Friday, 28 March 2014

TENTANG CINTA


" Kalo cuma pacaran aja, nggak punya tujuan untuk nikah, trus ngapain ?"
" Nggak mungkin kalo cuma pengen jalan-jalan dan pegangan tangan aja."
" Pastilah, ujung-ujungnya ke situ juga."
" Wis ta, nek aku tak pupus wae .... Lha wong kenyataannya dia suka menggantung hubungan."
" Iyalah, daripada konyol. Nunggu-nunggu nggak ada pastinya."
" Selak karaten .... lumuten."
" Emang enak, terus-terusan dikadalin ..."
" Laki-laki seperti itu cuma main-main aja, senengane dolanan thok. Kelihatan alim, tapi menclok sana, menclok sini.Siji durung entek, wis golek liyo." 
" Kayak si Doni tuh, punya pacar cewek baik-baik, eh, malah sekarang lengket ama PSK."
" Weeekk, nggilani ..."
" Wah, kalau yang kayak gitu, mendingan dibuang kelaut aja, biar dimakan ikan paus."
" Biasa-lah, namanya juga laki-laki, sukanya yang atraktif gitu loh."
" Untung ... bojoku ora koyo ngono." 
" Kalo cuma pengen dolanan wae, gak punya itikad baik, mbok wis ...." 
" Aku ra popo .... tapi suwe-suwe yo popo."


Di setiap sudut tidak ada yang tidak bicara cinta. Percakapan-percakapan seperti itu mungkin sudah biasa atau sering terdengar di telinga. Apalagi bagi para wanita. Saya sendiri sebenarnya juga tidak sengaja menyimak obrolan-obrolan yang dilontarkan beberapa pramuniaga saat berbelanja di Departemen Store, seminggu yang lalu. Obrolan sederhana antara segerombolan gadis yang berumur sekitar 23 tahunan, tapi sangat cukup menohok perasaan saya ( sedih ......Hiks ). 

Berawal dari dua orang, akhirnya menjadi enam orang yang saling sahut-sahutan. Kalau dipikir-pikir, gadis seusia itu aja tidak terima, lalu bagaimana dengan gadis seusia saya ? Percakapan itu belum seberapa (seperti yang saya simak, atau lebih tepatnya nguping .... he he he ), masih banyak obrolan-obrolan lain yang lebih seru. Rasanya tidak etis kalau saya kemukakan disini, karena terlalu menyudutkan kaum Adam.

Mengumbar atau meng-ekspos hubungan pribadi, bagi saya, bukanlah sebuah hobi. Saya juga sudah kenyang dengan godaan, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Sudah sering melihat, mendengar dan menghadapi manusia-manusia pengobral cinta. Tahu mana yang benar-benar cinta dan mana yang abal-abal. Saya juga Lebih suka diam atau tersenyum kalau ada sesuatu yang kurang benar. Apalagi kalau sedang mengamati tingkah orang lain ( sengaja atau tidak sengaja ) atau kalau ada manusia iseng yang mengamati saya. Diam dalam arti bukannya tidak tahu, tolol, bodoh atau gampang diperdaya. Punya kesabaran tinggi juga bukan berarti mau diperlakukan semena-mena. Sudah melewati batas kesabaran bagi saya bukan berarti kita harus membalas perlakuan buruk orang lain, tapi menghindari berurusan dengan mereka. Daripada sakit hati, lebih baik sakit gigi ...... Hamdan ATT banget ....... LoL.

Bagi seseorang yang punya perasaan, cinta bukan hanya sekedar cinta. Untuk bisa menjalin sebuah hubungan dengan lawan jenis dalam sebuah percintaan membutuhkan kejujuran, kepercayaan, kesetiaan dan kepastian. Tidak ada yang salah dengan cinta. Yang salah adalah manusia-manusia yang mengatasnamakan cinta untuk tujuan tertentu. Oknum tidak bertanggung jawab yang menjadikan cinta sebagai bahan lelucon dan mencari kesenangan. Boleh-boleh saja orang punya selera humor yang tinggi, asal jangan mempermainkan dan menertawakan perasaan seseorang. Ngono yo ngono, ning mbok yo ojo koyo ngono ...

Memang, kadang satu kesadaran muncul dengan beragam cara. Terlintas begitu saja, atau bahkan membutuhkan orang lain untuk menyentil kesadaran itu. Malah kadangkala, membutuhkan peristiwa menyentuh hati demi mencapai kesadaran. Merasuk hingga ke dalam kalbu dan menghentakkan setiap denyut nadi.

