Tuesday, 7 February 2017

AUTOIMMUNE DISEASES


Pasti banyak yang nggak ngeh dengan penyakit yang satu ini. Sama seperti teman-teman saya, penyakit opo kuwi ? kakehan mentimun ? ... LoL. Wajar karena selama ini saya memang tidak pernah kontak dengan mereka dan lebih banyak menyembunyikan diri juga. Jadinya hanya beberapa gelintir yang paham dan lebih banyak yang tidak tahu. Hanya satu kata Autoimmune tapi ada lebih dari 80 jenis. Dan saya adalah salah satu penderita autoimmune Graves Disease atau Hyperthyroid, artikelnya sudah saya share beberapa kali di blog ini. Akhir-akhir ini, tidak sedikit orang yang didiagnosa oleh dokter menderita penyakit autoimun. Persamaan lain semua penyakit autoimun adalah sistem imunnya “ error “. Meskipun sebabnya belum diketahui, ada beberapa faktor pemicunya seperti virus, stress fisik maupun emosional, genetik atau faktor lingkungan lainnya.

Trus, apa sih sebenarnya penyakit autoimun itu ? Dari segi bahasa auto artinya diri sendiri dan imun artinya sistem pertahanan tubuh. Jadi pengertian autoimun adalah sistem pertahanan tubuh mengalami gangguan sehingga menyerang sel-sel tubuh itu sendiri. Merupakan penyakit kelainan pada kekebalan tubuh dimana sistem kekebalan tubuh kita yang seharusnya menjadi benteng dalam menghadapi penyakit justru malah menyerang sel-sel sehat di dalam tubuh kita sendiri. Sistem kekebalan tubuh adalah kumpulan sel-sel khusus dan zat kimia yang berfungsi melawan penyebab infeksi seperti bakteri dan virus serta membersihkan sel-sel tubuh yang menyimpang, misalnya pada kanker. Gangguan autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh seseorang keliru menyerang jaringan tubuh sendiri. Penyakit ini bisa berdampak pada bagian tubuh seseorang seperti otak, mata, jantung, hati, paru dan sel darah. Ibaratnya seperti “senjata makan tuan”, itulah yang dikenal dengan sebutan autoimun.

Dalam istilah medis, tercatat ada sekitar lebih dari 80 jenis penyakit autoimun. Diantaranya yang sering dikenali adalah rheumatoid arthritis ( radang sendi ), hashimoto tiroiditis ( hypotiroid ), graves disease ( hyperthiroid ), reactive arthritis ( peradangan sendi, saluran kencing dan mata ), myasthenia gravis ( gangguan neuromuskuler yang melibatkan otot dan saraf ), dermatomyositis ( penyakit otot yang dicirikan dengan radang dan ruam kulit ), sjorgen sindrom, addison ( penyakit yang terjadi ketika kelenjar adrenal tidak memproduksi cukup hormon ), multiple sclerosis ( gangguan autoimun yang mempengaruhi otak dan sistem saraf pusat tulang belakang ), systemic lupus erythematosus ( lupus atau gangguan autoimun kronis, yang mempengaruhi kulit, sendi, ginjal dan organ lainnya ), hemolityc anemia, psoriasis ( merah, kulit bersisik, papula, plak dan biasanya gatal kulit ), antiphospholipid syndrome ( APS ), idiopathic thrombocitopenic purpura ( ITP ), vitiligo, celiac disease, ankylosing spondylitis, guillain-barre syndrome (GBS), alopecia areata dan masih banyak lagi.

Gejala yang dialami setiap penderita bervariasi, tergantung pada jenis penyakitnya. Tapi gejala umum yang dirasakan nyaris sama seperti yang dulu sering saya rasakan. Pusing, fatigue atau kelelahan luar biasa, tremor, otot kaku, disorientasi, demam tingkat rendah, mudah marah, gelisah, berat badan naik turun, sensitif terhadap cahaya, nyeri di pada anggota-anggota badan, pencernaan bermasalah, rambut mengalami kerontokan parah, sering terkena sariawan, kehilangan keseimbangan dan kurang konsentrasi. Yang dimaksud kurang konsentrasi disini adalah sesaat Anda kehilangan memori dan fokus. Entah saat sedang menulis, menaruh atau mengambil suatu benda dan saat berbicara. Tapi bukan kehilangan memori seperti amnesia atau alzheimer lho yaa, cuma sesaat aja. Karena gejala-gejala dari beberapa gangguan autoimun yang serupa inilah sehingga membuatnya sulit untuk di-diagnosa jenis gangguan dan memberikan pengobatan yang tepat. 

Meskipun para ahli belum bisa menentukan penyebab pasti dari gangguan autoimun, tetapi dari hasil tes fisik dan cek laborat dapat dikenali. Kalau yang secara fisik terlihat, mungkin lebih cepat didiagnosis. Yang kadang tidak mudah dideteksi yang jenisnya tidak terlihat alias invisible illness. Jenis gangguan ini bisa menyebabkan kerusakan jaringan tubuh, perubahan fungsi organ atau perubahan dalam pembentukan organ. Gangguan autoimun yang paling terpengaruh adalah pembuluh darah, otot, sendi, jaringan ikat, kulit, sel darah merah dan kelenjar endokrin. Ada kalanya gangguan juga mempengaruhi lebih dari satu bagian tubuh. Jadi, sangatlah mungkin bagi seseorang untuk terkena lebih dari satu gangguan autoimun pada saat yang sama. Kalau dokter pun dibikin bingung, apalagi si penderita ... pilu, hiks.

Meskipun ada yang terlihat dan yang tidak terlihat, pengobatan untuk gangguan autoimun biasanya efektif. Hal ini membantu mengontrol gejala sehingga penderita bisa beraktifitas kembali secara normal. Apalagi kalau si penderita menerapkan pola hidup sehat. Pada sebagian besar penderita, penerapan pola hidup sehat telah terbukti menekan gejala yang timbul hingga mencapai remisi, yaitu kondisi dimana penyandang dapat beraktivitas layaknya manusia normal tanpa bantuan obat-obatan. Saya mengalami masa remisi ini cukup lama, sekitar empat tahunan. Namun, akan ada saat-saat ketika gejala mungkin menjadi lebih buruk, tetapi mereda lagi pada akhirnya. Periode ini disebut flare-up. Dan yang saya alami di bulan Januari lalu adalah flare-up ini. 

Saya memang pernah mengalami thyroid storm atau thyrotoxic crisis, yaitu suatu kegawat daruratan yang terjadi akibat peningkatan hormon tiroid secara mendadak dan drastis. Profesor yang menangani saya menyebutnya dengan istilah panik mendadak. Pernah menjadi penghuni ICCU dan yang kedua kali, Alhamdulillah, meskipun kadar T3 dan T4 naik, T4 sampai 77 ( angka rujukan maksimal 22 ) kesadaran saya masih stabil, sel-sel didalam tubuh masih kuat melawan sehingga tidak perlu dirawat inap. Dulu kalau mau sesak napas pasti ditandai dengan badan yang terasa seperti keracunan, nyeri di dada, terutama dibagian leher. Gejala yang saya alami kali ini berbeda dengan yang sebelumnya. Benar-benar diluar dugaan karena tidak ada tanda-tanda karena tiba-tiba saja detak berjalan cepat, tremor, pandangan mata kabur, sesak napas dan gelisah. Endingnya sudah pasti bisa ditebak, harus rawat inap di rumah sakit karena memerlukan terapi oksigen secara intensif. Itu juga belum berakhir karena setelah beberapa hari dirumah dan saya mesti mondok lagi di rumah sakit karena terkena panic attack berulang. Setelah KO untuk yang kedua kalinya ini, baru diketahui kalau hasil cek darah saya ternyata lebih buruk dibanding yang sebelumnya. Meskipun kadar FT4, TSHS dan CT Scan thyroid normal, hasil tes darah hematologi ada yang naik dan ada juga yang turun. Kesimpulannya, saya terkena panic attack karena ketahanan tubuh saya memang sedang drop alias tidak ada perlawanan akibat terinfeksi. Hal inilah yang jadi penyebab utamanya dan jangan ditanya gimana rasanya yakk. Jadi selama 2 bulan kedepan mesti lebih berhati-hati karena selama waktu-waktu itu saya berada dalam masa recovery.

