Friday, 5 February 2016

SOLO, THE SPIRIT OF JAVA

 

Kali ini saya akan menulis sedikit tentang Solo karena saya lahir di Solo dan leluhur saya asli dari sini. Memang sih masa kecil dan masa remaja saya tinggal di beberapa kota di Jawa, ngikutin orangtua on duties. Nikmat dan karunia ALLAH, SWT yang selalu saya syukuri karena bisa mengenal budaya, bahasa, adat dan makanannya. Makanya saya familiar banget dengan kota Jogja, Blora, Semarang, Pemalang, Tegal, Brebes dan Pekalongan. Tidak bakalan kesasar deh kalau pergi kesana, blusak-blusuk dan semua sudut sudah saya jelajahi. Yang setiap kota itu ada cerita dan kenangan tersendiri, kenangan konyol masa kecil maksudnya … he he he.

Meskipun Solo ada di dalam buku panduan kota yang harus dikunjungi oleh wisatawan, tidak sedikit yang “ gagal paham “ tentang Solo. Karena kota kecil, banyak yang mengira kalau Solo itu kuno, tidak punya fasilitas canggih dan tidak ada Mall. Soalnya, ada yang nulis kayak gitu tuh. Mungkin tidak pernah googling dan nonton TV kali yaa … he he he. Mentang-mentang ada pelarangan mendirikan Mall, dikiranya Solo tidak punya Mall. Cerdas dikit dong, yang bikin aturan siapa, yang melanggar juga siapa. Ada yang bilang ini itu, ngeluh ini itu, mahal banget dan lain-lain. Biasanya sih yang kayak gitu bermasalahnya sama si Abang-abang becak. Ada juga yang bilang, di Solo apa-apa mahal. Itu berarti anda adalah backpackers kikir yang gagal sebagai turis lokal … LoL. Karena biaya hidup di Solo itu paling murah bila dibandingkan dengan Jakarta ataupun kota besar lainnya. Di Solo bawa uang Rp.5000 bisa mendapatkan sepiring nasi dengan lauk plus teh manis hangat. Cuma nasib yang kurang beruntung aja kali yaa, kesasar di tempat mahal. Malu bertanya, ya jangan bertanya ... eh, sesat dijalan.

Solo adalah wilayah otonomi dengan status kotamadya di bawah provinsi Jawa Tengah. Dengan letak geografis diantara tiga gunung, Gunung Lawu, Gunung Merapi dan Gunung Merbabu. Ditambah Sungai Bengawan Solo yang mengalir di tepi kota membuat Solo menjadi menjadi pusat perdagangan dengan tanah yang subur. Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri dan Sragen termasuk wilayah eks Karesidenan Surakarta ( Residentie Soerakarta ). Jumlah penduduk kota Solo perbandingannya 96,06% yang berarti setiap 100 orang wanita terdapat 96 orang laki-laki. Ada sisa 4 bagi yang ingin mendua … he he he. Tingkat kepadatan penduduk di Surakarta adalah 11.370 jiwa/ km₂ ( angka kepadatan penduduk Jawa Tengah hanya 992 jiwa/km₂ ). Jika dibandingkan dengan kota lain di Indonesia, kota Surakarta merupakan kota terpadat di Jawa Tengah dan ke-8 terpadat di Indonesia. 

Surakarta Hadiningrat, kendati aslinya bernama Sala ( memakai huruf a ) namun dalam perkembangannya berubah dan lebih akrab disebut Solo ( pakai huruf o ). Ini terjadi terjadi karena kesalahan orang Belanda dalam menyebut nama kota ini karena memang lidah mereka tidak seluwes lidah orang Indonesia. Kata mbah Putri saya, ilaté ora iso bengkong alias lidahnya tidak bisa bengkok … LoL. Sejak saat itu tidak hanya orang asing saja, akan tetapi masyarakat Indonesia pun menyebut dengan Solo. Penyebutan ini terasa lebih mudah dilafalkan, dicerna dan memiliki makna yang khas dibanding nama resminya. 