Dan kata-kata adalah sebuah cermin karena perkataan memantulkan beberapa pengetahuan tentang pendapat seseorang mengenai dirinya sendiri, meski mungkin mereka sedang membicarakan orang lain atau dilontarkan oleh orang lain. Sehingga memberikan kesempatan kepada Anda untuk melihat ke dalam diri sendiri. 

Dari sinilah yang saya ’berhenti’ sejenak untuk melakukan refleksi dan mereaktualisasi kesadaran diri bukan sebagai tukang masak, penulis, pelaku bisnis, pion politik, atau apapun, melainkan sebagai manusia dengan segala rintangan hidupnya. Hidup adalah sebuah jalan yang rumit, berkelok-kelok dan sebuah perjalanan yang pasti ada lubangnya dalam setiap fase meskipun jalan yang kita lalui terlihat mulus dan lurus. Apa yang terjadi pada orang lain ataupun pada diri kita sendiri adalah sebuah cermin. Pelajaran paling berharga yang tidak terlupakan.

Hanya manusia yang progresif-lah yang memerlukan refleksi diri. Manusia yang tidak ingin merugikan diri sendiri ataupun orang lain. Dengan kata lain hari ini lebih baik daripada hari kemarin dan hari esok adalah lebih baik dari hari sekarang.

Yesterday is just a story
Today is a reality
Tomorrow still mystery

Dan cinta akan selalu menjadi topik yang menyenangkan, tak pernah lekang oleh waktu ....

Tuesday, 11 March 2014

HEART & HURT


Hati .... tidak pernah ada matinya kalau berbicara soal itu, karena setiap jiwa yang masih bernapas, pasti memilikinya. Baik atau buruknya sebuah perasaan dan logika semua kembali kepada kualitas hati kita. Jika hati kita kotor dan penuh rasa dengki, maka itupun akan mempengaruhi bentuk apresiasi perasaan dan pikiran kita. 

Ibarat tubuh yang membutuhkan energi dari makanan seperti nasi, sayur dan lauk pauk lainnya, hati juga membutuhkan masukan energi. Itu sebabnya, hati sangat berkaitan erat dengan perilaku manusia dalam kesehariannya. Dan tidak ada seorangpun yang benar-benar tahu akan isi hati seseorang, mungkin hanya Tuhan yang tahu.

Dalam hidup kita, kita pasti pernah dihina atau dijadikan bahan pembicaraan karena kekurangan yang kita miliki atau karena perbuatan kita, entah yang kita sengaja ataupun tidak. Jika kita menghadapi hal seperti itu, reaksi kita pun berbeda-beda tergantung dari temperamen masing-masing orang. Walaupun ada yang merasa biasa-biasa saja saat diperlakukan seperti itu, tetapi sebagian orang pasti merasa direndahkan. Perbuatan yang dilakukan seseorang untuk menyakiti orang lain baik secara fisik atau mental itulah yang kita kenal dengan istilah bullying. Setinggi-tingginya orang mempunyai rasa humor, tetap saja ada rasa sakit hati kalau disinggung atau dihina dengan kata-kata kotor, apalagi bila hal itu dilakukan oleh orang yang tidak kita kenal sama sekali. Baik itu di dunia nyata ataupun di dunia cyber net.

Tidak dipungkiri kalau internet memang sangat membantu di tengah tuntutan dunia modern yang menginginkan segalanya serba cepat dan praktis. Kalau ingin tahu kabar terbaru dunia dan teman-teman kita, hanya tinggal klik internet, dan masuk ke jejaring sosial. Di situ akan terpampang berbagai tautan berita dunia, serta kabar terakhir mengenai kerabat dan teman-teman tercinta. Disana kita bisa ngobrol-ngobrol seru. Ada yang jatuh cinta, saling bertukar cerita, berkenalan, menangis bersama, bahkan ada pula yang menindas orang lain melalui jejaring sosial. Beberapa tahun terakhir ini, dunia maya memang telah menjadi tempat bergaul jutaan manusia di dunia. Tapi di sisi lain, kehadiran internet pun juga memunculkan banyak problem baru. 

Kita semua paham kalau tidak semua orang yang kenal melalui dunia maya adalah manusia baik-baik dan orang yang bertanggungjawab. Banyak predator, penipu, dan orang – orang tidak bertanggungjawab lainnya yang bisa merubah identitas mereka dalam hitungan menit. Mudahnya berganti wajah dan bersembunyi di balik identitas palsu membuat kejahatan melalui dunia maya makin menjamur. Masalah demi masalah yang mengedepankan internet sebagai media cukup mengkhawatirkan. 