Meskipun pengobatan untuk penyakit autoimun hanya dirancang untuk mengontrol gejala dan menekan sistem kekebalan tubuh saja, tapi ini jauh lebih baik berobat daripada tidak menerima pengobatan sama sekali. Asal tahu aja, gangguan autoimun yang tidak diobati, bisa mengakibatkan komplikasi yang lebih serius dan mengalami risiko yang lebih buruk, lebih dari sekedar infeksi. Dalam perkembangan dunia medis, belum ditemukan obat yang dikatakan dapat menyembuhkan penyakit autoimun, namun penelitian terus dikembangkan untuk itu. Meskipun begitu, penyakit ini dapat dikontrol dengan obat-obatan yang ada alias di non-aktifkan untuk menekan progesifitas penyakit. Proses ini bagi seorang dokter juga tidak semudah membalikkan telapak tangan karena gangguan autoimun tidak dapat dicegah, terutama jika penyebab pastinya tidak diketahui. Obat-obat hanya meringankan atau menghilangkan gejala tetapi tidak mengubah perjalanan penyakit. Namun, tidak jarang juga penderita merasakan obat-obat tidak banyak manfaatnya. Dan jujur ya, obat itu seperti narkoba bagi penderita autoimun karena untuk melepaskan ketergantungannya sangat tidak gampang. Bagi penderita hyperthyroid, Propylthiouracil / PTU, Methimazol / MMI, Propanolol, bukan barang baru lagi. Yang paling gawat adalah obat penenang atau obat tidur seperti Clobazam, Alprazolam, Ativan dan Valisanbe karena obat-obat itu nama patennya adalah Xanax. Meskipun obat generik tapi tetap saja menyebabkan ketergantungan bagi si penderita. Karena penderita hyperthyroid memang susah tidur dan sering gelisah. Tapi mesti perlu diperhatikan juga kalau obat-obat yang dikonsumsi penderita autoimun pada umumnya mengiritasi lambung ( gastritis ), makanya kemarin dokter ahli endokrinologi terus terusan memberi saya obat gastritis sirup dan tablet. Baru tahu setelah browsing di internet, kirain dokternya mau nyiksa badan, ngasih obat ini itu ... LoL.

Bagaimanapun juga tidak ada seorang pun yang menginginkan dirinya menjadi sakit apalagi jika seumur hidup. Yang paling penting adalah mengenali penyakit yang kita derita karena si penderita sendirilah yang mengetahui secara persis bagaimana kondisi dirinya dan penyakitnya. Apalagi penyakit autoimun, penyakit yang menjadi bagian dari diri kita sendiri dimana sistem kekebalan tubuh kita sendiri yang menyerang jaringan kita sendiri. Yang perlu diingat, kondisi dan daya tahan tubuh setiap penderita itu tidak sama. Kenali karakter penyakitnya dan biasakan dengan ‘’ sifatnya “.   Seperti pesan profesor yang menangani saya, dititéni déwé opo sebab é

Setelah banyak browsing dan follow grup autoimun indonesia dan membaca cerita-cerita orang, saya jadi lebih tahu kalau perkembangan penyakit pada setiap penderita itu berbeda-beda, ada yang progresifitasnya lambat dan ada yang cepat. Bersyukur banget meskipun hyperthyroid susah untuk dimengerti tapi tergolong mudah untuk diobati. Dengan membaca pengalaman orang lain kita bisa menjadi lebih paham dalam usaha mengenali karakter penyakit kita sendiri, sehingga lebih siap menghadapi penyakit kita. Cari dokter yang tepat dan jalin komunikasi yang baik antara pasien dengan dokter-dokter yang menangani. Itu adalah langkah awal dalam penanganan penyakit. Satu lagi, kalau ada yang nawarin pengobatan ini itu sebaiknya dipertimbangkan atau dipikirkan dulu baik-baik dan bijak dalam mengambil sikap. Yang ahli soal penyakit aja kadang-kadang bisa tertipu dengan gejala suatu penyakit, apalagi orang yang bukan ahlinya. Paham karena menyandang penyakit autoimun itu memang kesabarannya selalu diuji. Hidup dengan autoimun juga tidak segampang dan semudah kata-kata motivator, semua akan indah pada waktunya .... he he he.

Hidup dengan penyakitnya aja sudah berat ya, terutama bagi penderita yang terbiasa aktif kesana kemari kayak saya nih, mesti mencari nafkah untuk diri sendiri. Kalau ditambah dengan kurangnya pengertian orang-orang disekitar dan tempat dimana kita bersosialisasi bakalan capek luar dalam dah. Apalagi bagi penderita autoimun yang termasuk golongan invisible illness. Yang dikira males, manja, cari perhatian, padahal sakit beneran. Kita tidak mungkin menjelaskan ke semua orang secara mendetail. Dan yang ini nih, memberikan pengertian dengan sebuah istilah yang dapat dimengerti dan diterima orang lain itu tidak mudah. Simple aja, seorang penderita biasanya lebih tahu keadaan dirinya sendiri karena mengalami secara langsung suatu kondisi. Kalau belum mengalaminya sendiri akan sulit untuk nyambung dan mendapatkan pengertiannya meskipun sudah dijelaskan berjuta-juta kali. Ada juga nih yang pura-pura menjadi penderita ( saya prihatin ) dan sok tanya ini itu, kata-katanya di medis-medisin padahal nggak nyambung sama sekali dengan penyakitnya, hadeehh capek deehh ... he he he. Hidup dengan penyakit autoimun itu tidak gampang lho. Hati-hati yaa, ntar kalau kata-katanya di Aamiin-in ama malaikat gimana coba, kalau situ beneran sakit ? Just kidding ... LoL.

Syukuri dan nikmati aja proses perjalanan hidup kita. Hanya ada satu kata, lawan ! Masih banyak kok orang yang kondisinya tidak lebih baik dari kita. Tidak berusaha beraktifitas hanya akan membuat kita lebih merasakan sakit baik itu secara fisik dan mental. Tapi bener lho, kalau terus-terusan ngendon di kasur tuh rasanya nggak enak, badan malah sakit semua. Tapi tetap yakk, kalau sedang kambuh atau dalam masa recovery, kayak yang nulis artikel ini nih ... he he he. Tidak perlu ngóyó, mulai dari gerakan yang ringan dulu, secara bertahap bergerak yang lebih banyak dan lama sehingga kita bisa beraktifitas lagi secara intensif. Mandi air hangat dan minum air madu hangat. Olahraga yang disarankan sama dokter saya nih, yang ringan seperti jalan kaki, senam, yoga atau berenang. Yang terakhir ini saya bisanya gaya sungai bengawan solo ... kecipak kecipuk ajaahh alias kécéh ... LoL. 

