Monday, 17 November 2014

Specific Character


Indonesia adalah negara kepulauan dengan berbagai macam suku, adat istiadat dan bahasa daerah. Setiap daerah mempunyai ciri khas masing - masing baik itu kebudayaan ataupun individunya. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Kebiasaan, kepercayaan, nilai-nilai, hukum dan moral pada suatu kelompok masyarakat tertentu yang bersifat nyata dan dilaksanakan secara turun temurun. Secara sederhana kebudayaan yang berada di lingkungan manusia tempat dimana dia tinggal akan membentuk kepribadian orang tersebut. 

Begitu juga dengan karakter atau kepribadian seseorang. Karakter tidak terbentuk secara kodrati, tetapi karena adanya proses seseorang dengan lingkungan sekitarnya termasuk salah satunya karena adanya kebudayaan. Karakter juga merupakan kecenderungan psikologis seseorang untuk melakukan tingkah laku sosial tertentu, baik berupa perasaan, berpikir, bersikap, dan berkehendak maupun perbuatan. 

Secara umum kebudayaan dan karakter saling memiliki keterkaitan dalam kehidupan setiap manusia. Karena, pada hakekatnya manusia adalah makhluk sosial yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya. Pada umumnya, masyarakat di Indonesia masih memegang teguh tradisi kebudayaan dari daerahnya masing-masing. Jadi, apabila seseorang berada di lingkungan yang kental akan kebudayaan maka karakter orang tersebut akan sesuai dengan kebudayaannya. 

Saya sendiri keturunan Jawa, lebih tepatnya Solo atau Surakarta Hadiningrat .... LoL. Dimana sejak lahir saya terdidik dalam budaya Jawa dan Islam. Keluarga besar saya kebanyakan masih mengikuti beberapa tradisi sebagaimana adanya adat istiadat keturunan Solo, meski saya dan keluarga saya tidak mengikuti secara keseluruhan. Simpel aja sih, kalau ngikutin adat tuh, ribet. Lagipula, sejak kecil saya terbiasa berpindah-pindah kota, ngikutin bapak saya dinas, jadi mesti menyesuaikan diri dengan tempat dimana saya tinggal. Meskipun ada satu hal yang tidak bisa saya hindari kalau ada orang yang tahu tempat kelahiran saya, mereka pasti bilang, Oh, jebule Putri Solo tah .... he he he.

Surakarta, Solo atau Sala, mungkin satu-satunya kota di Indonesia yang punya dua nama. Terkenal dengan kota perdagangan, batik, kota kuliner dan yang pasti, Princess of Solo. Masyarakat yang identik dengan sifat ramah, rendah hati, sederhana, sopan-santun, lemah lembut tutur bahasa dan perilakunya. Penggemar langgam Jawa pasti familiar dengan lagu ini, Putri Solo .... Dasare keporo nyoto.... Lakune koyo macan luwe .... Kiyet kiyet suwarane .... Dadi lan pantese .... Mung Sandal jepit pengangite. Yang terakhir ini mah, gue banget .... he he he. 

Jujur, ada beban tersendiri kalau mengaku orang Solo. Ada pandangan kalau gadis asal Solo harus pandai menari, nembang Jawa dan membatik. Mlakune klemar-klemer, ngomonge klemak-klemek. Kebanyakan memang iya sih, tapi kalau bicara klemak-klemek nggak lah .... he he he. Soalnya, saya juga bisa bicara keras tapi nggak kasar lho, ya. Biar suka ngeyel, tapi pantang memaki dan bicara kotor. Penghuni kebun binatang nggak bakalan keluar .... LoL.

Meskipun ada Yogyakarta yang juga terkenal dengan kota budaya Jawa ( saya juga pernah tinggal lama di sana ). Mungkin karena di Yogya lebih banyak pendatang dan budaya disana sudah mulai luntur. Lebih banyak menggunakan bahasa Indonesia. Jadi atmosfer Jawanya beda gitu loh, di Solo lebih terasa. Selain itu, masyarakat Solo masih kental memegang budaya Jawa dalam kehidupan sehari-hari. Kebanyakan warga keturunan Arab dan Cina yang tinggal disini pun juga menerapkan hal-hal seperti itu dalam kehidupan sehari-hari. Mereka pun juga terlihat lebih Njawani dan lebih sering menggunakan bahasa Jawa daripada bahasa Ibu mereka.

Masih ingat ajaran-ajaran yang diberikan pada saat saya masih kecil, dan juga tetap terbawa sampai saat ini. Kalau berbicara dengan orang yang lebih tua dan mereka sedang duduk, kita tidak boleh berdiri, harus ikutan duduk. Bilang nuwun sewu, ndherek langkung kalau melintas di depan orang yang lebih tua. Laki-laki lebih diutamakan. Bicara yang sopan. Dulu, saya sering kena semprot habis-habisan karena sering melanggar aturan ... he he he.

Dalam masyarakat Solo, penggunaan bahasa Jawa sangatlah memperhatikan siapa yang diajak berbicara untuk menentukan ragam bahasa yang digunakan. Hal ini menunjukkan adanya unggah-ungguh atau sopan-santun yang masih dipertahankan, dilihat dari tingkat tutur berbahasa yang masih memperlihatkan, prinsip santun dengan memperhatikan siapa yang diajak berbicara dan kapan serta tempat peristiwa tersebut terjadi. Terlebih lagi dalam lingkup keraton yang masih dominan, sehingga dalam berkomunikasi antara satu dengan yang lainnya sangat berhati-hati karena terdapat berbagai lapisan yang berbeda sehingga dalam memilih kata, harus dapat menyesuaikan dengan situasi dan kondisi.

Ada tiga jenis bahasa Jawa yang digunakan disini ( yang pasti bahasa Indonesia juga ). Bahasa Jawa Ngoko, Krama Alus dan Krama Inggil. Pemakaian bahasa ini menyesuaikan dengan keadaan yang mengucapkan, siapa yang diajak berbicara, kapan, di mana, bagaimana, apa sebab, maksud dan tujuannya. 