Mungkin, saya juga termasuk salah satu korban aksi cyber-bullying dan harassment ( sedih banget .... hiks ). Padahal, kalau dipikir-pikir, saya menggunakan internet dan media sosial sewajarnya saja, termasuk komen, update status, mohon ma'af kalau ada kekhilafan dan selalu mengucapkan terimakasih pada para jempollers. Hanya meng-added orang-orang yang saya kenal saja, seperti kerabat dan teman-teman lama. Kalau untuk teman yang tidak saya kenal, biasanya saya lihat profil-nya dulu, baru saya konfirmasi. Bukan bermaksud untuk pilih-pilih teman, hanya sekedar memproteksi diri sendiri. Intinya, saya memanfaatkan teknologi yang ada untuk hal-hal yang positif dan sewajarnya. Dengan begitu-pun saya masih sering berurusan dengan manusia, yang entah dari mana asalnya, muncul begitu saja dengan kata-kata yang tidak senonoh dan komen-komen kasar yang menyakitkan hati. Selama ini, saya masih berusaha untuk bersabar dan tidak menanggapi perkataan mereka ataupun membalas perbuatan keji mereka. Menanggapi manusia seperti hanya akan menambah masalah saja. Innallaha ma'asshabirin .....

Tapi sebesar apapun kesabaran seseorang, tetap saja ada batas toleransinya. Bahkan, penulis yang sudah makan asam garam di dunia perkalimatan dan kata-kata sekelas Darwis Tere Liye pun risih kalau ada orang yang komen di page-nya dengan kata-kasar, kotor, jorok dan memprovokasi orang untuk debat kusir. Tidak tanggung-tanggung, dia langsung men-cipirili alias mem-blok orang-orang seperti itu. Seorang laki-laki saja risih, apalagi saya, seorang perempuan.

Dan itupun belum seberapa, cyber-harassment yang saya alami juga tidak kalah menyebalkan dan menghabiskan kesabaran saya sebagai manusia. Berawal ketika ada salah satu teman dunia maya yang tahu nomor handphone saya ( entah darimana dia mendapatkannya ). Pertama-tama saya masih ber-khusnudzon, berpikir kalau dia memang orang baik-baik, masih muda dan sopan karena selalu menggunakan ayat-ayat Qur'an dalam kalimatnya. Tiap hari dia mengganggu saya lewat sms, memang sih beberapa kali sempat saya balas ( pada saat hari raya ) tapi setelah itu tidak pernah lagi karena lama kelamaan text message-nya semakin ngaco dan diluar logika. Istilah psikologinya, bentuk teror dengan cara halus. Dan hal inilah yang lebih berbahaya karena menggunakan dalih agama. Sudah saya peringatkan lewat instant message, dia malah ngeyel. Saya delete dari facebook, masih ngeyel juga. Sampai saya posting nomer hp-nya di update status saya ( karena tahu kalau dia punya kroni yang masuk facebook saya ), eh ... masih super duper ngeyel juga ...... Hhhhhhhh !!!  Astaghfirullahal adzim .....

Dari situ, saya bisa menyimpulkan kalau laki-laki itu mungkin sakit jiwa. Coba, hari gini mana ada orang yang mau buang-buang pulsa ? Tidak dibalas, tidak apa-apa asalkan dibaca. Yang bener aja euy, karena seringkali yang saya temui dalam text-nya ada tanda ( ! ), berarti dia mengintimidasi si pembaca agar membalas pesannya. Ada salah seorang teman yang mengatakan kalau cyber-harassment seperti itu bisa ditindak lanjuti. Hmm .... harusnya manusia seperti itu masuk RS. Jiwa aja kali yaa ........ LoL.

Sebenarnya, pelaku cyber-harassment adalah pribadi yang tidak mau menghadapi resiko karena perbuatannya sendiri dan menyamarkan aksi mereka. Pada dunia nyata, mungkin saja orang itu pendiam, berperilaku baik, tidak pernah berbuat onar, dan tidak mem-bully orang lain. Tetapi di dunia maya, orang tersebut bisa saja menjadi sangat agresif dan berani melakukan cyber-harassment. Hal itu bisa saja disebabkan karena kurangnya perhatian dari orang lain saat ia berada di alam nyata, rasa frustasi, sakit hati, ingin membalas dendam atau juga karena ingin menutupi kekurangannya. Mungkin orang itu memiliki pemikiran yang salah kalau dengan berbuat onar dan melakukan harassment dapat membuatnya menjadi orang yang diperhatikan, tetapi ia juga tidak berani melakukannya secara langsung. Maka dengan media yang ada, ia menggunakan jejaring sosial dan internet untuk meng-harrass orang lain. Tujuannya, agar ia mendapat perhatian dan diakui oleh orang lain.