At least, menderita penyakit autoimun tidak boleh membuat kita malas, kehilangan semangat hidup dan mematikan kreatifitas. Takdir sudah ada yang mengatur. Enjoy ajaahh ... We are the Warrior. Semoga ALLAH, SWT selalu melindungi kita semua ... Aamiin Yaa Rabbal Alamiin.



# sumber Wikipedia

Thursday, 12 January 2017

UNCONDITIONAL LOVE


Lama nggak nongol, piye kabaré ? Itu pertanyaan dari teman saya karena lama timbul tenggelam dari peredaran grup lawak rumpi dan rempong WA teman-teman kuliah. Alhamdulillah, masih diberi kesempatan untuk menyambung silaturrahmi dengan mereka. Namanya juga makhluk hidup, pasti pernah merasakan yang namanya sakit. Drama kesehatan ini dimulai dari adik saya, bapak, sepupu dan saya sendiri bergantian masuk rumah sakit. Jadinya jarang nongol, apalagi online. Siklus kehidupan yang mau tidak mau mesti saya jalani dengan berbesar hati dan berlapang dada. Yaah, kadang hidup begitu menyakitkan, tapi mungkin juga peringatan dari ALLAH, SWT agar lebih peduli dengan sinyal dari tubuh kita untuk istirahat sejenak dari berbagai hiruk pikuk dunia. Jadi curhat nih ... he he he. Tapi ada hubungannya nih dengan topik yang paling top markotop sedunia yang akan saya hadirkan kali ini ... cinta tanpa syarat.

Cinta adalah kata yang selalu menarik untuk dibicarakan dan tak pernah basi untuk di diskusikan karena definisi cinta itu sangat luas sehingga tidak pernah tuntas untuk dibahas. Para penyair, penulis lagu dan seniman telah mencoba untuk menangkap esensi dari kata itu sejak lama. Semua orang juga berpikir kalau mereka tahu apa artinya, tapi tidak ada yang benar-benar bisa meng-explor. Cinta adalah perasaan yang universal, tidak mengenal jarak, usia, suku ataupun ras. Seperti udara, tidak bisa diraba dan hanya bisa dirasakan. Tak peduli cinta dengan sesama manusia, dengan tumbuhan, binatang ataupun dengan Sang Pencipta. Cinta adalah milik semua orang karena cinta adalah penggerak kehidupan dan anugerah terindah dari Tuhan yang di berikan kepada manusia. Seseorang yang tidak pernah mengenal cinta itu kalau diibaratkan nih, kebanyakan makan roti tapi tidak pernah minum, jadinya seret ditenggorokan. Kalau nggak percaya, coba aja ...

Pengertian cinta itu menurut Wikipedia adalah sebuah perasaan yang ingin membagi bersama atau sebuah perasaan afeksi. Istilah afeksi dalam bahasa Inggris sering digunakan untuk menjelaskan hubungan antara dua orang atau lebih, yang lebih dari sekedar rasa simpati atau persahabatan terhadap seseorang. Pendapat lainnya, cinta adalah sebuah tindakan aktif yang dilakukan manusia berupa pengorbanan diri, empati, perhatian, memberikan kasih sayang, membantu, menuruti perkataan, mengikuti, patuh dan mau melakukan apapun yang diinginkan oleh seseorang. Seksualitas, asmara dan ikatan emosional yang sangat kuat. Intinya, adanya keinginan yang kuat dan daya tarik terhadap orang yang kita cintai. 

Banyak ya definisinya dan yang membuatnya agak rumit adalah konsep dari cinta itu sendiri, cinta bersyarat dan tanpa syarat. Unconditional love yang menurut sebagian orang merupakan bentuk cinta sejati, sementara yang lainnya menyebut sebagai hal yang tidak mungkin. Percaya akan cinta tanpa syarat dan benar-benar mencintai tanpa syarat itu memang membutuhkan suatu pemikiran, tindakan dan keyakinan yang kuat. Biasanya juga tidak begitu saja terlihat. Hal lain seperti cinta karena adanya materi, jabatan atau maksud-maksud tertentu dan lain sebagainya, yang seperti ini nih, yang disebut cinta bersyarat, secara fisik lebih mudah terlihat. Istilahnya, lebih gampang terendus. Pengalaman pribadi nih, dikenalin sama orang yang suka pencitraan, sok perfect, sok agamis, sok kaya, padahal aslinya iyuuuhhh banget dah. Untung saja, saya tipe manusia yang tidak gampang keblinger di saat orang lain terpesona, termehek-mehek dengan gayanya itu. Akhirnya yaa ke laut aje ya Cung, makan tuh gaya modus lu ... LoL.

Memang sih, di dunia ini tidak ada yang tidak bersyarat. Tidak bisa dipungkiri kalau cinta pada awalnya selalu bersyarat, maunya sama yang tinggi, berkulit putih, romantis, humoris atau maunya sama pembalap, pemuda berbadan gelap. Termasuk bersyarat juga nggak tuh .... he he he. Pada umumnya yang lebih mudah dikompromikan adalah soal kebiasaan sehari-hari dan seiring dengan berjalannya waktu, cinta bersyarat tersebut bisa bertransformasi menjadi cinta tak bersyarat. Itu kalau kita menemukan orang yang berhati lapang, kalau nggak yaa wassalam dah ... LoL. Pun dengan cinta tak bersyarat, setelah menikah kok ternyata hidupnya tidak merasa bahagia, entah karena kurangnya materi atau apa yang didambakannya tidak terwujud dan sebagainya. Cinta yang awalnya tidak bersyarat menjadi bersyarat alias penuh dengan tuntutan. Jadi, semua tergantung pada pribadi kita masing-masing ya, bisa menerima segala kelebihan dan kekurangan orang yang dicintainya atau tidak. Kalau kita sendiri banyak kekurangannya, kenapa minta yang lebih pada orang lain, betul nggak ? # Edisi sadar diri ...

Padahal sebenarnya kalau dipahami lebih dalam, cinta itu tidak pernah menuntut kesempurnaan tetapi memahami kekurangan karena cinta adalah fitrah. Dan kekurangan pada diri manusia juga merupakan fitrah karena manusia bukan makhluk yang sempurna, nobody’s perfect in this world. Jadi satu fitrah yang ditetapkan oleh Allah tidak akan pernah berlawanan dengan fitrah yang lainnya. Kalau ada yang mengatakan cinta tetapi menuntut ini itu, harus begini begitu, harus jadi ini itu dulu, harus sukses dulu, harus punya ini itu sebagai bentuk tanda cinta, itu bukanlah cinta tetapi keegoisan. BTW, itu egois apa kemaruk ya ... atau dua-duanya.

Kata teman yang menjalani hubungan pernikahan nih, modal cinta saja tidak cukup karena makhluk yang mengenal cinta itu juga perlu makan, minum, beramal dan bersosialisasi. Tapi mestinya nggak perlu berlebihan juga, hanya karena hal-hal seperti itu terus dijadikan alasan untuk menuntut lebih atau bahasa kerennya matre positif. Pendapat saya nih, kata matre positif itu cocoknya untuk manusia pemalas tapi banyak tuntutan. Kalau kepengen materi yang lebih, ya dua-duanya harus saling bahu membahu berusaha, kalau yang satunya cuma ongkang-ongkang kaki doang mah, sama juga bohong. Mensyukuri apa yang sudah kita dapatkan dan kita terima itu lebih damai dihati, nrimo ing pandum gitu loh. Itu baru namanya cinta tanpa syarat. Kalau kita bisa menerima, apapun halangan dan rintangan pasti bisa diatasi. Tapi juga bukan berarti kalau kita mencintai seseorang tanpa syarat itu kita harus menerima pelecehan, perselingkuhan, kecanduan, kekerasan atau masalah lain yang tidak bisa kita tolerir. Itu bukan unconditional love namanya, tapi cinyol ... cinta konyol ... he he he.