Di era tempo dulu, bahasa Jawa Ngoko biasanya digunakan bagi yang mempunyai kedudukan yang akrab atau kedudukan salah satunya lebih tinggi. Sesama saudara, teman dekat, pembeli dengan penjual, majikan dengan pembantu. Krama Alus merupakan tataran bahasa menengah yang terletak di antara Ngoko dan Krama Inggil, karena salah satunya lebih tua dan yang lainnya umurnya lebih muda. Hal ini digunakan karena memberi kesan saling menghormati. Anak kepada orang tua, pembantu kepada majikan, bawahan kepada atasan, penjual kepada pembeli, orang yang baru dikenal atau ditemui. Dan Krama inggil digunakan untuk menunjukkan hubungan antar keduanya yang bersifat bersifat horizontal. Orang-orang yang bekerja di berbagai instansi,pelayanan publik. Yang lucu nih, ada sepupu ibu saya yang berbahasa Krama Inggil dengan saudara-saudaranya dalam kesehariannya, Pripun, dalem sowan kala wau mboten pinanggih panjenengan ..... kayak pertunjukan wayang orang aja jadinya .... he he he.

Lain dulu, lain sekarang. Kalau ada yang masih mempertahankan tradisi, itu sudah biasa. Jaman sekarang penggunaan bahasa Jawa sudah mengalami pergeseran karena kondisi saat ini, tergerus dengan arus modernisasi sehingga penggunaan bahasa Jawa semakin memudar. Mungkin mereka malu bertutur dengan bahasa Jawa, padahal bule-bule banyak yang belajar dan fasih berbahasa Jawa. Istilahnya, wong Jowo ilang Jawane. Tapi memang tidak semua orang Solo berperilaku halus dan lemah lembut tutur katanya. Banyak juga yang suka berbicara kasar dan bertingkah berangasan, semua itu tergantung di lingkungan mana dia tinggal. Banyak juga sih, yang ngaku-ngaku orang Solo, padahal bukan. Tapi biasanya kelihatan tuh, kalau sudah bertutur, Solo asli atau Solo kemringet alias Solo masih 60 km. 

Begitulah, sekelumit kisah tentang Solo, City never sleep, The Spirit of Java. Kota bagi orang yang ingin menikmati hidup, kuliner murah 24 jam nonstop. Asal jangan kepagian aja kalau ingin belanja ke pertokoan, soalnya rata-rata baru buka antara jam 10-11 pagi. Pada nyantai semua sih, kalau sudah rejeki nggak bakalan kemana kok .... LoL.


Friday, 17 October 2014

SELINGKUH


Aku wanita tak mungkin menerimamu
bila ternyata kau mendua
membuatku terluka
Tinggalkan saja diriku
yang tak mungkin menunggu
Jangan pernah memilih
Aku bukan pilihan .....

Lagu yang dinyanyikan oleh Iwan Fals yang cukup populer ini pasti sering terdengar di telinga Anda. Tapi sudah saya plesetkan liriknya menjadi wanita karena yang nulis saya ...... he he he. Diduakan, diselingkuhi, atau pernah selingkuh alias cheating. Mungkin selingkuh akan selalu menjadi topik yang tiada henti karena melibatkan banyak hal. 

Selingkuh, kenapa juga dinamakan selingkuh ya? Kata selingkuh sepertinya mulai booming di tahun 90-an, kalau nggak salah ingat nih. Soalnya sebelum itu, orang lebih sering menyebutnya dengan " main serong ". Selingkuh juga tidak membutuhkan kata depan, nggak lucu kan kalau kita menyebut dengan kata " main selingkuh ". Hmm ... apapun namanya kita musti berterima kasih dengan orang yang menciptakan kata selingkuh .... LoL. 

Lalu bagaimana dengan makna selingkuh dalam Kamus Bahasa Indonesia sendiri ? Dalam kamus tidak ada arti kata selingkuh yang menyuguhkan makna secara gamblang tentang arti selingkuh yang saat ini kita kenal. Selingkuh adalah suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri, tidak berterus terang, tidak jujur, curang, serong, suka menggelapkan uang, korup, dan suka menyeleweng. Wah, banyak banget ya, sembilan huruf tapi bisa mengaitkan berbagai macam hal. Tapi yang pasti sih, bikin kepala puyeng dan hidup semakin rumit.

Kalau merujuk ke kamus, semua orang yang tidak jujur adalah peselingkuh. Dari anak-anak sampai orang dewasa. Sepertinya selingkuh menjadi sebuah makna yang menyiratkan bahwa apapun yang berkaitan dengan ketidakjujuran dan kebohongan adalah perselingkuhan. Dalam pemikiran saya yang sederhana ini, tidak ada makna dari kata selingkuh selain perbuatan yang merusak arti kehidupan. Apapun itu alasannya. Entah itu buruk ataupun demi kebaikan, yang namanya bohong tetaplah bohong. Dan satu kebohongan akan menimbulkan seribu kebohongan lainnya.

Bagi kebanyakan orang, selingkuh memiliki makna yang kompleks. Makna selingkuh di mata pria dan wanita itu berbeda. Ada beragam alasan orang berselingkuh, kalau menurut saya sih, itu alasan klasik aja sebagai pembenaran perbuatan mereka. Ada yang karena alasan jarak atau LDR, alasan bosan, sang suami atau istri tidak menarik lagi, pihak lain yang selalu mengejar-ngejar sehingga akhirnya takluk, atau karena suami atau istri yang kelewat galak, alasan ekonomi, balas dendam. Bahkan ada yang melakukannya karena memang sudah sifat dasarnya atau tanpa alasan, terjadi begitu saja, tanpa direncanakan. Untuk yang terakhir ini, Istighfar dan tarik napas panjang dahh ........ he he he.

Sungguh ironis. Alasan yang dikemukakan biasanya out of common sense. Kalau memang yang disebutkan itu benar, misalnya galak, sudah tidak menarik lagi, bosan, ekonomi tidak tercukupi, lha kenapa dulu mau bikin komitmen. Kalau menurut saya nih, apapun keadaan pasangan kita kalau kita sudah memilihnya, kita harus menerima bagaimana adanya dengan segala resikonya. Kalau dibanding-bandingkan dengan orang lain, tentunya tidak bakalan ada manusia yang sempurna. Diatas langit masih ada langit. Kalau memang dari awal ada perasaan ragu-ragu, lebih baik tidak diteruskan, daripada keduanya saling tersakiti. Kecuali kalau kita dibohongi, itu mah sudah lain lagi ceritanya .... he he he. Mendingan langsung mundur aja dahh .....

Selingkuh secara otomatis memang selalu dikaitkan dengan masalah hubungan pasangan. Bagi orang tertentu, hal yang bisa dikatakan selingkuh jika pasangan kita pergi berdua dengan orang lain dan melakukan hal-hal sewajarnya orang berhubungan, atau lebih sempit lagi, selingkuh itu bila terjadi hubungan suami-istri, kalau kurang dari itu, bukan selingkuh namanya. Nah, lo, saya pun jadi berpikir, kalau begitu, sampai mana batasan selingkuh ya ? 

