Wednesday, 19 February 2014

MEMORY

Tree Heart



Biarlah aku menyimpan bayangmu
dan biarkanlah semua menjadi kenangan
Yang terlukis didalam hatiku
Meskipun perih
Namun tetap slalu ada di sini ....



Lagu yang pernah dilantunkan oleh Reza dan Masaki Ueda ini sangat familiar ditelinga saat saya masih kuliah. Kenangan atau memory, pasti setiap insan manusia punya akan hal itu. Sesuatu yang bisa membuat kita tertawa, menangis, merenung, sedih, kesal dan campur aduk. Kenangan adalah tetap sebuah kenangan. Hal yang tertinggal di dalam sistem memory otak kita. Sesuatu yang bisa membuat hidup kita lebih bermakna. 

Kadang kenangan manis maupun pahit membuat kita dapat tersenyum saat kita berpaling sejenak kebelakang. Baik, buruk, pahit manis, menyenangkan ataupun menyakitkan adalah hal-hal yang tidak dapat kita hindari dalam kehidupan. Seperti dua sisi mata uang. 

Ada kalanya yang kuat tersimpan dalam kenangan justru luka-luka kehidupan yang sangat dalam. Padahal, semua peristiwa tragis, peristiwa pahit, perselisihan, pertentangan, atau peristiwa yang menimbulkan luka itu, tetaplah merupakan bagian dari sejarah hidup kita yang tak terelakkan. Setiap jaman memiliki kekuatan dan kelemahannya sendiri-sendiri, begitu juga mereka pelaku-pelaku peristiwa di dalamnya.

Satu hal yang selalu saya syukuri karena ALLAH, SWT masih memberi saya Brain Memory yang sangat kuat. Mungkin, memory dalam otak saya ada 1000 Giga Bytes .... LoL. Meskipun seiring dengan bertambahnya umur memory itu juga semakin lamban. 

Masih ada dalam ingatan semua kenangan yang pernah saya alami. Sejak masih kecil sampai sekarang. Dengan semua tingkah laku dan perkataan-perkataan orang yang berinteraksi dengan saya. Dari satu daerah ke daerah lainnya, adat istiadatnya, bahasa daerah yang digunakan dan juga makanannya ( karena mengikuti orangtua yang harus berpindah dinas ). 

Pun juga dengan semua kejadian yang telah saya alami selama sepuluh tahun belakangan ini. Saat secara beruntun kehilangan adik, nenek, bude dan beberapa family yang sangat dekat dengan saya. Kalau saya menoleh ke belakang sejenak, kadang terheran-heran sendiri, bagaimana dulu saya bisa melalui semua itu, kehilangan suporter-suporter paling penting. Kalau itu terjadi sekarang, mungkin saya tidak sanggup menanggungnya. 

Sungguh, semanis atau seburuk apa pun peristiwa itu, sepahit apa pun luka yang ditimbulkannya, sekuat apa pun kenangan yang muncul karenanya, tetaplah ada hikmah dan pelajaran hidup yang sangat berharga di sana. Mereka sedang menanti kita di balik peristiwa itu, untuk menyapa kita agar kita terus bersikap bijak , membuat kita terus tumbuh dan maju ke depan. Apapun yang terjadi di hari kemarin, hari ini dan hari esok adalah sebuah ketentuan Ilahi. Semoga saya tidak terkena penyakit lupa .... Aamiin.

Saturday, 15 February 2014

VOLCANO DISASTER



Gunung berapi merupakan salah satu bencana alam paling berbahaya di seluruh dunia. Bagaimana tidak, setiap kali ada gunung yang meletus, selalu saja memakan korban jiwa yang tidak sedikit dan kerusakan harta benda. Bukan hanya penduduk yang tinggal di sekitarnya tapi dahsyatnya ledakan dan penyebaran abu vulkanik bisa mencapai ratusan kilometer jauhnya. 