Hal yang sering tidak kita sadari dalam kehidupan, sebenarnya unconditional love sudah kita dapatkan tetapi malah kita abaikan atau kita anggap remeh, sering juga malah diketawain. Entah itu cinta tanpa syarat dari pasangan ataupun teman. Saat kita sedang sakit, sedih, susah atau istilahnya berada dalam titik nol dalam kehidupan kita, saat itulah kita akan tahu siapa saja yang benar-benar berada di samping kita dan men-support kita. Dari situ kita bisa melihat, siapa teman sejati kita, siapa orang yang bisa kita ajak bicara dan setia mendengarkan keluhan kita. Orang bisa saja berkoar mengaku-ngaku kalau mereka adalah teman terdekat kita, kalau ada maunya aja tuh. Begitu kita kena musibah, pada nggak nongol semua. Manusia-manusia bersyarat seperti itu biasanya akan terkena seleksi alam dengan sendirinya. Bakalan tersingkir dari dunia persilatan. Logikanya, mana ada orang yang mau dekat-dekat dengan manusia bermuka dua seperti itu, iya nggak ? Meski memakai topeng kebaikan sekalipun, yang namanya manusia modus tetap saja akan terendus.

Allah telah mengajarkan unconditional love kepada kita melalui sifat Rahman dan Rahim-Nya, dimana Allah memberikan rahmat dan nikmat kepada manusia. Jaman sekarang susah menemukan orang yang benar-benar tulus, seperti orang tua kita. Memberi tak berharap kembali, rela berusaha dan bekerja sekuat tenaga untuk kebaikan dan kemajuan kita tanpa menuntut apa pun dari kita, menerima kekurangan diri kita dan selalu memberi maaf terhadap pengingkaran dan kesalahan yang kita lakukan kepada mereka. Kalaupun kita sudah menemukannya, jangan disia-siakan yaa. Seseorang seperti itu tidak akan datang dua kali dalam kehidupan kita.

Mencintai tanpa meminta imbalan apa-apa, memberikan hati tanpa syarat kepada seseorang yang Anda pilih, memang punya dua sisi yang saling melengkapi, membahagiakan meski kadang menyakitkan. Cinta itu indah, walau sesekali memunculkan rasa perih. Bisa menerima apa adanya tanpa tendensi untuk mendapatkan lebih. Cinta seharusnya adalah sesuatu yang sederhana. Manusia dan nilai-nilai buatan manusia-lah yang membuatnya rumit apalagi jika melibatkan duniawi, hitung-hitungan untung rugi, berat diongkos. Kayak pedagang aja nih, prinsip ekonomi ... LoL.

Sekedar self reminder untuk diri saya sendiri, tidak bermaksud menyinggung siapapun. Jangan menilai soal kadar keimanan saya yaakk karena pengetahuan agama saya masih cethék, masih belajar dan terus belajar untuk memperbaiki diri. Semoga ALLAH, SWT selalu memberikan kelapangan hati dan kemudahan bagi kita semua ... Aamiin Yaa Rabbal Alamiin. 

Thursday, 24 November 2016

CHANGE


Change atau perubahan, setiap manusia pasti pernah mengalami apa yang dinamakan dengan perubahan. Suka ataupun tidak, perubahan terkadang harus dilakukan. Sama seperti saya nih, sebagai dampak dari majunya tehnologi, saya mesti meng-upgrade program windows di laptop saya yang ternyata sudah jadul banget. Pun dengan modem, saya mesti dihadapkan pada dua pilihan, berganti modem mifi / wifi dengan jaringan 4G LTE yang saat ini sedang cetar membahana atau beralih ke provider lain. Sebenarnya saya masih sayang banget sama modem lama karena masih bisa dipakai. Secara, provider yang selama ini saya pakai, sekarang ini “ mainnya “ cuma di jaringan 4G LTE aja dan belum tersebar luas di beberapa daerah alias masih melar mingkus. Setelah sembilan tahun memakai provider CDMA, akhirnya saya memilih untuk beralih ke provider GSM yang memiliki jangkauan jaringan lebih luas. 

Tapi ya itu tadi, namanya juga perubahan dan memang sudah saatnya berubah. Awalnya agak keponthal-ponthal juga alias ribet dengan adanya perubahan-perubahan itu karena saya mesti menyesuaikan diri dengan settingan baru, mana yang pas dengan irama tangan, mata dan otak saya. Dua kali bolak-balik ke tempat service karena ada data vital yang lupa dimasukkan sama si mas yang meng-upgrade. Untung saja belum dihapus, kalau nggak, bisa nangis setahun dah. Begitu juga dengan provider, saya mesti membiasakan diri dengan fitur-fitur cara kerjanya. Mau tidak mau proses perubahan itu harus saya nikmati dengan senang hati. Yang pasti perubahan itu ke arah yang lebih baik karena lebih hemat di kantong ... he he he. Asal tahu aja, ukuran satu bulan data kuota prabayar CDMA bisa dipakai untuk enam bulan data kuota prabayar GSM. Belum lagi kalau paket data di handphone saya yang masih melimpah ruah dan biasanya terbuang begitu aja, kan sayang banget tuh. Jadinya sekarang malah bisa saya pakai di modem juga, hemat abis pokoknya. Harusnya sedari dulu ya, beralih provider. Meskipun kadang sinyal juga agak-agak lemot gimana gitu. Maklumlah paket data hemat, meski slow connect, yang penting nggak parah-parah amat-lah ... LoL. 

Back to topic. Setiap manusia pastilah mempunyai pengalaman dalam hidupnya. Ada pengalaman buruk, pengalaman indah, pengalaman menyenangkan, pengalaman menyedihkan, pengalaman berkesan dan masih banyak lagi. Namun yang menarik adalah apakah pengalaman tersebut berarti atau tidak bagi kehidupan diri seseorang. Bila kita mengingat pengalaman buruk itu artinya kita mengharapkan pengalaman tersebut tidak akan pernah terulang kembali di lain waktu, tapi bila kita mengingat pengalaman indah itu artinya kita mengaharapkan agar pengalaman tersebut terulang kembali. Itu sudah pasti karena ini adalah suatu hal yang wajar terjadi pada seorang manusia. Apabila seseorang mengingat pengalaman buruk atau menyedihkan itu berarti orang tersebut mengharapkan suatu perubahan dalam hidupnya. Terutama bila kita dihadapkan pada situasi dan kondisi yang mendesak, situasi yang stagnan atau keadaan yang begitu-begitu aja meski kita ibaratnya sudah menerima, berlapang dada, menuruti apa maunya mereka dan usaha yang kita lakukan sudah maksimal. Tentu seseorang menginginkan adanya perubahan ke arah yang lebih baik. 

Meskipun saat akan melakukan suatu perubahan selalu ada saja halangan atau masalah yang datang menyertai. Entah itu ada perasaan takut ataupun ada keraguan. Wajar, karena perubahan itu adalah sebuah proses metamorfosa. Tapi ada satu hal yang perlu diketahui bahwa ketika kita melakukan suatu perubahan dalam hidup anda secara tidak langsung kita telah memahami arti dari sebuah perubahan, karena banyak sekali manusia yang hidup di dunia ini tidak tahu bagaimana memaknai suatu perubahan. Terlebih dalam urusan cinta. Tiba-tiba berubah sikap bukan karena sudah tidak cinta lagi, dianggap membenci atau sudah menemukan yang lain. Mungkin seseorang itu menginginkan adanya perubahan, ingin berlanjut ke level yang lebih tinggi lagi alias menikah atau ada hal penting lainnya. Kalau ngomongin perasaan mah, lebih ribet lagi tuh dan lebih panjang ceritanya. Jadi, tidak perlu diomongin, jalani aja ... he he he.