Ada berbagai macam selingkuh yang terjadi tetapi tetap aman tanpa ketahuan pasangannya. Berjuta cara dilakukan untuk menipu pasangan. Membohongi dan mengkhianati arti cinta yang sudah pernah dikatakan alias tidak konsisten. Tidak satu kata, hati dan perbuatan. Perselingkuhan itu hadir diawali dengan hal-hal yang tadinya dianggap biasa. Di era komunikasi yang canggih ini, betapa seringnya kita mendengar mulai dari saling SMS-an, BBM-an, WebCam-an atau Chatting-an di dunia maya. Kehidupan yang kita hadapi setiap waktu adalah berinteraksi dengan manusia yang mempunyai perasaan. Timbulnya segala sesuatu termasuk pada diri manusia itu dimulai dengan adanya niat, termasuk cinta. Kalau dari awal sudah berniat membina hubungan dengan niat yang baik, pasti tidak akan gampang tergoda dengan yang lain. Dan benih itu timbulnya dimulai dari perasaan. 

Terkadang banyak di antara kita tidak mengetahui apa arti dari selingkuh itu sendiri. Selingkuh fisik sudah banyak yang tahu, tapi kalau selingkuh hati ? Mungkin beberapa dari kita sekarang sedang menutup muka lantaran malu karena dulu pernah seperti itu. Ada yang ketahuan oleh pasangan atau bahkan lolos dalam seleksi penjagaan. Selingkuh hati ini tentu saja berbeda dengan selingkuh fisik karena kebanyakan tidak melibatkan kontak fisik. Walaupun tetap melibatkan ketertarikan secara fisik, ketertarikan terbesar biasanya muncul karena faktor emosional. Ekspresi, atau dengan kata lain pengungkapan tentang perasaan tertarik ini tidak selalu terjadi. Bahkan biasanya justru tidak diungkapkan. Sebenarnya selingkuh mau ketahuan atau tidak oleh pasangan, anda sudah mengalami sebuah kebohongan besar pada diri anda sendiri. Anda menipu diri sendiri. Dan selingkuh hati jauh lebih kronis dampaknya daripada selingkuh secara fisik karena orang yang selingkuh secara fisik terkadang tidak bermain dalam hati. Hingga jika tidak ada kesadaran serta kesabaran dari masing-masing pihak maka yang terjadi adalah efek yang terburuk.

Padahal, pada dasarnya selingkuh hati jauh lebih kompleks dan berbahaya. Fakta menunjukan bahwa selingkuh fisik belum tentu melibatkan selingkuh hati. Namun, apabila hati seseorang sudah selingkuh, " jalan tol " menuju selingkuh fisik sudah terbangun. Selain itu, mendeteksi terjadinya selingkuh hati juga lebih sulit dibandingkan selingkuh fisik. Jadi, tanpa diketahui tanda-tandanya, tiba-tiba seseorang bisa pergi dari pasangannya. Ini yang lebih menyakitkan, pergi tanpa pesan .... hiks.

Sebagai manusia normal yang berinteraksi dengan manusia yang lainnya, saya juga seringkali mendapatkan banyak godaan. Tapi semua itu berpulang pada diri kita sendiri. Setiap orang mempunyai satu kesempatan untuk selingkuh tergantung dari orang tersebut dan dimana kesempatan itu datang dan dimanfaatkan. Kemudian dengan mudahnya, menggunakannya sebagai dalih takdir yang menyebabkan dia bisa jatuh cinta ke orang lain tersebut. Padahal ada kesalahan yang disebabkan karena kita sadar dan ada pula kesalahan yang disebabkan karena kecerobohan kita sendiri. Tadinya hanya main-main, cuma bercanda aja, nggak tahunya malah keterusan. Jujur, berganti-ganti pasangan bagi saya bukanlah suatu prestasi yang membanggakan. Kalau hanya untuk mencari pengalaman, nggak usah jauh-jauh kok, belajar aja dari pengalaman orang lain. Ambil sisi yang positif dan buang yang negatif. Kalau mau dikatakan loyal, mungkin saya termasuk salah satunya ... cie ... cie .... LoL. Kesetiaan dalam suatu hubungan, bagi saya adalah hal yang penting. Beda dengan prinsip yang dianut teman saya, ” setia itu merupakan selingkuh yang tertunda “, alasannya, ketika berselingkuh, kita akan belajar menghargai apa arti dari kata “ setia ” tersebut. Selingkuh juga mengajarkan untuk menghargai begitu berartinya sebuah hubungan. Lha, itu kalau selingkuhnya hanya sekali, tapi kalau berkali-kali , itu sih bukan menghargai hubungan, tapi kurangajar namanya ..... parah deh ..... hadeehhh

Pernah diselingkuhi memang menyedihkan, tetapi orang yang selingkuh sejatinya lebih menyedihkan lagi karena dia nggak bisa menghargai hubungan yang sudah dia bina. Apapun artinya dan bagaimanapun caranya orang selingkuh, tetap saja selingkuh adalah perbuatan yang tidak dapat ditoleransi dalam sebuah hubungan. Semoga perjalanan saya dan juga Anda semua kedepannya baik-baik saja .... Aamiin Yaa Rabbal Alamin.




Saturday, 11 October 2014

HYPERTHYROIDia .... hyperthyroid diary



Sejak empat tahun yang lalu, saya memang sudah lepas dari terapi hipertiroid. Dan selama lebih dari empat tahun pula, saya merasa sehat wal afiat alias nggak pernah sakit. Paling-paling hanya flu ringan. Kalau soal jam tidur, dari dulu memang saya bukan tukang tidur. Kalaupun merem, paling hanya tidur " ayam " aja. Tidak seperti orang tua , adik atau saudara-saudara dekat saya lainnya, mereka semua pada " pelor " nempel langsung molor dan ngorok ........ he he he. Pun pada malam hari, saya sering terbangun tanpa sebab, jam berapa aja tahu. Jadi kalau saya bisa tidur nyenyak, Alhamdulillah yaa .....

Beberapa bulan terakhir ini saya sering merasa tidak enak badan. Badan terasa lemas, mudah capek, susah konsentrasi, malas, otot-otot dan tulang terasa ngilu. Sementara, banyak pekerjaan yang harus saya selesaikan. Sudah pasti menguras tenaga dan pikiran. Untunglah, semua bisa saya selesaikan, meskipun dengan susah payah dan penuh derita, sebab kalau tidak, bakalan menjadi kacau deh.