Sebagai generasi muda yang cerdas, kita harus bijak dalam kehidupan kita sehari-hari. Tunjukkan bahwa dengan teknologi yang ada kita dapat menghasilkan hal positif dan menguntungkan. Dan bukan menjadi budak teknologi. Jadilah orang yang menghargai orang lain, baik di alam nyata ataupun di dunia maya. Seperti dalam pepatah Jawa, Ajining diri ana ing kedhaling lathi, Ajining salira ana ing busana. Isi dengan kegiatan-kegiatan yang positif, dan bukan kegiatan yang merugikan diri kita sendiri, apalagi kalau untuk mengganggu kehidupan orang lain. Masih banyak kegiatan positif yang mendidik sekaligus menyenangkan untuk kita jalani.

Memang sangat tidak mudah menjadi orang sabar, apalagi menjaga hati dari sikap marah dan benci dalam menghadapi perlakuan yang menyakitkan dari sesama manusia. Bicara memang mudah, tapi dalam prakteknya, sangat susah untuk dijalani. Kita mungkin paling tahu apa yang kita mau, tapi Allah lebih tahu apa yang kita butuhkan.

Dan sabar itu adanya di dalam hati. Dari hal-hal yang menyakitkan itulah kita bisa mengambil pelajaran yang terbaik. Kita jadi bisa memilih, mana yang penting dan mana yang tidak penting. Melepaskan sesuatu yang lebih banyak mudharat-nya daripada manfa'atnya, itu lebih baik. Semoga ALLAH, SWT selalu melindungi dan memberkahi kita semua, sekaligus menambah energi kesabaran dalam diri kita, Aamiin ....


Thursday, 20 February 2014

KEJUJURAN

Placecard

Di jaman sekarang susah sekali menemukan orang yang jujur. Dan bicara tentang kejujuran adalah satu topik pembicaraan yang sangat mahal. Sulit mencari orang yang bisa dipercaya. Tak urung, orang kepercayaan pun bisa jadi musuh dalam selimut. Kebanyakan dari mereka tidak satu kata, hati dan perbuatan. 

Jujur bila diartikan secara baku adalah " mengakui, berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran ". Jadi, secara baku dan harafiah jika seseorang berkata tidak sesuai dengan kebenaran dan kenyataan atau tidak mengakui suatu hal sesuai yang sebenarnya, maka orang tersebut sudah dapat dianggap tidak jujur, menipu, mungkir, berbohong, munafik atau lainnya. Seorang yang jujur tidak akan membolak-balikkan fakta dan bermain kata-kata apabila berhadapan dengan sesuatu perkara.

Dan ada satu hal yang barusan saya ketahui kalau ternyata kejujuran itu sifat yang bisa diturunkan ke anak cucu. Itu saya sadari saat saya tahu ada sebuah keluarga, dari orangtua sampai anak punya sifat yang sama, pendengki, senang pamer dan sering bohong. Dan seperti yang sering saya amati, orang-orang yang suka bohong itu punya kecenderungan suka menyombongkan diri, di puja-puja setinggi langit, gila pangkat, gila hormat, tidak mau kalah dengan yang lainnya, bicaranya berlebihan dan narsis abis. Apa yang dikatakannya pun tidak sesuai dengan fakta yang ada. Jadi, bukan hanya shalat aja yang berjama'ah tapi bohong juga berjama'ah .... LoL. Saya sering menghadapi orang-orang dengan perilaku menyedihkan seperti itu .... amit-amit jabang bayi.

Sejak kecil, keluarga saya selalu mengkondisikan agar jangan pernah berbohong pada setiap orang. Mulai dari nenek sampai orangtua saya sendiri, mereka tidak pernah bosan untuk mengingatkan kami semua. Meskipun, jujur nih, kadang saya ada bohong - bohong kecilnya juga, dengan maksud untuk menyelamatkan diri agar tidak diomelin. Berhubung tidak punya bakat menjadi pembohong, makanya kalau bohong, pasti cepat ketahuan ..... he he he. Akan tetapi, kalau untuk urusan yang penting dan menyangkut orang banyak, saya selalu berusaha untuk jujur, sesuai dengan realita yang ada. 



