biasanya tertipu dengan uang, kalau wanita dengan perselingkuhan. Bagaimana tidak, situs kencan online juga kerap menampilkan profil yang tak berbicara banyak mengenai diri mereka. Siapa yang tahu kalau mereka sudah bersuami atau beristri. Foto pun kadang juga banyak yang palsu. Ada sih yang benar-benar jujur. Orang yang jujur biasanya bisa dilihat di jejaring sosial lainnya, karena saat ini rata-rata mereka punya sedikitnya dua atau tiga media sosial yang benar-benar mengkomunikasikan kepribadian orang tersebut dengan cukup akurat melalui kepentingan, pikiran, serta perilaku mereka dalam foto dan update status. Jadi bisa dilihat, mana yang punya niat baik dan mana yang tidak. Just follow your intuition  and your small inner voice .....

Kalau membicarakan orang jahat, saya rasa mereka ada dimanapun dan di belahan bumi manapun. Di kehidupan nyata atau di internet, pasti ada. Sudah menjadi hukum alam. Namun tidak berarti bahwa semua orang di dunia maya itu jahat. Tidak semua orang itu palsu. Masih banyak orang yang baik juga kok di dunia ini. Dan saya yakin prosentase orang baik di bumi masih lebih banyak daripada orang jahat. Jika tidak, dunia pasti sudah kiamat .... he he he.

Kita juga mesti adil dalam memperlakukan teknologi, sehingga akan disadari dampak baik atau buruknya. Jangan terlalu menghakimi. Ibarat sebuah pisau, akan bermanfaat kalau digunakan untuk mengiris makanan, buah atau sayuran. Sebaliknya, bisa berakibat fatal bila untuk digunakan untuk melukai orang lain.

Kekhawatiran berlebihan alias paranoid terhadap dampak internet juga tidak baik, sebab dampak positifnya sudah sangat dirasakan. Terutama untuk mencari berbagai informasi dan urusan bisnis, yang legal tentunya ... LoL. Semua itu berbalik lagi kepada si pengguna dalam memanfaatkan teknologi intenet asal kita menggunakannya dengan cara-cara yang sehat.

At last, kita berbagi pengalaman dan hal-hal yang positif aja yaa. Karena pengalaman adalah guru yang terbaik dalam kehidupan. Kalau saya tulis semuanya tentang kencan online, mungkin sampai sepuluh jilid, bisa jadi best seller kali ... LoL. Sekedar mengingatkan, sebagai manusia saya masih jauh dari sempurna. Mohon maaf jika ada salah-salah kata. Tidak bermaksud untuk menakut-nakuti dan tidak ada larangan bagi siapapun yang ingin melakukan kencan online. Itu hak pribadi Anda, siapapun boleh melakukannya asalkan bisa bertanggung jawab dengan pilihan yang telah diambil ... hiks. Yang penting, semoga kita semua selalu diberi jalan yang terbaik dan selalu dilindungi oleh ALLAH, SWT .... Aamiin.