Dan hari jum'at kemarin merupakan hari yang tidak terduga. Mendapatkan kado Valentine's Day berupa abu vulkanik dari Gunung Kelud. Tidak terduga karena hujan abu yang turun lumayan tebal, sekitar 7 cm, dari tengah malam dan baru berhenti pada siang hari, keesokan harinya. Sebelumnya, sekitar pukul 22.30 malam terdengar suara ledakan seperti bom TNT. Banyak yang mengira kalau Gunung Merapi yang meletus karena Solo memang lebih dekat dengan Gunung Merapi daripada Gunung Kelud. Lebih terbiasa dengan wedhus gembel ..... LoL.

Pada awalnya saya mengira kalau hujan abu tidak akan lama dan tidak setebal itu. Seperti pada saat Gunung Merapi erupsi. Tapi lain ladang lain belalang, lain gunung, lain pula isi muntahannya. Kalau hujan abu Gunung Merapi berwarna abu-abu putih, tipis, terasa panas dan sekali diguyur air langsung musnah. Sangat berbeda dengan material hujan abu Gunung Kelud. Berwarna agak kecoklatan, kasar dan kalau disiram air terasa licin seperti lumpur. Abu yang tertiup angin membuat jarak pandang hanya 10 meter. Membikin sesak napas dan mata perih. 

Orang-orang yang tadinya mengeluh karena Tahun Baru Imlek yang identik dengan hujan sehari-hari, becek, basah, dingin, sekarang malah mengharapkan hujan deras. Jadinya kerja bakti di rumah masing-masing tanpa henti karena abu susah di bersihkan. Nggak terhitung, berapa kali saya menyapu, mengepel dan menyiram halaman. Hanya hujan yang mampu menyapu bersih abu vulkanik. 

Banyak hal yang didapat dari  bencana ini, mungkin hujan abu tidak seberapa bila dibandingkan dengan mereka yang tinggal di dekat Gunung Kelud, Gunung Merapi atau Gunung Sinabung. Harus banyak-banyak ber- muhasabah dan mengucapkan istighfar. Apa yang terjadi di dunia ini merupakan kreasi dan maha karya Sang Pencipta alam, ALLAH, SWT. Pasti ada hikmah dibalik semua itu, Wallahu'alam bish shawab. 


Saturday, 1 February 2014

AKULTURASI


Dominasi warna merah dan kuning saat perayaan Tahun Baru Imlek bisa dilihat dimana-mana. Mulai dari makanan, lampion, gantungan hias, stiker hingga amplop angpao. Beberapa hari menjelang tahun baru kesibukan dalam rumah warga keturunan Tionghoa sudah terlihat. Dimulai dengan pembersihan rumah secara besar-besaran, bahkan ada yang mengecat baru pintu-pintu dan jendela. Ini dimaksud untuk membuang segala kesialan serta hawa kurang baik yang ada dalam rumah dan memberikan kesegaran dan jalan bagi hawa baik serta rejeki untuk masuk.

Hiasan dan makanan di perayaan Imlek memiliki arti sendiri. Warna merah bagi masyarakat Tionghoa dipercaya mengandung makna semangat dan keberuntungan. Imlek identik dengan Angpao, Nian Gao atau kue keranjang, jeruk Ponkam, jeruk Santang, kue KU merah, kue Moho, kue lapis, ikan bandeng, pohon Mei Hwa, dan patung kucing yang tangan kirinya selalu berayun. Makanan dan pernak-pernik seperti itu di jual di setiap sudut. Bahkan di warung-warung di dekat rumah saya. Kalau saya sih, lebih suka menunggu upeti dari tetangga .... LoL ......

Kalau perayaan Tahun Baru Masehi ramai dengan letusan kembang api dan petasan dan bunyi terompet. Di Solo, mungkin perayaan Tahun Baru Imlek dan Tahun Baru Hijriyah lebih meriah dan bermakna daripada perayaan Tahun Baru Masehi. Kalau Tahun Baru Imlek meriah dengan pernak pernik makanan, Tahun Baru Hijriah dirayakan dengan lebih tenang dan khidmat. 