Siapapun orang itu pastilah menginginkan hal yang terbaik dalam hidupnya dan tidak ada orang yang ingin kecewa ataupun terluka. Tapi cepat atau lambat, akan datang masa-masa kritis dalam kehidupan kita. Saat itulah kita menginginkan perubahan. Dan reaksi kita sedikit atau banyak akan menentukan kualitas kebahagiaan kita untuk ke depan. Sejak di awal hidup kita, setiap manusia sesungguhnya telah ditakdirkan untuk menjumpai masalah. Anggap saja kejadian tidak menyenangkan yang menimpa kita sebagai pengalaman hidup yang sangat berharga. Bila dilihat lebih cermat lagi, maka kita akan mendapati bahwa perubahan itu sesungguhnya adalah kesempatan untuk terus maju. Perubahan dalam hidup kita bisa memberi kita inspirasi. Tumbuhnya kepribadian kita adalah sebagai proses merespon perubahan secara positif dan men-transformasikannya menjadi sesuatu yang lebih berharga.

Kalaupun ada yang merasa saya banyak berubah, teman-teman saya juga sering nyindir-nyindir begitu, irit komen dan banyak emoticon. Ditawarin ini itu, kesana kesitu, memakai ini itu, banyak nolaknya. Nggak kok, saya tidak berubah, cintaku tak akan pernah berubah ... cie ... cie ... cie ... LoL. Saat ini saya hanya sedang memikirkan diri sendiri dan untuk kedepannya juga. Seandainya saya masih diberi umur panjang. Sekedar meringankan beban diri agar lebih enteng melangkah dan memperbaiki kekhilafan. Tidak pernah bermaksud menyinggung perasaan. Jadi ya, mohon maaf yang sebesar-besarnya, sedoyo kalepatan nyuwun pangapunten

Buat saya pribadi, hidup adalah sebuah perjalanan. Setiap hari, setiap jam, bahkan setiap detik kita-lah yang menentukan pilihan, kemana kita akan melangkah, mau ke kanan atau ke kiri. Memulai perubahan dari hal-hal yang kecil, karena suatu saat hal itu bisa menjadi perubahan yang sangat besar dalam hidup kita. Jangan takut untuk berubah dan selalu berdoa. Semoga ALLAH, SWT selalu melindungi kita semua . . . Aamiin.


Sunday, 2 October 2016

ABOUT THE HEART


Hati adalah cermin, tempat pahala dan dosa bertarung

~ BIMBO ~

Selama ini mungkin kita telah banyak bergumul dengan permasalahan seputar menggali rahasia logika, rasio dan kebenaran. Hal itu telah membuat kita lebih banyak menggunakan isi kepala walaupun sebagai manusia kita juga menyadari kalau kita sebenarnya memiliki apa yang disebut sebagai “ hati “.

Setiap insan pasti punya hati, salah satu organ tubuh manusia yang sangat penting. Berbicara tentang hati, secara kiasan, hati identik dengan keadaan perasaan seseorang, keadaan jiwa dari manusia. Secara fisik, hati punya nama beken, yaitu Liver. Liver memiliki banyak fungsi utama bagi tubuh manusia, seperti menyimpan mineral, vitamin dan menghasilkan cairan empedu yang mencerna lemak dan masih banyak lagi. Dalam bahasa Arab, hati adalah Qolb atau Qolbu. Istilah qolbu ini mirip dengan Heart dalam bahasa Inggris. Heart dapat bermakna sebagai jantung, dapat juga bermakna hati tapi bukan liver lho yaa. Jadi tidak sama antara penyakit liver, penyakit jantung dan penyakit hati … LoL. 

Hati yang dalam pengertian maknanya berarti keadaan perasaan dan jiwa seseorang yang bisa mengalami perubahan atau siklus. Perasaan suka, benci, bahagia, sedih dan lain sebagainya porosnya ada di otak lalu turun ke hati. Berbagai macam perasaan tersebut silih berganti mengisi hati seseorang. Hati kalau dikaitkan dalam istilah bahasa Arab adalah qolbu dengan kata kerja qolaba yang berarti terbalik. Wajarlah bila keadaan hati seseorang selalu berfluktuasi atau terbolak-balik. Kita tidak perlu heran melihat seseorang tersenyum namun setelah satu jam berikutnya menangis. Sehari bilang suka namun setelah seminggu bilang benci. Wahai Tuhan yang membolak-balikkan hati manusia, tetapkanlah hatiku padanya … jiiiaaahh … he he he.

Memang, hati memiliki pengaruh yang sangat kuat terhadap diri manusia karena dia ibarat penguasa dalam tubuh. Abu Hurairah mengatakan, hati ibarat raja sedangkan anggota badan ibarat pasukannya. Apabila buruk rajanya maka buruk pula pasukannya. Jadi kalau hatinya buruk maka buruk pula diri manusia itu. Dan hati ini adalah sesuatu yang tidak bisa dilihat, diraba dan diterawang, kayak uang kertas aja nih … LoL. Tidak perlu heran kalau ada orang yang terlihat pendiam tapi ternyata pendendam, pendengki, berbuat baik ternyata ada maksud tertentu. Hanya si pemilik hati dan Sang Penciptanya-lah yang tahu, apa sesungguhnya yang ada di lubuk hati manusia. 

Seseorang tidak mudah untuk mengatakan bahwa dia adalah manusia paling pintar sebelum mengetahui ilmu tentang hati. Kebanyakan manusia sering tidak menyadari realitas dirinya sendiri. Ia memandang tubuh fisiknya sebagai esensi dari dirinya sendiri, menyombongkan isi otaknya dan terlalu mengagung-agungkan logika. Padahal logika ibarat suatu yang menciptakan beragam potongan puzzle dan hati-lah yang menyatukannya menjadi sebuah gambaran yang utuh. Tapi pengertian itu hanya bisa dimiliki oleh orang orang yang memiliki hati yang hidup. 

Sebentuk hati yang sehat jika berhadapan dengan fitnah, ujian, cobaan dan godaan apa pun, seperti harta, tahta, pria atau wanita, ia tidak akan bergeming, tergoda dan tetap tegar. Manusia yang selalu menjaga kesehatan hatinya, selalu merasa tenang, nyaman, tenteram dan mantap. Tidak ada keraguan, tidak ada ganjalan dan tidak ada kekhawatiran atau ketakutan bila terlihat oleh orang lain. Ketika hati nurani masih bersih dan dominan untuk mengajak seseorang melakukan banyak kebaikan maka hatinya hidup dan sehat. Namun bila sebaliknya, bilamana hati sudah tak merespon mana perbuatan buruk dan mana perbuatan baik, maka hati tersebut sakit dan bisa dibilang sudah keras karena tidak berfungsi sebagaimana diharapkan. 