Ada banyak hal yang sering saya alami saat berurusan dengan manusia-manusia yang tidak jujur. Karena tingkah laku mereka, terkadang saya dan orang yang berada di sekitarnya terkena imbasnya. Menjadi terlibat pada satu hal yang sebenarnya bukan urusan saya. Tujuan utama saya yang tadinya ikhlas hanya ingin membantu, malah pada akhirnya berubah memojokkan dan menunjukkan kalau seolah-olah saya adalah pelaku utamanya. Ibaratnya, tidak makan buah nangka tapi malah terkena getahnya ..... ampun daaahh. 


Hal lain yang paling menyakitkan hati adalah ketika ada orang yang mengatakan sesuatu dan saat kita meng-konfrontasikannya kepada pihak yang bersangkutan, orang itu malah mengatakan hal yang sebaliknya di hadapan orang lain. Jadilah kita yang sebenarnya bicara jujur malah dianggap berbohong. Seperti kata pepatah kata Jawa, " Wong Jujur Malah Ajur ". Sungguh, orang munafik seperti itu lebih berbahaya daripada orang kafir ..... Naudzubillahi min dzalik. 

Saya juga sering mengalami kejadian menarik kalau berurusan dengan manusia-manusia yang tidak jujur dalam perilakunya. Dalam sekali pandang atau pembicaraan, biasanya langsung ketahuan kalau orang itu jujur atau tidak. Entah itu suatu kebetulan atau apa, selalu saja ada kejadian diluar logika. Dan saya juga bisa merasakannya hal itu sebelumnya. Sepupu saya suka menyebutnya six sense, tapi saya lebih suka menyebutnya intuisi yang mendadak tajam. Karena setiap orang yang berpikiran logis pasti bisa merasakan sesuatu kalau ada yang tidak beres. Berbekal pengalaman-pengalaman seperti itulah, maka saya lebih berhati-hati lagi. 


Semua orang tahu kalau satu kebohongan pasti akan memicu seribu kebohongan lainnya. Jadi nggak ada tuh yang namanya hanya sebuah kebohongan, karena pastinya akan ada kebohongan lain untuk menutupi kebohongan sebelumnya. Dan yang menabur biji kebaikan pasti ia akan menuai kebaikan dan demikian pula dengan orang yang menabur biji kejelekan pasti ia akan menuai kejelekan pula. Siapa yang menabur benih, dia lah yang akan menuai. Siapa menabur angin, dia akan menuai badai. Ini sudah merupakan ketetapan Allah, SWT.

Tiada manusia yang bersih dari dosa dan kesalahan. Setiap orang pasti pernah melakukan kekhilafan. Apalagi orang seperti saya, Hiks ..... Namun sebisanya kita selalu berusaha untuk berjalan diatas prinsip kejujuran, bila ada kelalain dari kita, hendaknya segera mengoreksi dan memperbaiki diri. Semoga kita terus menjadi manusia yang jujur sampai akhir hayat. Aamiin, Yaa Rabbal ‘alamin .....

Wednesday, 19 February 2014

MEMORY

Tree Heart



Biarlah aku menyimpan bayangmu
dan biarkanlah semua menjadi kenangan
Yang terlukis didalam hatiku
Meskipun perih
Namun tetap slalu ada di sini ....



Lagu yang pernah dilantunkan oleh Reza dan Masaki Ueda ini sangat familiar ditelinga saat saya masih kuliah. Kenangan atau memory, pasti setiap insan manusia punya akan hal itu. Sesuatu yang bisa membuat kita tertawa, menangis, merenung, sedih, kesal dan campur aduk. Kenangan adalah tetap sebuah kenangan. Hal yang tertinggal di dalam sistem memory otak kita. Sesuatu yang bisa membuat hidup kita lebih bermakna. 

Kadang kenangan manis maupun pahit membuat kita dapat tersenyum saat kita berpaling sejenak kebelakang. Baik, buruk, pahit manis, menyenangkan ataupun menyakitkan adalah hal-hal yang tidak dapat kita hindari dalam kehidupan. Seperti dua sisi mata uang. 