Umat Islam memperingati hari raya tersebut dengan memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa. Pada saat itu, umat Islam biasanya membaca doa awal tahun, berdzikir, serta memohon ampun atas segala dosa yang diperbuat di masa lalu, juga berdoa agar diberi keselamatan dan rezeki di tahun ini. Shodaqoh atau sumbangan juga biasa diberikan kepada orang-orang yang kurang mampu dan anak-anak yatim piatu di momen Tahun Baru Islam.

Sama seperti hari-hari besar Islam lainnya, peringatan Tahun Baru Islam dimulai sejak sore hari setelah matahari terbenam. Ada ritual tahunan yang selalu ditunggu oleh masyarakat yang tinggal di sekitar Solo dan kota-kota lainnya yaitu kirab ( tradisi yang hanya ada di Solo dan Yogya) yang diadakan dua kerajaan, Mangkunegaran dan Kasunanan. Biasanya ribuan orang dari berbagai penjuru datang memadati dua kerajaan selepas Dhuhur dan semakin banyak menjelang upacara adat peringatan malam Tahun Baru Hijriyah atau malam 1 Suro. Baik yang hanya sekedar menonton jalannya prosesi kirab ataupun yang ingin ngalap berkah

Pihak kerajaan membagikan biasanya membagikan berbagai makanan seperti nasi bungkus, kue apem, jenang Suran, uang receh dan juga air bekas jamasan pusaka keraton. Banyak orang memperebutkan air bekas cucian pusaka dengan harapan mendapatkan barkah. Kalau yang terakhir ini sebaiknya tidak perlu ditiru karena penuh kemusryikan dan secara logika, air bekas cucian pusaka tentunya kotor dan jauh dari kata hygienist.

Banyak sekali warga keturunan Arab dan Tionghoa yang tinggal disini. Kebanyakan dari mereka adalah para pelaku bisnis. Masyarakat di kota tempat saya tinggal ini sangat familiar dengan budaya dan makanannya. Sebaliknya, mereka juga sudah sangat menyatu dengan kehidupan orang-orang Jawa dan bahkan, lebih suka menggunakan bahasa Jawa dalam kesehariannya daripada bahasa Indonesia. Bukti hubungan baik antara masyarakat Tionghoa, Jawa dan Arab sudah mendarah daging. 

Memang, tidak mudah menyatukan beberapa perbedaan yang sangat mencolok, tapi itu tidak berlaku di sini. Adanya tempat ibadah yang berdekatan menandakan kerukunan antar umat beragama sangat kuat. 

Jadi nggak perlu heran kalau di Solo, di setiap sudut, Anda menemukan Dim Sum, Sea Food, Kweetiau, Pak Lay, nasi bakar Sechuan, kue Moci, Bak Pao, Bebek Peking. Ingin mencicipi masakan Arab ? datang saja ke Kedung Lumbu dan Pasar Kliwon disana banyak penjual nasi Kebuli, Ruz Biryani Lahm, Khobus Tannur, Kue Kaak, Kabab, Roti Maryam, Syawarma, Sate Kambing , buah kering dan pernak-pernik khas Arab .... ditambah bonus, cuci mata .... he he he.

Percampuran budaya yang terus berkembang menjadi salah satu bukti akulturasi, peleburan terjadi dengan saling hidup berdampingan dan menjunjung nilai-nilai toleransi.



Monday, 30 December 2013

NEW YEARS


Tak terasa waktu berlalu begitu cepat. Melepaskan tahun yang silam untuk memasuki tahun yang baru. Seluruh dunia merayakan malam pergantian tahun dengan pesta kembang api sebagai tanda dimulainya awal yang baru. Karena bukan tipe manusia yang suka dengan keramaian, saya selalu menghabiskan moment pergantian tahun dirumah. Merenung ? tidak juga, LoL ...