Dari berbagai keluhan tersebut, yang paling terasa mengganggu adalah perasaan malas, bahu dan leher terasa kaku. Karena pada dasarnya, saya manusia bandel dan tidak suka minum obat, tindakan yang saya lakukan cuma nempelin salonpas aja. Dari gejala itu saya pikir saya kolesterol, mengingat badan saya " big size " dan juga sudah jarang berolahraga, kalau melihat dari pengalaman tante saya yang terkena kolesterol.

Kejelekan saya yang lain adalah sering mengabaikan hal-hal kecil yang terjadi alias menganggap remeh penyakit. Nanti kalau bosan kan penyakitnya hilang sendiri. Padahal semua gejala tersebut sebenarnya merujuk pada satu penyakit yang pernah saya derita, yaitu gangguan tiroid. Sampai pada puncaknya, di waktu Subuh, saya mendapatkan lagi serangan panik mendadak alias Thyroid Storm. Pandangan mata kabur, bergoyang-goyang, detak jantung meningkat dan keringat dingin.

Pada waktu itu saya mencoba menenangkan diri dengan mengambil napas panjang tapi yang terjadi detak jantung malah semakin cepat. Saya berpikir untuk menelepon pakde saya, meskipun seorang Neurologist, setidak-tidaknya dia tahu penyakit saya. Tapi saya urungkan karena pakde pasti akan kebingungan, seperti yang terjadi saat ibu saya sakit, ntar jadinya malah piye iki .... piye iki ? Akhirnya, setelah bapak saya pulang dari masjid dan membuat semuanya terbangun, saya memintanya menelpon teman saya, dokter umum yang kebetulan tinggal di dekat rumah. Sarannya adalah segera ke IGD rumah sakit. Karena belum puas, akhirnya bapak saya menelpon Profesor yang merawat saya, dan beliau menyarankan untuk segera ke IGD pula. 

Sesampainya disana, saya langsung diberi O2, tindakan EKG dan cek darah. Tapi karena saya ada riwayat hipertiroid, maka dilakukan cek T3 dan T4 juga. Dokter penerima tidak berani mengambil tindakan sebelum hasil laborat keluar dan Profesor yang merawat saya datang. Jadi dari yang apa dirasakan sendiri gampangnya adalah bayangin aja kondisi waktu main sepak bola. Ngos-ngosan, deg-degan, keringetan ditambah mata kunang-kunang,  ya seperti itulah rasanya jadi penderita hipertiroid. Tapi begitu selang O2 dipasang, rasanya seperti mendapatkan bahan bakar, ada tambahan amunisi ........ he he he.

Bagaimana tidak, karena beberapa saat sebelumnya menggegerkan banyak orang, seperti sakaratul maut. Hanya mendapatkan perawatan standart, langsung pulih begitu saja. Meskipun ketegangan di leher belum reda. Yang paling menjengkelkan adalah rasanya kok saya seperti dipermainkan oleh penyakit ini. Dibikin malu. Begitu juga saat Profesor datang, beliau hanya menanyakan, semalam makan apa ? .... hadeeehhh. Padahal Dokter di IGD menganalisa kalau hipertiroid saya kambuh.

Setelah hasil laborat keluar, untuk hematologi rutin semuanya normal dan memang benar kalau ada peningkatan laju T3 dan T4. Untuk T3 jumlahnya 1.79 ng/ml ( nilai rujukan 0.79 - 1.49 ) dan T4 74.50 ug/dl ( nilai rujukan 4.50 - 12.00 ). Melihat hasilnya seperti itu, Profesor sampai geleng-geleng kepala. Meskipun beliau seorang Internist, pada akhirnya merujuk saya ke temannya yang lebih pakar, yaitu sub bagian Endokrinologi. Disana, saya diperiksa lebih teliti lagi termasuk tanda-tanda fisik dan tes darah lagi. 

Namanya juga peningkatan hormon tiroid berarti kadar hormon tiroid-nya dicek. Tapi selanjutnya yang diperiksa adalah yang bentuk bebas (free) atau FT4 dan TSHS karena yang berefek biologis. Ini pemeriksaan gold-standart karena semua penderita hipertiroid ( kecuali pada hipertiroidisme karena peningkatan TSHs ) kadar TSHs darahnya pasti rendah. Karena negative feedback, tubuh berusaha sekuat tenaga menurunkan kadar hormon tiroid dengan cara tersebut. 

Kelenjar tiroid sendiri diatur oleh kelenjar lain yang berlokasi di otak, disebut pituitari. Pada gilirannya, pituitari diatur sebagian oleh hormon tiroid yang beredar dalam darah (suatu efek umpan balik dari hormon tiroid pada kelenjar pituitari) dan sebagian oleh kelenjar lain yang disebut hipothalamus, juga suatu bagian dari otak. Hipothalamus melepaskan suatu hormon yang disebut thyrotropin releasing hormone (TRH), yang mengirim sebuah signal ke pituitari untuk melepaskan thyroid stimulating hormone (TSH). Pada gilirannya, TSH mengirim sebuah signal ke tiroid untuk melepas hormon-hormon tiroid. Jika ada aktivitas yang berlebihan dari tiga kelenjar ini maka suatu jumlah hormon tiroid yang berlebihan dapat dihasilkan, dengan demikian berakibat pada hipertiroid.

Angka atau kecepatan produksi hormon tiroid dikontrol oleh kelenjar pituitari. Jika tidak ada jumlah hormon tiroid yang cukup beredar dalam tubuh maka pelepasan TSHs ditingkatkan oleh pituitari untuk menstimulasi tiroid agar memproduksi lebih banyak hormon tiroid. Sebaliknya, ketika jumlah hormon tiroid berlebihan maka pelepasan TSHs dikurangi untuk mengurangi produksi hormon tiroid. Dan Alhamdulillah, hasil FT4 dan TSHS masih dalam batas normal, artinya tubuh saya secara klinis bisa melawan sendiri. Itu juga berarti kalau terapi sebelumnya berhasil. 

Seperti yang pernah saya share sebelumnya, penyakit ini bukan penyakit yang bisa menurun secara genetik apalagi menular. Panu, kadas dan kurap malah bisa nular-nularin tuh ..... LoL. Pada dasarnya semua orang mempunyai bakat untuk menderita penyakit ini, tinggal ada atau tidak pemicu eksternalnya. Banyak juga yang salah kamar, jantung berdebar dikiranya sakit jantung, mata kunang-kunang dikiranya minus, kurus dikira cacingan. Hanya sekitar 25-50% pasien hipertiroid yang betul-betul sembuh sempurna dengan obat, sehingga merupakan hal yang tidak mengherankan jika penderita dengan gangguan tiroid harus bolak-balik berobat ke dokter. Kalau saya sih, berharapnya, jangan sering-sering deh ...... he he he.