Nah, ini nih, hati yang keras atau qasat qulubuhum. Hatinya sudah mati, tertutup, terkunci dan lain sebagainya. Atau kita bisa tafsirkan bahwa kata “ mati ” disini bukanlah meninggal dunia tapi artinya kiasan bagi hati yang tidak menjalankan fungsinya. Biasanya kalau hatinya sudah tertutup, mata dan telinga juga tertutup. Intinya, orang yang memiliki hati seperti itu tidak akan pernah bisa melihat kebenaran. Merasa pintar tapi tidak pintar merasa. Tidak mau mendengar, melihat, apalagi berbicara. Pada dasarnya, hati yang sakit adalah hati yang masih memiliki kehidupan, tapi dihinggapi penyakit. Dan pemilik hati seperti ini biasa mudah tertipu karena selalu menyembunyikan hatinya alias tidak mau melihat kebenaran dari orang lain. 

Susah ya, kalau bertemu dengan manusia seperti itu. Ibaratnya sebuah batu kalau terkena tetesan air lama-lama akan terkikis juga, tapi tidak dengan manusia berhati keras karena hatinya sudah tidak sehat. Sekedar mengingatkan diri sendiri kalau selama kita masih hidup, kita akan selalu membutuhkan orang lain. Memelihara kekerasan hati juga tidak ada manfaatnya bagi kita. Apa yang akan kita pakai nantinya hanyalah kain kafan dan rumah yang akan kita tempati adalah rumah tipe 21, 2x1 meter. Tapi selama kita masih bernapas, tugas kita adalah berikhtiar dan menjaga hubungan baik dengan sesama.  Yang lebih penting lagi agar selalu menjaga hati dan meluruskan niat. 

Selamat Tahun Baru 1438 Hijriyah. Semoga kita semua diberi umur yang barokah, ilmu yang bermanfaat dan bisa berhijrah ke kehidupan yang lebih baik lagi. Allahumma Aamiin.

Monday, 26 September 2016

BETRAYERS


Khianati …
Sebisa dirimu mengkhianati …

Anda pernah dikhianati ? Hmm … pengkhianatan, kata yang satu ini pasti sangat familiar sekali ditelinga kita ya. Pengkhianatan berasal dari kata khianat yang artinya menyimpang atau mengingkari dari kepercayaan yang diberikan kepadanya. Dan Betrayers alias si Penghianat adalah seseorang yang berubah posisi, yang semula merupakan orang yang baik, berubah menjadi tidak baik. Segala yang dilakukannya merupakan suatu hal yang membawa keuntungan bagi dirinya sendiri. Tapi cara-cara yang dilakukannya tidak dengan perbuatan yang terpuji, tidak sportif dan lebih banyak bermotivasikan kedengkian atau senang kalau melihat orang lain menderita.

Pengkhianatan ini bisa terjadi di mana saja, baik di lingkungan keluarga, bidang politik, bisnis, instansi pemerintah, kampus, sekolah, perkawinan, percintaan, sosial masyarakat dan memang bisa terjadi di mana saja. Penyebabnya pun banyak, karena adanya ketidakpuasan dengan kondisi saat itu, menginginkan imbalan, uang, jabatan, ketenaran dan keinginan-keinginan lainnya. Bisa juga karena dendam, sakit hati, kesombongan, iri, dengki dan lain-lain. Yang pasti, sikap berkhianat sebagian besar diakibatkan oleh sikap iri dan memang muncul dari kepribadian yang buruk dan tidak signifikan. Tidak mengherankan kalau ada seorang teman yang sepertinya luar biasa baik, ternyata menikam kita dari belakang.

Memang pedih rasanya dikhianati, sakitnya tuh disini … hiks. Sering menimbulkan pertanyaan, kenapa sih ? Salahnya apa ? Seseorang yang merasa telah melakukan semuanya dengan baik dan bersikap baik, namun masih ada saja orang atau teman yang tega mengkhianati dan mencuranginya. Perasaan seperti ini muncul pada hampir semua orang yang telah dikhianati. Hal ini dapat memicu pada niat untuk membalas dendam bagi mereka yang berpikiran sempit. Kalau saya sih, nggak banget yaakk, buang-buang energi gitu loh … LoL. Biar ALLAH, SWT aja yang membalasnya.

Padahal seseorang yang punya akal sehat, mestinya bisa membedakan mana yang baik dan mana yang salah. Tapi, ya itulah, namanya juga sifat manusia. Apapun menjadi halal kalau untuk dirinya sendiri. Ibaratnya, seorang pengkhianat itu sama saja dengan orang munafik. Tidak amanah dan kalau mendapat kepercayaan, dia dusta. Hanya ada satu sebab orang mengkhianati orang lain, karena dia telah dibutakan dengan sesuatu. Apakah itu buta karena mendapatkan iming-iming uang banyak, buta karena kegantengan atau kecantikan seseorang dan buta-buta yang lainnya. Hal ini menunjukkan integritas yang lemah dari orang pengkhianat. 

Orang di sekitarnya juga harus extra waspada dengan orang yang suka berkhianat ini. Pastilah, dimana saja setiap orang itu memerlukan kepercayaan orang lain terhadap dirinya. Seorang bisa saja mendapatkan keuntungan material melalui berbagai jenis pengkhianatan dan barangkali ia mampu menyembunyikan pengkhianatan dan kepalsuannya untuk waktu singkat. Tetapi, pada suatu waktu hal itu akan terungkap dan menyebabkan ia kehilangan kepercayaan. Ia juga akan menodai dirinya sendiri dengan tindakannya yang tidak terpuji. Logika sederhananya adalah jika seseorang mampu mengkhianati seorang teman, maka dia bisa mengkhianati siapa saja, termasuk dengan orang yang bersekutu dengannya. Maka dari itu, berhati-hatilah mengkhianati pengkhianat kalau tidak mau dikhianati …. He he he.

Saya pernah dikhianati ? Oh, jangan ditanya deh, sering … LoL. Tapi kalau menjadi pengkhianat, Naudzubillahi min dzalik, jangan sampai ya. Saya sendiri juga sering bingung kalau menghadapi para pengkhianat ini. Perasaan nih, jarang ketemu, tidak pernah berinteraksi, kok bisa-bisanya berbuat seperti itu. Dan orang-orang seperti itu tuh kayaknya urat malu-nya sudah putus, self confident-nya tinggi banget. Kalau melihat aksi-aksi dan tingkah mereka, rasanya sumpek banget …. Hhhh, gitu … he he he. Untungnya saya selalu mengikuti anjuran dokter saya, nggak boleh marah, nggak boleh jengkel dan jangan berbuat konyol. Please, tahan, tahan, tahan. Sebab kalau kadar hormon thyroid sampai melonjak naik, denyut jantung kenceng seperti lari marathon, bisa-bisa malah saya sendiri yang akan berakhir di ICCU. Pengalaman buruk tujuh tahun yang lalu. Oops, malah kok jadi OOT nih … LoL. 

Buat saya, mencium bau-bau pengkhianatan itu gampang banget. Bukan karena punya indera ke enam atau ilmu mistis lho yaa ( nggak banget, dah ), tapi karena saya memang membatasi obrolan dengan orang lain alias tidak pernah berbagi rahasia. Ngobrol sebatas yang umum-umum atau yang biasa-biasa aja kali. Mungkin banyak yang mengira kalau saya yang demen cuit-cuit, ngobrol dan ngrumpi ini adalah orang yang extrovert atau suka berbagi rahasia, padahal enggak tuh … he he he. Almarhum Nenek saya sedari saya kecil selalu mewanti-wanti agar jangan sekali-kali membagi rahasia, ide, impian ataupun keinginan dengan orang lain. Kalau kita membagi ide dengan orang lain, pastilah mereka akan mencuri ide kita itu. Pun kalau kita berbagi rahasia, pastilah mereka akan menggunakannya sebagai senjata untuk menyerang kita. Dengan membatasi obrolan, dengan sendirinya kita punya filter untuk diri kita sendiri. Dan kalau kita mendengar ada suatu kabar yang berhembus, otomatis kita tahu, siapa yang mem-blow up-nya. 