Biasanya sih, hanya menonton sinema TV, membaca buku atau mengedit naskah yang saya endapkan berbulan-bulan. Ritual yang berbeda saat  merayakan pergantian tahun baru Islam. Dimana saya selalu membaca do’a akhir tahun selepas shalat Asar dan membaca do’a awal tahun sehabis shalat Maghrib. 

Pergantian tahun selalu identik dengan evaluasi dan resolusi. Meskipun, bagi saya pribadi, evaluasi diri tidak menunggu setiap akhir tahun, ataupun kalau punya suatu rencana kita akan melaksanakannya di awal tahun. Kebetulan, saya orang yang tidak terlalu banyak rencana dan bukan tipe manusia yang punya banyak keinginan alias tidak terlalu muluk-muluk. Kalau kebetulan bisnis semakin lancar, tabungan semakin gendut atau naskah-naskah bisa terbit, itu semua saya anggap sebagai perjalanan hidup. Karena sebagai manusia saya wajib berusaha. Tapi tetap saja pergantian tahun menjadi moment yang istimewa. Apa yang belum terpenuhi di tahun ini, semoga bisa terjadi di tahun mendatang. Terutama dengan resolusi utama saya, yaitu , menikah ….. lol.

Memang, terkadang hidup tidak berjalan seperti apa yang kita harapkan. Ada tangis dan tawa. Semakin bertambahnya umur dan pengalaman, semakin bertambah pula pelajaran yang saya dapatkan. Cara pandang saya terhadap sesuatu hal juga berubah. Saya bukan lagi orang yang ngoyo dalam menginginkan sesuatu. Lebih menghargai semua yang berada di sekeliling saya, termasuk yang berhubungan dengan perasaan orang. Semakin berhati-hati dan tidak sembarangan. Itu bukan berarti saya berubah menjadi manusia lemah, pesimis ataupun sudah puas dengan apa yang saya lakukan. Bagi saya, puas dengan apa yang sudah dilakukan di masa lalu, itu berarti tidak punya masa depan. Kalaupun ada resolusi yang belum terpenuhi, saya menganggapnya bukan sebagai suatu kegagalan, tapi penundaan. Dan waktu-lah yang akan membuktikannya. Karena saya percaya, sesuatu yang terjadi sudah diatur oleh Sang Pencipta. Selalu ada hikmah dibalik kejadian yang kita alami. Orang boleh saja meramal tapi tidak ada seorangpun yang bisa menahan lajunya takdir.


Dan saya selalu memilh untuk terus berjalan. Que sera, sera, whatever will be, will be. Tetap memandang kedepan sambil tidak henti-hentinya berharap akan hal-hal manis yang sudah tertulis dalam buku kehidupan. Karena hidup terasa lebih indah kalau kita mensyukuri apa yang kita miliki. Hanya ingin mengucapkan “ SELAMAT DATANG TAHUN 2014 ”, Bismillahirrahmanirrahim, semoga menjadi tahun yang terindah …. AAMIIN.


Saturday, 30 November 2013

SMARADHANA ( SHORT STORY )


Yen ing tawang ono lintang cah bagus
Aku ngenteni tekamu
Marang mego ing angkoso Kangmas
Sun takokke pawartamu

Janji-janji aku eling wong bagus
Sumedhot rasaning ati
Lintang-lintange ngiwi-iwi Kangmas
Tresnaku sundhul wiyadi

Dek semono janjimu disekseni
Mego kartiko kairing rasa tresno asih

Yen ing tawang ono lintang wong bagus
Rungokno tangise ati
Binarung swaraning ratri Kangmas
Ngenteni bulan ndadari


Tembang cinta asmara yang menyentuh hati. Nuansa magis yang menyiratkan cinta yang sakral. Seperti penantian dan kesetiaanku padamu. 

Apakah kau mengerti, Sayang ? 