Ada kalanya yang kuat tersimpan dalam kenangan justru luka-luka kehidupan yang sangat dalam. Padahal, semua peristiwa tragis, peristiwa pahit, perselisihan, pertentangan, atau peristiwa yang menimbulkan luka itu, tetaplah merupakan bagian dari sejarah hidup kita yang tak terelakkan. Setiap jaman memiliki kekuatan dan kelemahannya sendiri-sendiri, begitu juga mereka pelaku-pelaku peristiwa di dalamnya.

Satu hal yang selalu saya syukuri karena ALLAH, SWT masih memberi saya Brain Memory yang sangat kuat. Mungkin, memory dalam otak saya ada 1000 Giga Bytes .... LoL. Meskipun seiring dengan bertambahnya umur memory itu juga semakin lamban. 

Masih ada dalam ingatan semua kenangan yang pernah saya alami. Sejak masih kecil sampai sekarang. Dengan semua tingkah laku dan perkataan-perkataan orang yang berinteraksi dengan saya. Dari satu daerah ke daerah lainnya, adat istiadatnya, bahasa daerah yang digunakan dan juga makanannya ( karena mengikuti orangtua yang harus berpindah dinas ). 

Pun juga dengan semua kejadian yang telah saya alami selama sepuluh tahun belakangan ini. Saat secara beruntun kehilangan adik, nenek, bude dan beberapa family yang sangat dekat dengan saya. Kalau saya menoleh ke belakang sejenak, kadang terheran-heran sendiri, bagaimana dulu saya bisa melalui semua itu, kehilangan suporter-suporter paling penting. Kalau itu terjadi sekarang, mungkin saya tidak sanggup menanggungnya. 

Sungguh, semanis atau seburuk apa pun peristiwa itu, sepahit apa pun luka yang ditimbulkannya, sekuat apa pun kenangan yang muncul karenanya, tetaplah ada hikmah dan pelajaran hidup yang sangat berharga di sana. Mereka sedang menanti kita di balik peristiwa itu, untuk menyapa kita agar kita terus bersikap bijak , membuat kita terus tumbuh dan maju ke depan. Apapun yang terjadi di hari kemarin, hari ini dan hari esok adalah sebuah ketentuan Ilahi. Semoga saya tidak terkena penyakit lupa .... Aamiin.

Saturday, 15 February 2014

VOLCANO DISASTER



Gunung berapi merupakan salah satu bencana alam paling berbahaya di seluruh dunia. Bagaimana tidak, setiap kali ada gunung yang meletus, selalu saja memakan korban jiwa yang tidak sedikit dan kerusakan harta benda. Bukan hanya penduduk yang tinggal di sekitarnya tapi dahsyatnya ledakan dan penyebaran abu vulkanik bisa mencapai ratusan kilometer jauhnya. 

Dan hari jum'at kemarin merupakan hari yang tidak terduga. Mendapatkan kado Valentine's Day berupa abu vulkanik dari Gunung Kelud. Tidak terduga karena hujan abu yang turun lumayan tebal, sekitar 7 cm, dari tengah malam dan baru berhenti pada siang hari, keesokan harinya. Sebelumnya, sekitar pukul 22.30 malam terdengar suara ledakan seperti bom TNT. Banyak yang mengira kalau Gunung Merapi yang meletus karena Solo memang lebih dekat dengan Gunung Merapi daripada Gunung Kelud. Lebih terbiasa dengan wedhus gembel ..... LoL.

Pada awalnya saya mengira kalau hujan abu tidak akan lama dan tidak setebal itu. Seperti pada saat Gunung Merapi erupsi. Tapi lain ladang lain belalang, lain gunung, lain pula isi muntahannya. Kalau hujan abu Gunung Merapi berwarna abu-abu putih, tipis, terasa panas dan sekali diguyur air langsung musnah. Sangat berbeda dengan material hujan abu Gunung Kelud. Berwarna agak kecoklatan, kasar dan kalau disiram air terasa licin seperti lumpur. Abu yang tertiup angin membuat jarak pandang hanya 10 meter. Membikin sesak napas dan mata perih. 

Orang-orang yang tadinya mengeluh karena Tahun Baru Imlek yang identik dengan hujan sehari-hari, becek, basah, dingin, sekarang malah mengharapkan hujan deras. Jadinya kerja bakti di rumah masing-masing tanpa henti karena abu susah di bersihkan. Nggak terhitung, berapa kali saya menyapu, mengepel dan menyiram halaman. Hanya hujan yang mampu menyapu bersih abu vulkanik. 