Jadi kalau ada orang yang bicara ini itu, ada yang merasa sok akrab dan tahu saya seribu persen, itu mah bullshit. Bisa-bisanya mereka aja yang ngarang cerita, soalnya kepengen imbalan yang gede kali yaa … LoL. Sepupu-sepupu saya aja kadang tidak tahu saya sedang ngerjain apa, pergi kemana, sama siapa, apalagi orang lain. Ketahuan banget bohongnya tuh. Meskipun saya punya beberapa sosmed dan blog, tempat itu bukanlah sebuah diary atau tempat curhat tapi sebuah sarana untuk sharing, beramal dengan tulisan, seperti berbagi topik umum dan resep masakan. Tapi yang lebih utama lagi sebagai self reminder bagi saya pribadi.

Jujur, saya lebih suka berbagi hal-hal yang positif tentang kehidupan, sesuatu yang bermanfaat, hal-hal yang lucu dan sesuatu yang tidak merendahkan orang lain. Jadi kalau melihat ada orang yang cablak, suka menyindir, nyinyir, merasa pintar, merasa paling berakhlak baik tapi suka keji mulut, nuwun sewu … langsung saya cut atau unfollow, meskipun itu teman saya sendiri. Manusia-manusia beracun seperti itu tidak akan membawa kebaikan bagi kita. Pun dengan kehidupan nyata, meskipun sering bertemu dengan para pengkhianat tapi tetap baik dan mengulurkan tangan untuk menjaga silaturrahmi. Tapi ya sebatas itu yaakk, lempeng-lempeng aja dan tidak perlu berlebihan. Bergaul dengan orang yang suka berkhianat itu lebih banyak mudharatnya daripada manfaatnya. Prinsip truk gandeng nih, lebih baik jaga jarak kalau ingin selamat … he he he.

Jadi, stay cool aja kalau Anda dikhianati. Pahamilah bahwa segala sesuatu yang menimpa kita itu pasti ada hikmahnya. Dan hikmah itu bermacam-macam. Kita hanya bisa menangkapnya jika berpikiran jenih dan rasional. Tidak seorangpun dalam hidupnya yang tidak memiliki masalah, hampir dapat dipastikan semua orang memilikinya, ada yang merasakan masalahnya berat dan juga ada yang ringan. Kita ambil sebagai pelajaran dan sebagai bahan renungan untuk bisa lebih mengendalikan diri agar sekuat tenaga menjaga setiap amanah, karena ternyata dikhianati itu rasanya sungguh tidak enak, sakiiit banget. Jangan sampai kita juga ikut-ikutan menjadi pengkhianat. Kalau kita memiliki keyakinan yang kuat bahwa Allah itu maha membalas setiap amal perbuatan, jadi kenapa kita ikut campur atas urusan tersebut. Serahkan dan pasrahkan pada ALLAH, SWT. Just wait and see what will happen next.

Bagaimanapun hidup harus tetap berlanjut karena hidup tak menunggu kita dan kita juga tidak pernah tahu kapan waktu kita akan berakhir. Semoga ALLAH, SWT membukakan pintu hati kita agar mampu mengenali setiap makna yang terkandung dibalik semua musibah yang terjadi. Jangan biarkan hati kita terus menerus tertekan dengan masalah yang berlarut-larut, hingga tidak ada waktu untuk bisa mengoreksi diri. Semoga rahmat ALLAH, SWT selalu bersama kita … Aamiin Yaa Rabbal Alamin.


Thursday, 1 September 2016

KETIDAKPASTIAN


Dunia ini ibaratnya seperti roda yang berputar, kadang di atas kadang dibawah. Setiap manusia pasti mengalami sukses, gagal, bahagia dan kecewa, silih berganti. Seperti pagi, sore, siang, malam, panas dan dingin. Semua itu merupakan proses alam untuk menuju kepada kesempurnaan.

Kehidupan itu ternyata penuh dengan rangkaian pilihan dengan segala konsekuensi yang tidak pasti. Mengutip kata orang bijak, satu-satunya yang pasti di dunia ini adalah ketidakpastian. Kita boleh saja bisa mengumbar janji, meramal, merencanakan ini-itu, memprediksi dan memperkirakan segala sesuatu. Kita juga bisa melakukan upaya meminimalkan kemungkinan buruk dari sebuah peristiwa. Seberapapun keras kita berusaha, tidak ada yang bisa menjamin 100%, kita akan memperoleh hasil seperti apa yang kita inginkan. 

Ada saja manusia yang mencari kepastian dalam hidupnya, termasuk saya nih … he he he. Padahal yang namanya ketidakpastian itu bisa datang kapan saja. Entah itu dalam urusan jodoh, pekerjaan ataupun bisnis. Kita juga seringkali mendengar kata-kata, “ yang pasti-pasti aja-lah ”. Nah, ini, nih, yang pasti itu seperti apa ? Mungkin saat ini Anda merasa aman bekerja di suatu perusahaan, mendapatkan banyak keuntungan dalam bisnis, tapi siapa yang tahu besok-besoknya, siang atau sore nanti ? Semua kejadian diluar harapan ini bisa terjadi kapan saja. Padahal, kalau kita sadari, sebenarnya kepastian itu tidak bisa dideteksi, hanya Allah yang mengetahui apa yang akan terjadi esok hari. Mungkin inilah alasan kenapa hari esok penuh misteri.

Di sadari atau tidak, satu-satunya hal yang pasti adalah kematian. Seperti yang dijelaskan dalam Quran, setiap zat yang hidup, pasti akan mati. Cuma, kita tidak pernah mengetahui, kapan dan dimana saat itu akan datang. Mungkin, itulah alasan Tuhan menyembunyikan beberapa hal kepada manusia agar kebutuhan ketidakpastian tersebut bisa terpenuhi. Karena ketidakpastian ini melahirkan sikap hati-hati dalam bertindak.

Terkadang kita begitu takut terhadap apa yang akan terjadi di esok hari sebagai akibat dari apa yang kita lakukan hari ini, apa yang kita pilih dan putuskan hari ini atau apa yang telah kita alami sebelumnya. Padahal belum tentu semua yang kita bayangkan dan kita pikirkan akan menjadi kenyataan. Jika kita memahami bahwa kepastian itu sebenarnya tidak ada, satu hal yang perlu kita lakukan ialah mengantisipasi ketidakpastian tersebut.

Pasti-lah semua orang ingin bahagia dan lebih baik di hari esok. Tapi terkadang kita lupa kalau hari ini masih belum selesai untuk diperjuangkan. Lupa untuk fokus pada apa yang kita perjuangkan hari ini, lupa untuk berharap bahwa hari ini akan dilalui dengan baik. Terlalu memandang kedepan, mengulur waktu, menunda-nunda dengan alasan demi kebaikan untuk kedepannya. Sampai-sampai apa yang ada didepan mata, menjadi tidak berarti apa-apa. Padahal masa depan yang selalu didengungkan itu juga belum tentu datang.