Beberapa ahli menyatakan bahwa salah satu pemicu dari kambuhnya penyakit ini adalah stress dan kelelahan yang luar biasa. Untuk sayuran, seperti kubis, selada, seledri dan kedelai yang dapat meningkatkan produksi hormon tiroid secara berlebihan sebaiknya dihindari ( padahal, saya tukang masak nih, mana bisa menghindar .... ). Juga dengan makan buah-buahan di malam hari. Kalau siang sampai sore katanya sih nggak masalah. Dan satu lagi, asap rokok. Karena adik dan bapak saya tidak merokok, sudah pasti rumah saya bebas dari asap rokok. Cuma, beberapa hari sebelum KO, saya bertemu dengan teman saya yang memang seorang perokok berat. Meskipun ngobrolnya tidak berdekatan tapi dia terus klepas ... klepus ... asapnya lumayan juga tuh bikin uhuk-uhuk. Saya sih tidak menyalahkan siapa-siapa. Semua orang sudah tahu tentang apa saja efek buruk dari rokok dan asap rokok. Hak asasi manusia gitu loh .... LoL.

Seminggu ini saya berdiam diri dirumah, karena memang diharuskan banyak istirahat, makan tinggi kalori, meskipun bosan .... he he he. Dokter hanya memberi saya Propanolol, 2 kali sehari 1 tablet dan Zypras, 1 kali untuk malam hari selama seminggu. Dan salonpas, masih saya pakai, karena masih merasa sedikit mabuk darat .... LoL. Harga obatnya sih nggak seberapa, hanya Rp.13.000 tapi cek laboratnya itu lho ....... ampuuuuun deh. Harusnya dipertimbangkan agar bisa dimasukkan ke asuransi BPJS tuh, mengingat semakin banyak orang yang menderita hipertiroid. Jadi jangan cuma layanan standar dan rawat inap aja dong, kasihan kan, yang punya penyakit lebih berat.

Setelah kambuh seperti ini, saya baru benar-benar menyadari, agar tidak meremehkan lagi gejala-gejala yang terjadi, sekecil apapun. Bahwa memang benar banyak orang rela menghabiskan hampir seluruh penghasilannya " hanya " untuk bisa menjadi sehat kembali. Saya sangat bersyukur masih bisa bernapas, berjalan, berpikir, makan, tidur, menulis dan diberi kesempatan oleh ALLAH, SWT. Satu karunia yang tidak tergantikan dengan jumlah nominal berapapun. Masih banyak yang lebih sakit dan menderita daripada saya. Semoga kita semua diberi kesabaran dalam menghadapi setiap ujian. Dan bagi sesama penderita hipertiroid, jangan patah semangat yaa, yang penting disiplin minum obat, memang sih penyakit ini sangat aneh dan nyebelin, sekaligus malu-maluin ... LoL. Sekian dulu ya, informasi tentang tiroid dari penderita hipertiroid yang " stay strong " ini ......... he he he. Tetap sehat , mind, body and soul .....


Sumber :
Prof. DR.dr. Zaenal Arifin Adnan, SpPD - KR.
DR. Supriyanto. K, SpPD - KEMD.



Saturday, 4 October 2014

EID DAY


Hari ini umat Islam di seluruh dunia berbondong-bondong untuk melaksanakan dua rakaat shalat sunah, yaitu shalat Ied. Meskipun di Indonesia ada perbedaan karena ada yang berkeyakinan untuk shalat Ied di hari minggu. Tapi saya dan keluarga saya lebaran hari ini, meskipun pelaksanaan qurbannya hari Minggu. Bukan apa-apa, karena tukang jagal dan tim-nya datangnya pada hari Minggu, waiting list gitu loh ...... he he he. 

Bagi umat Islam, Idul Adha dan Idul Fitri memiliki nilai historis yang begitu mendalam. Idul Adha atau yang sering kita kenal dengan Idul Qurban, mengingatkan kepada kita bagaimana proses perjuangan yang dilakukan oleh Nabi Ibrahim. Dimana nabi Ibrahim mendapatkan petunjuk dalam mimpinya untuk menyembelih putranya sendiri, yang bernama Ismail, putra yang ditunggu-tunggu selama bertahun-tahun. Disinilah nabi Ibrahim dituntut untuk memilih antara melaksanakan perintah Tuhan atau mempertahankan buah hati yang dicintainya. Sebuah pilihan yang cukup dilematis, namun karena ketakwaan dan kecintaannya kepada ALLAH, SWT melebihi segalanya, walau pada akhirnya nabi Ismail as digantikan dengan seekor hewan kurban atau yang lebih dikenal dengan kambing. Itu yang sering diceritakan mendiang nenek saya saat saya dan adik-adik saya masih kecil ..... dikorokin kupingnya .... LoL. 

Berbeda dengan Idul Fitri yang menjadi puncak dari kemenangan hanya dapat dirasakan oleh masing-masing individu yang menjalankan perintah sebelumnya yaitu berupa puasa di bulan Ramadan. Idul Adha yang bertepatan dengan pelaksanaan ibadah Haji menjadi momentum sejarah yang mengajak umat islam kepada pola kehidupan sosial dengan membangun kekuatan spiritualitas diri yang tinggi dan bentuk ketulusan dalam menjalankan perintah-perintah ALLAH, SWT. Qurban juga dijadikan kendaraan bagi seseorang menuju ke surga. Saat masih kecil dan belum paham betul, dalam pikiran saya waktu itu, terbang ke langit naik kambing. Bouraq aja kalah tuh .... he he he. Ada pemikiran seperti itu karena nenek saya seorang ahli tafsir, makanya pandai merangkai kata dan memberi penjelasan sesuai dengan kapasitas, yang mana untuk orang dewasa dan untuk anak-anak. 

Banyak cerita-cerita lucu dan sekaligus konyol saat saya masih kecil. Kalau di hari raya Idul Fitri anak-anak pada sibuk nyari duit, di hari raya Qurban pada berbondong-bondong datang ke halaman masjid, untuk melihat dan ngasih makan kambing. Bisa habis 100 halaman kalau semua kekonyolan itu diceritakan .... LoL.