Banyak hal yang didapat dari  bencana ini, mungkin hujan abu tidak seberapa bila dibandingkan dengan mereka yang tinggal di dekat Gunung Kelud, Gunung Merapi atau Gunung Sinabung. Harus banyak-banyak ber- muhasabah dan mengucapkan istighfar. Apa yang terjadi di dunia ini merupakan kreasi dan maha karya Sang Pencipta alam, ALLAH, SWT. Pasti ada hikmah dibalik semua itu, Wallahu'alam bish shawab. 


Saturday, 1 February 2014

AKULTURASI


Dominasi warna merah dan kuning saat perayaan Tahun Baru Imlek bisa dilihat dimana-mana. Mulai dari makanan, lampion, gantungan hias, stiker hingga amplop angpao. Beberapa hari menjelang tahun baru kesibukan dalam rumah warga keturunan Tionghoa sudah terlihat. Dimulai dengan pembersihan rumah secara besar-besaran, bahkan ada yang mengecat baru pintu-pintu dan jendela. Ini dimaksud untuk membuang segala kesialan serta hawa kurang baik yang ada dalam rumah dan memberikan kesegaran dan jalan bagi hawa baik serta rejeki untuk masuk.

Hiasan dan makanan di perayaan Imlek memiliki arti sendiri. Warna merah bagi masyarakat Tionghoa dipercaya mengandung makna semangat dan keberuntungan. Imlek identik dengan Angpao, Nian Gao atau kue keranjang, jeruk Ponkam, jeruk Santang, kue KU merah, kue Moho, kue lapis, ikan bandeng, pohon Mei Hwa, dan patung kucing yang tangan kirinya selalu berayun. Makanan dan pernak-pernik seperti itu di jual di setiap sudut. Bahkan di warung-warung di dekat rumah saya. Kalau saya sih, lebih suka menunggu upeti dari tetangga .... LoL ......

Kalau perayaan Tahun Baru Masehi ramai dengan letusan kembang api dan petasan dan bunyi terompet. Di Solo, mungkin perayaan Tahun Baru Imlek dan Tahun Baru Hijriyah lebih meriah dan bermakna daripada perayaan Tahun Baru Masehi. Kalau Tahun Baru Imlek meriah dengan pernak pernik makanan, Tahun Baru Hijriah dirayakan dengan lebih tenang dan khidmat. 

Umat Islam memperingati hari raya tersebut dengan memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pada saat itu, umat Islam biasanya membaca doa awal tahun, berdzikir, serta memohon ampun atas segala dosa yang diperbuat di masa lalu, juga berdoa agar diberi keselamatan dan rezeki di tahun ini. Shodaqoh atau sumbangan juga biasa diberikan kepada orang-orang yang kurang mampu dan anak-anak yatim piatu di momen Tahun Baru Islam.

Sama seperti hari-hari besar Islam lainnya, peringatan Tahun Baru Islam dimulai sejak sore hari setelah matahari terbenam. Ada ritual tahunan yang selalu ditunggu oleh masyarakat yang tinggal di sekitar Solo dan kota-kota lainnya yaitu kirab ( tradisi yang hanya ada di Solo dan Yogya) yang diadakan dua kerajaan, Mangkunegaran dan Kasunanan. Biasanya ribuan orang dari berbagai penjuru datang memadati dua kerajaan selepas Dhuhur dan semakin banyak menjelang upacara adat peringatan malam Tahun Baru Hijriyah atau malam 1 Suro. Baik yang hanya sekedar menonton jalannya prosesi kirab ataupun yang ingin ngalap berkah

Pihak kerajaan membagikan biasanya membagikan berbagai makanan seperti nasi bungkus, kue apem, jenang Suran, uang receh dan juga air bekas jamasan pusaka keraton. Banyak orang memperebutkan air bekas cucian pusaka dengan harapan mendapatkan barkah. Kalau yang terakhir ini sebaiknya tidak perlu ditiru karena penuh kemusryikan dan secara logika, air bekas cucian pusaka tentunya kotor dan jauh dari kata hygienist.

Banyak sekali warga keturunan Arab dan Tionghoa yang tinggal disini. Kebanyakan dari mereka adalah para pelaku bisnis. Masyarakat di kota tempat saya tinggal ini sangat familiar dengan budaya dan makanannya. Sebaliknya, mereka juga sudah sangat menyatu dengan kehidupan orang-orang Jawa dan bahkan, lebih suka menggunakan bahasa Jawa dalam kesehariannya daripada bahasa Indonesia. Bukti hubungan baik antara masyarakat Tionghoa, Jawa dan Arab sudah mendarah daging. 