Mungkin bagimu aku hanyalah sebuah kepingan puzzle yang bisa kau letakkan dimanapun kau mau. Karena masih banyak kepingan - kepingan lain dalam genggamanmu yang belum kau pasang. Ataukah aku akan menjadi kepingan yang akan kau buang ..... 

Tahukah kau sayang ?
Pada saat itu hatiku hampa lalu kau isi dengan angan dan harapan. Membuaiku setinggi langit, tinggi ... tinggi ... hingga diambang batas kesadaran. Tenggelam dalam dekapan cintamu.

Saat ku terbangun, aku sudah jatuh tersungkur. Melesak ke dalam tanah. Sakit yang tak terperi. 
Membuat hatiku yang dulu lemah lembut berubah menjadi sebongkah batu yang tidak punya rasa. 

Tahukah kau sayangku ?
Walau begitu buruk kau perlakukan aku, aku tidak pernah membencimu. Untaian do'a selalu untukmu.

Karena cinta merasuk kedalam setiap sukma. Ada didalam setiap senyuman. Kicauan burung. Matahari pagi yang bersinar. Semaraknya malam bertabur kilau bintang. Dewa Smara akan selalu hidup abadi.

Karena Cinta
Walau itu tidak terlihat namun tetap ada
Hanya hati yang bisa merasa ...

Smara ....... 
Mungkinkah kau sampaikan padanya ?
Tentang diriku 
Penantianku 

Smara .......
Mungkinkah kau sampaikan padanya ?
Tentang batas waktu 
Yang tidak pernah kutahu ....

Smara ......
Smara ......
Tolonglah aku .....


Wednesday, 6 November 2013

BUNGA NIRWANA ( Long Story )


Laraning lara 
Ora kaya wong nandhang wuyung
Mangan ra doyan
Ra jenak dolan, neng omah bingung ...

Tembang Jawa mengalun dengan merdu, menggantikan langgam Kodok Ngorek. Suasana resepsi pernikahan semakin semarak dengan banyaknya para tamu yang berdatangan. Kupandang wajah kedua mempelai yang tampak sumringah, ada sebersit perasaan iri dalam hatiku. Kapan giliranku menjadi pengantin ?

Sejenak anganku melayang ....

Teringat pada dirimu yang selalu kucinta sampai saat ini. Satu-satunya lelaki yang membawa sebongkah hatiku pergi. Sesuai dengan lirik tembang Jawa yang tengah mengalun. Walaupun bukan sekali ini aku punya perasaan suka pada seorang pria. Tapi apa yang kurasakan kali ini sungguh berbeda. Rindu yang kurasakan semakin menyesakkan dada. Inikah rasanya benar-benar jatuh cinta ? Mungkinkah kau adalah belahan jiwaku ?

Ada apa denganmu Laras ? Kau sudah berubah 180 derajat. Pertanyaan yang tidak pernah bisa kujawab. 

Entahlah ....



Wednesday, 16 October 2013

OLD MAID OR BACHELORETTE ?



Dalam kehidupan sehari-hari ada saja orang yang menganggap jelek gadis yang belum menikah alias single. Dibilang pemilih-lah, nggak laku-laku, judes dan sebagainya ..... dan sebagainya. Padahal perkiraan dan sangkaan mereka itu tidak benar. Image lajang sepertinya sudah menjadi public enemy. Bahkan di negara yang super maju seperti Amerika dan negara-negara di benua Eropa. Apalagi di Timur Tengah dimana kaum wanita pada umumnya menikah atau dinikahkan di usia dibawah 20 tahun ( bahkan ada juga yang baru berusia 9 tahun ). Tentunya, gadis yang berusia di atas itu sudah dianggap Old Maid. Banyak sekali ejekan, kritikan, penilaian, dan penghakiman untuk para bachelorette ( termasuk saya ... hiks )

Di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna. Tapi itu bukan legitimasi untuk menyinggung dan menyerang sisi-sisi privat orang lain yang sudah jelas tidak ada hubungannya dengan mereka. Bahkan kadang mereka sendiri juga tidak sadar kalau ada sanak famili, bahkan anak mereka sendiri ada juga yang bernasib sama, menjadi old maid alias perawan tua atau untuk kaum pria, bujang lapuk ..... Ups! Sorry ! Mudah sekali bagi mereka untuk ikut-ikutan berperan dalam proses penghakiman. Benar atau salah, pantas atau tidak pantas dan baik atau tidak baik. Seenaknya saja mem-bully orang, tanpa terlebih dahulu bercermin.  