Ibadah qurban adalah salah satu wujud dari rasa syukur, keikhlasan dan puncak ketakwaan. Sebagai tanda kembalinya manusia kepada ALLAH, SWT setelah menghadapi ujian. Qurban disyariatkan bagi manusia bahwa jalan menuju kebahagiaan memerlukan pengorbanan. Dan untuk mencapai ketakwaan bukan hanya pada hari raya saja tetapi juga dalam keseharian. 

Sebagai umat muslim kita dituntut tidak hanya melaksanakan ritual keagamaan semata atau hanya sekedar melaksanakan perintah ALLAH, SWT. Qurban juga sebagai wujud dari syiar dan memanifestasikan rasa solidaritas kita kepada sesama. Dengan cara membagi-bagikan daging qurban kepada kaum dhuafa di sekitar tempat tinggal kita. Artinya daging kurban tidak hanya dinikmati oleh saudara atau orang terdekat saja, tetapi benar-benar dinikmati oleh orang-orang yang membutuhkan.

Yang terpenting dalam hal ini adalah niat dan keikhlasan. Apapun perwujudan dari qurban, entah itu kambing, sapi ataupun onta, hanya ALLAH, SWT yang tahu kedalaman hati seorang manusia. Ada yang berqurban karena semata-mata hanya menjalankan tradisi sehingga syarat-syarat untuk berqurban diabaikan. Ada juga yang merasa " terpaksa " karena dia ingin agar orang lain tahu kalau mengeluarkan uang untuk berqurban.

Semoga Idul Adha kita kali ini menjadi semangat pengorbanan yang hakiki. Sebagai satu semangat yang melandasi hidup dan kehidupan kita menuju ridha Ilahi. Membuka hati nurani kita untuk menyadari realita akan kebesaran ALLAH, SWT. Dan yang sedang menjalankan ibadah haji, semoga menjadi haji yang mabrur .... Aamiin. 

EID MUBARAK ..... 


Sunday, 28 September 2014

ONLY A HUMAN

Hari-hari yang melelahkan karena mengurusi segala tetek bengek pernikahan adik sepupu saya dari A sampai Z. Lebih melelahkan lagi saat Departemen Kesehatan melakukan kunjungan ke rumah untuk mensertifikasi usaha kecil saya di bidang kuliner. Kunjungan setiap 3 tahun sekali yang mau tidak mau harus saya terima dengan ramah dan muka yang berseri-seri .... LoL. Sejak bulan April sampai dua minggu yang lalu seperti mengikuti lomba lari marathon, setiap detik kejar-kejaran dengan waktu. Rasanya lega setelah semuanya berlalu. Saya punya banyak waktu lagi untuk menulis dan keluyuran. Finally ......

Eh, malah ngelantur nih. Sebenarnya saya ingin nulis tentang tingkah laku manusia yang disebut dengan jahil bin usil alias iseng. Jahil atau usil menurut saya perilaku orang atau kelompok yang melakukan kegiatan untuk kesenangan pribadinya. 

Sebagai manusia, saya juga suka jahil bin usil. Karena suka bercanda, makanya saya suka iseng gitu loh .... he he he. Yang menjadi korban kejahilan saya sih biasanya anak kecil, teman atau orang-orang yang saya kenal dengan baik. Tapi kejahilan saya tidak keterlaluan lho, tidak sampai menyakiti fisik apalagi perasaan. Intinya, jahil yang nyata, tidak keterlaluan, nabok nyilih tangan atau istilahnya " lempar batu sembunyi tangan ". Kalau yang seperti itu menurut saya bukan cuma jahil, tapi juga pengecut. Amit-amit dah ....LoL.

Jujur, saya sendiri juga sering menjadi korban kejahilan orang lain ( hukum karma kali yaa .... he he he ). Saya sih, nyantai-nyantai aja. Mau dijahilin, diomongin, atau digodain, nggak bakalan ngaruh tuh. Bukan berarti saya tidak tahu, kalau masih dalam batas kewajaran sih biasanya saya cuma diam ataupun senyum-senyum aja. Bahkan ada yang hal-hal yang menurut saya aneh saat ada orang yang tak dikenal tiba-tiba saja mengkritik, mentertawakan, mencaci maki dan menghina. Kalau berhadapan dengan manusia seperti itu biasanya saya lebih suka menghindar. Bukannya takut atau tidak punya perasaan, tapi males aja. Rasanya kok malah seperti merendahkan level kita sama seperti orang itu. Nggak penting banget ......

Memang sih, sebagai manusia saya juga punya batasan. Punya kesabaran dan ketidak sabaran. Kalau dulu semasa masih kuliah, saya biasanya balik membalas kejahilan orang. Bukannya pendendam, tapi sekedar berbagi rasa aja, emang enak diusilin ...... he he he. Seiring dengan semakin berkurangnya umur saya alias semakin tua, saya biasanya membiarkan orang-orang yang bertingkah itu. Kalau menurut pandangan orang, kejahilan mereka sangat keterlaluan, biar Allah saja yang membalas. Disadari atau tidak, semua perbuatan, entah baik atau buruk, pasti akan berbalik kembali pada diri kita masing-masing. Ibaratnya, alam-lah yang akan berbicara.

Semoga kita semua tidak termasuk manusia yang keterlaluan karena pada dasarnya manusia dalam kehidupannya tidak bisa hidup dengan seenaknya sendiri, dalam kehidupan orang lain juga terdapat berbagai aturan, dimana aturan-aturan tersebut sesuai dengan norma-norma dan kaidah yang berlaku.

Ngono yo ngono
ning mbok yo ojo koyo ngono .... 


Saturday, 27 September 2014

THE WEDDING


I finally found someone
Someone to share my life
I finally found the one
to be with every night
'Cause whatever I do,
It's just got to be you
My life has just begun ....

Pernikahan adalah sebuah peristiwa yang sangat penting dan berarti dalam hidup seseorang, terutama kaum wanita. Sebagai babak baru dalam perjalanan hidup. Kesakralan sebuah pernikahan terlihat dari prosesi adat yang dilangsungkan sesaat, sebelum dan ketika pernikahan digelar. Meski kehidupan modern sering menganggap prosesi adat tidak praktis dan rumit, namun untuk sebuah pernikahan banyak orang tetap memandang penting menggelarnya sebagai bagian dari pelestarian tradisi sekaligus memaknai kesakralan pernikahan tersebut.