Memang, tidak mudah menyatukan beberapa perbedaan yang sangat mencolok, tapi itu tidak berlaku di sini. Adanya tempat ibadah yang berdekatan menandakan kerukunan antar umat beragama sangat kuat. 

Jadi nggak perlu heran kalau di Solo, di setiap sudut, Anda menemukan Dim Sum, Sea Food, Kweetiau, Pak Lay, nasi bakar Sechuan, kue Moci, Bak Pao, Bebek Peking. Ingin mencicipi masakan Arab ? datang saja ke Kedung Lumbu dan Pasar Kliwon disana banyak penjual nasi Kebuli, Ruz Biryani Lahm, Khobus Tannur, Kue Kaak, Kabab, Roti Maryam, Syawarma, Sate Kambing , buah kering dan pernak-pernik khas Arab .... ditambah bonus, cuci mata .... he he he.

Percampuran budaya yang terus berkembang menjadi salah satu bukti akulturasi, peleburan terjadi dengan saling hidup berdampingan dan menjunjung nilai-nilai toleransi.



Monday, 30 December 2013

NEW YEARS


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Melepaskan tahun yang silam untuk memasuki tahun yang baru. Seluruh dunia merayakan malam pergantian tahun dengan pesta kembang api sebagai tanda dimulainya awal yang baru. Karena bukan tipe manusia yang suka dengan keramaian, saya selalu menghabiskan moment pergantian tahun dirumah. Merenung ? tidak juga, LoL ...

Biasanya sih, hanya menonton sinema TV, membaca buku atau mengedit naskah yang saya endapkan berbulan-bulan. Ritual yang berbeda saat  merayakan pergantian tahun baru Islam. Dimana saya selalu membaca do’a akhir tahun selepas shalat Asar dan membaca do’a awal tahun sehabis shalat Maghrib. 

Pergantian tahun selalu identik dengan evaluasi dan resolusi. Meskipun, bagi saya pribadi, evaluasi diri tidak menunggu setiap akhir tahun, ataupun kalau punya suatu rencana kita akan melaksanakannya di awal tahun. Kebetulan, saya orang yang tidak terlalu banyak rencana dan bukan tipe manusia yang punya banyak keinginan alias tidak terlalu muluk-muluk. Kalau kebetulan bisnis semakin lancar, tabungan semakin gendut atau naskah-naskah bisa terbit, itu semua saya anggap sebagai perjalanan hidup. Karena sebagai manusia saya wajib berusaha. Tapi tetap saja pergantian tahun menjadi moment yang istimewa. Apa yang belum terpenuhi di tahun ini, semoga bisa terjadi di tahun mendatang. Terutama dengan resolusi utama saya, yaitu , menikah ….. lol.

Memang, terkadang hidup tidak berjalan seperti apa yang kita harapkan. Ada tangis dan tawa. Semakin bertambahnya umur dan pengalaman, semakin bertambah pula pelajaran yang saya dapatkan. Cara pandang saya terhadap sesuatu hal juga berubah. Saya bukan lagi orang yang ngoyo dalam menginginkan sesuatu. Lebih menghargai semua yang berada di sekeliling saya, termasuk yang berhubungan dengan perasaan orang. Semakin berhati-hati dan tidak sembarangan. Itu bukan berarti saya berubah menjadi manusia lemah, pesimis ataupun sudah puas dengan apa yang saya lakukan. Bagi saya, puas dengan apa yang sudah dilakukan di masa lalu, itu berarti tidak punya masa depan. Kalaupun ada resolusi yang belum terpenuhi, saya menganggapnya bukan sebagai suatu kegagalan, tapi penundaan. Dan waktu-lah yang akan membuktikannya. Karena saya percaya, sesuatu yang terjadi sudah diatur oleh Sang Pencipta. Selalu ada hikmah dibalik kejadian yang kita alami. Orang boleh saja meramal tapi tidak ada seorangpun yang bisa menahan lajunya takdir.


Dan saya selalu memilh untuk terus berjalan. Que sera, sera, whatever will be, will be. Tetap memandang kedepan sambil tidak henti-hentinya berharap akan hal-hal manis yang sudah tertulis dalam buku kehidupan. Karena hidup terasa lebih indah kalau kita mensyukuri apa yang kita miliki. Hanya ingin mengucapkan “ SELAMAT DATANG TAHUN 2014 ”, Bismillahirrahmanirrahim, semoga menjadi tahun yang terindah …. AAMIIN.