What's wrong with you, Dear ? Orang-orang yang dekat dengan saya selalu bertanya dan bertanya. Karena mereka tahu benar bagaimana keseharian saya. I'm fine and nothing wrong adalah jawaban klasik saya. Padahal sih, dalam hati saya menangis, sakit tak terkira ( why did it happen to me ? .... hiks ). Justru orang yang tidak mengenal saya yang sering kasak-kusuk dibelakang, suka berprasangka dan membuat cerita dengan versi mereka sendiri. Semakin menambah penderitaan batin aja .... 

Saya perempuan yang amat sangat normal, memangnya saya senang jadi single ? Saya tidak punya kewajiban untuk menjelaskan ataupun berkoar-koar pada dunia dengan siapa saja saya berinteraksi . Dan tentang apa yang sudah saya alami, orang lain tidak perlu tahu. Kenapa juga sih orang lain sibuk ngurusin urusan pribadi saya, padahal orangtua saya sendiri menyerahkan semuanya pada saya. Meskipun mereka berpikiran konservatif, tapi mereka membebaskan saya dan adik saya untuk memilih. Walaupun saya tahu kalau mereka juga berharap agar saya cepat married .  And I always hope it will happen soon ...

Tapi, namanya juga hidup di dunia, ada yang baik dan ada yang buruk. Ada yang sering kasak - kusuk dibelakang, ada juga yang bersimpati. Saking perhatiannya sampai-sampai mereka melakukan hal-hal yang menurut saya tidak logis. Saya sering banget mendapatkan " pisang raja " yang nangkring di depan pintu masuk di resepsi perkawinan untuk dimakan. Bukan itu saja, mereka juga mengambil hiasan  yang dipakai pengantin perempuan di rambutnya ( tidak boleh ketahuan ) dan  memberikan bunga " hasil nyolong " itu untuk saya simpan. Kata mereka, biar cepat ketularan. It doesn't make any sense ....... Ada-ada saja. 

Kalau dipikir-pikir, sebenarnya bukan cuma saya aja yang masih single, tapi ada juga teman dan famili saya yang juga masih single. Usia mereka juga lebih tua dari saya. Entah mengapa, justru saya yang lebih sering " diserang " daripada mereka. Mungkin karena kebanyakan dari mereka tidak jujur dengan keadaan dirinya alias " sok  merasa super " dan tidak membutuhkan orang lain. Diserang disini dalam arti kata yang positif, bukan diserang betulan. Teman dan orang-orang yang di sekitar saya tahu kalau saya bukan tipe orang yang suka pilih-pilih teman, bukan manusia yang menutup diri dari lingkungan dan tidak mudah emosi kalau di ledek. Tapi mungkin, sifat saya yang terlalu nyantai alias slow motion ( kalau jodoh tak akan lari kemana ) itulah yang bikin mereka geregetan. Mesti gimana lagi, masak saya harus templok sana - sini kayak ninja Hatori ....

Menikah adalah hal normal yang dibutuhkan manusia.  Siapapun orangnya pasti tidak ingin hidup sendirian ( jujur atau tidak ).  Menikah bukan hanya sekedar komitmen dihadapan Tuhan, wali dan saksi, tapi juga melibatkan rasa tanggung jawab dan niat dari seorang laki-laki dan perempuan untuk mempertahankannya. Tidak semudah membalikkan telapak tangan atau mengucapkan mantra, Sim Salabim ... Abrakadabra ! Dan itu bukan berarti saya takut komitmen atau tidak mau berusaha. Bukan seperti itu ....