Beberapa minggu yang lalu keluarga besar saya punya hajatan mantu. Menikahkan adik saya atau lebih tepatnya adik sepupu, yang sudah saya anggap seperti adik kandung saya. Dan ketiga sepupu bersaudara ( anak-anak Bulik saya ) juga memanggil orangtua saya, papa dan mama. Karena sejak kecil mereka sudah menjadi anak-anak yatim, dan kebetulan bapak saya juga ikut mengasuh mereka. Karena mereka tinggal di Jakarta dan pernikahan dilangsungkan di Solo, jadi secara otomatis orangtua saya juga ikut-ikutan mantu. Dan saya " didhapuk " menjadi wedding organizer. Meskipun saya sendiri belum menikah ... hiks, tapi sudah terbiasa dengan yang namanya pernikahan. Karena seringnya menghadiri prosesi pernikahan dan ikut menyiapkan acara mulai dari pra upacara pernikahan hingga resepsinya, tapi kalau dulu sih seringnya hanya disuruh nganterin undangan atau dapat bagian bikin snack aja, soalnya masih dianggap anak bawang ..... he he he. Saya pun akhirnya kerap memperhatikan dan membandingkan urutan-urutan upacara pernikahan adat Jawa. Selain mendokumentasikan dalam ingatan momen-momen sakral pernikahan keluarga ( sepupu - sepupu yang tertua ) yang terdahulu.

Karena pernikahan adat Jawa yang lengkap tergolong sangat rumit dan melelahkan, tapi membahagiakan bagi sepasang pengantin .... LoL. Saya memberanikan diri untuk memangkas beberapa ritual agar pernikahan menjadi lebih sederhana tanpa mengurangi kesakralannya. Tidak seperti upacara pernikahan keluarga saya yang lainnya. Tapi karena para kepala suku alias pakde-pakde saya semuanya datang maka ada beberapa tradisi ( pakem ) pernikahan yang dilakukan dengan alasan pelestarian budaya yang sudah turun-temurun, seperti Midodareni, Seserahan dan Atur pambagyo. Setelah itu baru dilaksanakan upacara Akad Nikah dan Walimatul Ursy. Kalau mengikuti tradisi secara full, sampai seminggu juga nggak bakalan selesai dan sekaligus ngabisin duit. 

Rasanya plong saat acara berlangsung cukup sukses, meskipun sempat menaikkan tensi. Maklum, namanya juga menghadapi banyak orang, capek lahir batin. Semua berkumpul untuk menyambung tali silaturrahmi, nostalgia bagi yang sudah tua-tua ( asal jangan kelewatan aja yaa ... LoL ). Bantuan terhebat dari para koneksi, tim catering, fotografer, MC dan para penyanyi. Karena kebanyakan para tamu mengira kalau pesta itu menghabiskan dana 100 juta, padahal super irit banget tuh. Kasih tahu nggak yaa ...... he he he. Kalau dibilang puas, rasanya belum sih, soalnya sepupu saya yang lain minta pesta yang lebih spesial lagi. 

Terlepas dari semua itu, menikah juga bukan masalah pestanya saja, tapi yang lebih penting adalah akad dari pernikahan tersebut. Jangan sampai mengatur pesta sedemikian rupa, tapi rukun-rukunnya ditinggalkan. Moment yang terjadi sekali seumur hidup, Inshaallah. Karena sebuah keinginan untuk menikah dengan niat beribadah kepada Allah SWT dan menjalankan sunnah-Nya, merupakan berkah terindah dari Allah SWT. Semoga yang sudah berniat menikah segera terkabul dan terlaksana, termasuk saya juga loh ..... Aamiin Yaa Rabbal Alamin. 

Wednesday, 2 July 2014

INDONESIA AKAN MEMILIH

 


Satu minggu lagi Indonesia akan punya hajat besar yaitu pemilihan presiden. Lagi-lagi warga Indonesia berkesempatan turun tangan menentukan masa depan negara dan tentunya nasib masing-masing. Hasil pemilu Indonesia juga turut menentukan posisi negeri di kancah internasional. Mungkin bagi saya ( sekarang ) pemilu berarti sebuah kesempatan. Mumpung ada calon yang sesuai dengan kriteria saya. Kesempatan besar untuk mengubah suatu bangsa untuk bergerak lebih baik atau malah semakin terpuruk kalau kita salah pilih. Dan pemilu kali ini hanya hanya ada dua calon sekaligus juga bertepatan di bulan Ramadan.

Saya jadi teringat, di tahun 1998, saat puluhan ribu mahasiswa di seluruh Indonesia turun ke jalan ( termasuk saya ) sebagai bentuk partisipasi aktif dalam berpolitik. Tujuan kami saat itu adalah mencetuskan dan mendorong dimulainya era reformasi. Suksesi kepemimpinan, agar bukan itu-itu saja pemimpinnya. Dan reformasi ternyata bukan harga yang murah, karena pada bulan Mei di tahun itu juga terjadi kerusuhan. Entah siapa yang memulainya, yang jelas bukan dari kami, para mahasiswa. Bahkan di tempat saya, kerusuhan dan kerusakannya lebih parah dari Jakarta. Solo menjadi seperti kota mati. Dan perlu beberapa tahun untuk pulih kembali. 

Sejak reformasi tahun 1998 hingga saat ini, proses demokrasi di Indonesia sudah berjalan baik dan telah mengalami proses pendewasaan demokrasi. Tapi lama kelamaan kok jadi salah arah, melenceng dari tujuan yang semula. Sebenarnya pemilu adalah momentum demokrasi yang teramat penting sebagai bentuk kejujuran. Sebuah investasi untuk ke depan, sebagai modal memperbaiki kondisi bangsa dan negara. 

Tapi yang ada malah sebaliknya, korupsi dan kolusi semakin merajalela. Orang-orang yang dulunya berteriak perangi KKN, kolusi, korupsi dan nepotisme di jaman Orde Baru, malah menjadi manusia yang lebih rakus. Demo-demo yang nggak penting semakin marak. Banyak yang mengartikan reformasi sebagai kebebasan. Dikit-dikit unjuk rasa dan sering terjadi kerusuhan. Orang juga semakin mudah terprovokasi, tersulut amarahnya, sehingga main bakar dan main bacok pun dianggap sebagai proses demokrasi. 

Dan tahun 2004 adalah the real election bagi rakyat Indonesia karena sebelumnya presiden masih dipilih oleh anggota DPR / MPR RI. Jujur, saat itu saya masih ikut memilih karena masih bergabung dengan teman-teman di salah satu partai baru tapi setelah itu, saya out alias pensiun dari hiruk pikuk kampanye, say goodbye dan mengistirahatkan bendera partai yang lebarnya dua meter ( mungkin juga lebih .... LoL) didalam lemari. Pun dengan pilkada, setelah tahun 2005, saya dan keluarga besar juga tidak berpartisipasi. Dulu teman-teman saya kaget waktu tidak datang ke TPS, argumen saya waktu itu, mau milih, mau nggak, mau keluar dari partai, hak asasi dong .... he he he. Tapi sewaktu pileg kemarin mereka juga kaget karena saya dan keluarga saya nongol di TPS, karena hampir sepuluh tahun raib dari peredaran. Lama-lama saya berpikir juga, menjadi golput ternyata malah menjerumuskan ke dalam keterpurukan. Jangan ikut-ikutan yaa ..... nyesel deh ..... 