Jelas ketidakpastian akan membuat diri kita merasa sangat tidak nyaman karena ketidakpastian itu seperti tiada batasnya dan tentunya, melelahkan. Bagi yang sudah merasa nyaman dalam kepastian, mereka bisa jadi merasa tidak puas dan mau keluar dari comfort zone, tapi begitu ia keluar dari zona kenyamanannya tersebut, kembali ia akan dihadapkan pada ketidakpastian yang membuat ia ragu. Salah satu sifat dasar manusia, tidak akan pernah puas terhadap apa yang dimiliki. 

Pengalaman pribadi nih, kalau ada orang yang mengatakan ini-itu atau berjanji akan sesuatu, biasanya cuma saya dengarkan dan tidak saya pikirkan karena belum pasti terjadi. Mungkin, bukan cuma saya aja kali ya, yang merasakan pedihnya ketidakpastian. Segala sesuatu yang tidak pasti itu memang sangat menyesakkan hati. Suka tidak suka harus kita terima dengan berbesar hati dan berlapang dada.

Tapi walau bagaimanapun juga hidup adalah sebuah perjuangan dan harapan. Meski syukur, ikhlas, tawakal dan sabar adalah kata-kata yang mudah diucapkan tapi susah untuk diamalkan. Terlalu banyak ketidakpastian juga berbahaya, karena itu manusia juga memerlukan yang namanya kepastian. Dan kepastian yang dimaksud disini adalah sebuah harapan. Tentu saja bukan sekedar berharap, tetapi berusaha, berdoa dan menyerahkan semua hasil kepada ALLAH, SWT. Betul, memang belum pasti, tetapi semuanya bisa saja terjadi. Pilihan-pilihan yang kita ambil kemarin dan hari ini boleh jadi memiliki pengaruh dimasa depan. Bila kata hati, nurani dan logika berjalan seirama, maka disitulah seorang harus menatap masa depan meskipun dengan segala konsekuensi yang belum pasti. Selagi kita masih ada waktu. Wallahu ‘alam bisshawab .... 


Just for self reminder ….


Tuesday, 9 August 2016

BE BRAVE


Keberanian sering kita artikan sebagai seseorang yang berani bertempur, melawan situasi rawan dan penuh bahaya. Tetapi, sebetulnya hal ini hanya sebagian kecil dari sebuah keberanian. Kebanyakan orang gagal paham kalau seorang pemberani itu adalah orang-orang yang tidak punya rasa takut akan apapun. Padahal semua manusia dimuka bumi ini pasti punya perasaan takut, walaupun cuma sedikit. 

Perasaan itu akan semakin berkembang karena kita merasa nyaman dengan ketakutan kita itu. Apalagi kalau orang-orang disekitar kita juga ikut mendukung dan bersimpati dengan ketakutan kita. Padahal secara tidak langsung itu adalah memberi support negatif pada kita. Kalau kita takut melakukan sesuatu yang baru, tentu sulit untuk segera memulainya, sehingga selalu saja ada ribuan alasan untuk terus menundanya.

Takut gagal, takut mati, takut kehilangan harta benda, takut menghadapi sesuatu hal, takut dengan seseorang, takut dengan hewan, takut dengan benda, takut dengan makhluk halus atau bahkan mungkin, takut jelek. Kalau tidak berlebihan sih tidak masalah karena rasa takut adalah perasaan normal yang dimiliki oleh semua orang. Yang jadi masalah kalau kita tidak bisa mengendalikan perasaan takut itu. Meskipun wajar untuk dirasakan semua orang, rasa takut yang berlebihan bukanlah hal yang baik. Jadi, jangan takut kalau di blog ini profil pics-nya kemarin berubah terlihat seperti nenek sihir atau vampir. Upload foto editan juga butuh keberanian … he he he.

Menurut saya nih, rasa takut itu seperti permainan dalam otak kita. Memang akan ada tekanan dari berbagai arah terutama dari diri kita sendiri. Ada banyak pergolakan batin, ada banyak keluhan dan banyak gejolak emosi yang menghimpit. Tapi itu adalah sebuah keniscayaan. Suatu jalan yang mau tidak mau terpaksa harus kita lalui kalau kita ingin mengendalikan rasa takut itu. Tidak mudah memang untuk keluar dari comfort zone tapi itulah yang harus kita lakukan, the show must go on

Saya sendiri juga punya rasa takut, berlebihan sih tapi tidak begitu terlihat karena tertutup oleh keberanian saya yang lain. Orang yang tidak kenal saya 24 jam tahunya saya adalah a brave girl, padahal tidak tuh … he he he. Dulu pernah saya tulis di blog ini juga, tapi ketakutan saya tidak hanya itu. Pada dasarnya sih sama, takut ketinggian. Kalau cuma manjat pohon atau naik ke atap sih, saya tidak takut. Tapi kalau sudah mengarah untuk naik lift atau naik pesawat, jangan tanya deh, pasti saya bakal mencari seribu alasan untuk menghindar. 

Ketakutan saya itu memudar karena mau tidak mau alias terpaksa melakukannya, dorongan dari orang-orang disekitar saya agar mau berubah. Dulu orangtua dan adik saya masih mau mengalah kalau pergi keluar kota saya maunya naik bus atau kereta. Alasan yang saya buat juga macam-macam, inilah itulah, pokoknya ngeles abis dah. Jadinya, ortu dan adik saya sudah melanglang buana, saya malah jaga rumah sendirian. Tapi dilain waktu saat saya pergi berdua aja dengan adik saya, dia nggak mau ngalah, keukeh harus naik pesawat. Awalnya masih lega karena berangkat mendapat tiket kereta eksekutif tambahan karena semua tiket sudah pada full booking. Tapi pulangnya nih, mau nggak mau, saya harus mengikuti apa maunya. Meski saya bisa menutupi dengan membolak-balik majalah, jangan tanya bagaimana perasaan saya saat pesawat take off, mual, deg-degan dan kalau tidak ingat malu dengan orang yang duduk disebelah saya, rasanya pengen teriak, turunkan aku …. turunkan aku … LoL. Bapak saya yang jemput di Bandara juga nggak kalah cemas tuh, tapi begitu melihat muka saya yang nggak pucat kayaknya lega gitu. Tante saya juga ikut-ikutan rempong, nelpon melulu. Keponakannya kelihatan ndeso banget gitu loh … he he he. Pun dengan naik lift, meskipun saya bisa menutupi ketakutan kalau ada teman atau orang yang sama-sama menggunakannya, tapi kalau ada alternatif lain seperti ada escalator, pasti saya milih yang terakhir ini. Gara-gara adik saya juga nih, saya jadi berani naik lift sendirian. Beberapa bulan yang lalu adik saya sempat dirawat di RS, mau tidak mau, saya mesti memakai lift kalau tidak ingin kaki saya gempor naik turun tangga karena kamarnya berada dilantai 4. Sengaja banget tuh kayaknya, konspirasi tingkat tinggi … LoL.

Satu hal yang saya ambil hikmah dari semua itu adalah rasa takut yang tidak teratasi pada akhirnya hanya akan menyusahkan diri kita sendiri. Orang-orang yang berada disekitar kita pun pasti juga akan terkena imbasnya. Dan keberanian yang sesungguhnya adalah ketika seseorang berani melihat kekurangan dirinya. Yang perlu kita ingat, untuk menjadi seorang pemberani, kita harus memilih untuk tidak melarikan diri, tidak membohongi diri sendiri ataupun menciptakan alasan-alasan yang tidak benar. Hanya Sang Pencipta aja yang harus kita takuti, yang lain mah lewat euy. Nggak takut lagi ... nggak takut lagi ...  he he he. Semoga ALLAH, SWT melimpahkan semua rahmat dan hidayah-Nya pada kita semua … Aamiin.