Jujur, saya bukan perempuan yang suka berkompetisi soal cinta. Saya mudah bergaul dan berteman dengan siapa saja, tapi saya bukan orang yang gampang jatuh cinta. Ada perbedaan antara  " tidak gampang jatuh cinta " dengan  " sulit jatuh cinta ". Tidak gampang identik dengan kehati-hatian, dan sulit lebih bermakna " tidak mau dan tidak ingin ". Buat saya, perasaan bukanlah komputer atau gadget yang bisa di undo, delete atau cancel. Tapi ada makna yang lebih dalam dan lebih luas dari semua itu. Nasehat yang sering saya dengar, " Menikahlah dengan pria yang jatuh cinta padamu, karena kalau dia benar-benar mencintaimu, dia tidak akan berbuat dzalim". Saya juga tahu, mana laki-laki yang serius dan mana yang hanya sekedar main-main saja. 

Saya lebih suka hubungan yang monogami, one on one relationship. Berganti-ganti pacar buat saya bukan suatu prestasi yang membanggakan dan saya juga bukan tipe orang yang suka memaksa. Karena saya tahu, kalau kaum pria itu punya hak untuk memilih dan kaum wanita akan selalu menjadi pihak yang menunggu ........ dan ditinggalkan, kalau dirasa tidak ada kecocokan. Terdengar ironis, tapi kalau memang sudah tidak suka, kenapa tidak bilang saja terus terang. Jadi keduanya bisa terus " melanjutkan hidup " dan tidak berharap. Jaman sekarang, menemukan pria yang jujur dan apa adanya itu lebih susah.  Itulah kenyataannya. Heran aja kalau liat ada cewek yang maksa-maksa cowoknya .... marry me .... marry me , apalagi kalau sampai gelap mata dan melakukannya dengan berbagai macam cara. Menurut saya, tidak ada gunanya memaksa ( kalau lelaki main paksa sih itu sudah biasa .... LOL ), karena menikah itu suatu kesadaran. Dan pernikahan juga bukan sebuah perlombaan, Veni, Vidi, Vici. Tidak ada kata cepat atau terlambat untuk menikah. Kalau ditanya soal kesiapan, saya siap lahir batin dan tidak akan ragu untuk mengatakan, I will always love you and beside you, till death do us apart. 

Dan yang selalu saya yakini, semua itu datang dari Tuhan. Apapun yang terjadi adalah kehendak-Nya. Kalau ada orang yang bisa merubah takdir, pasti saya akan mencarinya. Sekali lagi, seandainya ..... ( perasaan itu datang kalau saya lagi ngenes ... mellow ). Tapi hidup bukan cuma berandai-andai. Sekedar mengingatkan diri saya sendiri agar saya berjalan dengan kesadaran penuh. Yang sehat bisa sakit dan yang sakit bisa sehat. Dan semua yang merasakan sakit itu berhak berharap atas kesembuhan. Asam di gunung, garam di laut, pada akhirnya bertemu juga di belanga. Be a single .... old maid ..... or bachelorette .....  tidak pernah berniat atau terlintas sedikitpun dalam pikiran saya, bahkan membayangkan pun tidak pernah. Dan saya juga tidak ingin hidup dengan status seperti itu.

Kalau ada yang bertanya, kapan dan siapa ? Saya hanya bisa menjawab, tidak tahu. Karena saya bukan tukang ramal dan memang benar-benar tidak tahu. Hanya Tuhan yang tahu dengan siapa nantinya saya bersanding dan dimana saya akan menghembuskan napas terakhir ? Dan saya yakin, setiap orang tidak ada yang mau " tersandung ", walapun hanya sekali. Apapun yang terjadi, semua itu pasti ada hikmahnya. Wallahu a' lam bish shawab ....