Apapun arti pemilu bagi Anda, saya tidak bisa mengaturnya. Semua berpulang pada diri Anda masing-masing. Tapi yang harus kita sadari saat ini adalah pemilu merupakan saat dimana kita sebagai rakyat bergerak melakukan perubahan. Meskipun semestinya ada hal yang perlu ditambahkan dalam Undang-Undang atau juga dihapus, apabila seseorang yang ingin mencalonkan diri sebaiknya mundur dan meletakkan jabatan sebelumnya, bukan hanya cuti. Kata-kata cuti sebaiknya dihapus saja. Kayaknya kok keenakan banget ya, kalau jabatan yang diinginkannya tidak kesampaian, dia masih bisa balik lagi ke jabatan lamanya. Ibaratnya, ninggalin istri pertama demi memburu istri kedua, begitu nggak dapet, balik lagi ke istri pertama. Gurih amaaat. Jadi OOT nih .... out of topic ..... he he he. 

Bayangkan kalau calon pemimpin melakukan hal itu, maka kita tidak akan mendapatkan pemimpin yang benar-benar fresh jalan pikirannya. Terkontaminasi dengan kepentingan ini-itu. Meskipun tidak bisa dipungkiri kalau dukungan itu juga merupakan koalisi untuk membentuk pemerintahan kedepannya. Jadi, tidak ada kamusnya kalau ada dukungan tapi tanpa syarat. Nonsense gitu loh .... 

Yang jelas, kita takkan pernah merasakan perubahan, apabila kita tak melakukan perubahan itu sendiri. Dan pemilu adalah moment penting untuk mengubah negeri ini. Pastikan nama yang akan anda coblos nanti benar-benar anda kenali dan benar-benar dapat menyuarakan aspirasi anda selama lima tahun mendatang. Jangan memilih presiden hanya karena cuma tahu nama dan nomor urutnya saja atau terpesona dengan pencitraan yang telah dibuat. Lihat track record-nya. Anda harus tahu benar bagaimana calon pemimpin itu, kalau perlu tahu telusuri riwayat hidupnya. Ini penting, agar jika dia benar-benar terpilih nanti, anda sebagai pemberi amanah tidak mengalami kekecewaan. 

Memang, tidak ada manusia yang sempurna, semua orang punya kelebihan, kekurangan dan juga dosa. Kalau mencari kekurangan, tidak bakal ada habisnya. Bercerminlah pada diri Anda sendiri, sudah hebatkah Anda ? Sudah sempurnakah ? Yang jelas, Anda harus bisa membedakan mana yang cocok menjadi Leader bagi negara kita. Mana yang lebih dibutuhkan oleh negara kita ?Kalau jadi Manager mah banyak yang bisa tuh. Tidak mudah lho, menjadi seorang pemimpin. Dan seorang pemimpin itu harus tegas dan punya kewibawaan, nggak cuma cengengas - cengenges aja. Jangan sampai kita gelo setelah memilih, nyesel selama lima tahun. Setelah pemilu dan keadaan semakin terpuruk baru sadar, oh ... ternyata begini. Itu bukan kesalahan dia, tapi kesalahan Anda sendiri dalam menentukan pilihan. Grusa-grusu, sekedar pokoke .... pokoke ..... terbuai dengan janji-janji palsu dan pencitraan. Pilihlah yang terbaik diantara yang terburuk. Kalau salah pilih kan yang rugi kita juga.

KPU juga harus bisa belajar dari pengalaman di pemilu-pemilu sebelumnya karena berdasarkan potret buram masih banyak oknum KPU yang terlibat dalam kecurangan penyelenggaraan pemilu dan berpihak kepada salah satu calon. Masih banyak yang menaruh curiga terhadap kinerja KPU dan juga diduga masih ada “ mafia politik ” yang bermain di belakangnya, sehingga mencederai demokrasi yang bebas, rahasia, jujur, dan adil. Bagaimana pemilu bisa jujur kalau KPU-nya sendiri bobrok. Sebaiknya jangan membuat kebohongan publik, kelihatan tuh, mana yang jujur dan mana yang tidak. Mana yang memihak ke salah satu capres dan mana yang tidak. Kalau ketahuan, pada pintar ngeles kayak bajaj ..... LoL.

Hal-hal yang perlu diwaspadai juga adalah bahaya laten komunis. Sebaiknya kita tidak menutup mata dan pura-pura bego. Solo di jaman dulu adalah basis PKI, sampai sekarang masih banyak anak turunnya dan bangga dengan ideologi yang mereka anut. Tetangga nenek saya pun dengan bangga memajang foto dirinya saat menjadi tentara PKI. Isu-isu dan black campaign yang terjadi saat ini, sama seperti kejadian di tahun 1965 ( menurut saksi sejarah yang masih hidup ). Jadi, hati-hati ..... 

Semua langkah yang anda ambil akan sangat bergantung persepsi terhadap arti pemilu bagi anda sendiri. Jika, anda cuma menganggapnya sebagai ritual lima tahunan yang nggak penting. Nggak ngaruh, toh kita juga nyari duit dan nyari makan sendiri. Mungkin anda juga nggak akan terlalu peduli siapa calon presiden yang anda coblos nantinya. Atau bahkan anda lebih memilih tidur di rumah daripada melakukan sedikit usaha dalam mengubah negeri kita. Soalnya bulan puasa ya, tidur kan dapet pahala ..... he he he.

Hari ini adalah masa depan bagi masa lalu. Dan masa depan kita, suatu saat akan menjadi masa lalu. Masa depan Anda akan suram, jika anda tidak fokus memperbaiki masa sekarang. Masa lalu, sekarang dan masa depan adalah serangkaian waktu yang memiliki jutaan pelajaran yang bisa dipetik. Semoga pemilu minggu depan sukses tanpa ada tindakan anarkis apabila calon presiden yang didukungnya kalah. Cukup sekali saja kerusuhan dan tidak perlu terulang lagi. 

Semoga pilihan saya menang
Semoga .....
Aamiin ....