Nama Surakarta Hadiningrat menjadi seperti kalah pamor dibanding Solo karena sikap sang pemberi nama, Sri Susuhunan Paku Buwono II. Surakarta Hadiningrat dianggap mencerminkan watak kekuasaan, kapitalis-kolonial, sementara Solo mencerminkan semangat kerakyatan ( mengakar sebagaimana asal namanya dari pohon Sala ) dan memberi keteduhan, ngayomi pada rakyat. Bagi orang Solo, persoalan nama tersebut bukanlah suatu masalah yang berarti. Persoalan itu hanya muncul dikalangan intelektual akademis saja. Biarin aja dah, mereka pada berdebat sendiri. Faktanya, di dunia usaha nama Solo lebih menjual dan lebih disukai. Selain itu, Solo juga memiliki beberapa julukan diantaranya Kota Batik, Kota Perdagangan, Kota Budaya, Kota Kuliner dan kota yang tak pernah tidur, The city never sleep alias Texas-nya Indonesia. 

Penduduk Surakarta biasa disebut Wong Solo dan istilah Putri Solo adalah sebutan khas bagi para gadis. Sejak dulu terkenal lemah lembut perangainya, bertutur kata halus dan menjunjung tinggi tata krama. Karena pengaruh dari Keraton Mangkunegaran dan Kasunanan, penduduk Solo rata-rata ramah dan bersikap layaknya priyayi, Tapi, jangan salah sangka, bertutur kata halus bukan berarti tidak galak dan tidak bisa teriak lho yaa … LoL. Karena itulah, tidak sedikit yang mengaku berasal dari Solo, padahal tidak. Maksudnya biar dikira keturunan bangsawan gitu loh. Biasanya nih, dari tutur kata dan perbuatannya sudah bisa ditebak, mana yang benar-benar priyayi dan mana yang abal-abal. Dengan adanya pengaruh dari dua kerajaan itu Kota Solo budaya Jawa-nya masih kental dan terjaga. Meskipun, sayangnya nih, sekarang sudah mulai tergerus kemajuan jaman. 

Selain dihuni oleh Suku Jawa, ada banyak pula penduduk beretnis Tionghoa, dan Arab yang tinggal di Solo. Perkampungan Arab menempati tiga wilayah yaitu Pasar Kliwon, Semanggi dan Kedung Lumbu. Sementara itu perkampungan Tionghoa banyak terfokus di wilayah Balong, Coyudan, dan Keprabon. Hal ini dapat dilihat dengan adanya bangunan-bangunan kelenteng dan tempat ibadah di wilayah itu. Karena semakin padat, banyak juga keturunan Arab dan Tionghoa yang menempati perkampungan lain. Selain Arab dan Tionghoa, ada juga keturunan India-Pakistan, juga warga asing dari Eropa. Tidak heran kalau di Solo banyak keturunan campuran Arab-Jawa, Cina-Jawa, Eropa-Jawa. Bahasa yang digunakan pun ada tiga, bahasa ibu ( asal ), bahasa Indonesia dan bahasa Jawa. Yang terakhir ini nih, yang sering bikin wisatawan lokal pada bengong karena bahasa Jawa mereka medok dan halus banget.

Kebanyakan warga Solo adalah pelaku bisnis di bidang kuliner, batik, barang antik, tehnologi informasi dan furnitur. Pusat bisnis kota Solo terletak di sepanjang Jalan Slamet Riyadi. Beberapa bank, hotel, pusat perbelanjaan, restoran internasional, hingga tujuan wisata dan hiburan terletak di sepanjang jalan protokol ini. Khusus pada hari minggu pagi, jalanan Slamet Riyadi ditutup bagi kendaraan bermotor karena digunakan sebagai ajang Solo Car Free Day dan juga ajang kuliner. Sentra kerajinan batik dan perdagangan batik ada di Laweyan dan Kauman. Pasar Klewer menjadi salah satu pusat perdagangan batik terbesar di Indonesia. Pusat batik lainnya ada di Beteng Trade Center ( BTC ) dan Pusat Grosir Solo ( PGS ). Bagi yang suka nge-Mall, dan hobi nonton di XXI, ada beberapa Mall modern seperti Solo Square, Solo Grand Mall ( SGM ), Solo Paragon dan Singosaren Plasa. Kalau ingin yang agak jauh ke pinggir kota, ada Hartono Mall dan The Park Mall. Dan satu lagi swalayan, yang menurut saya nih, harganya paling murah se-Indonesia, Luwes group ( Ratu Luwes, Sami Luwes, Luwes Sangkrah, Luwes Gading, Luwes Nusukan, Luwes Mojosongo, Luwes Palur ). 

Kalau soal kuliner, makanan 24 jam tersaji nonstop. Mulai dari makanan tradisional, western, fast food, sea food, Chinese food, middle-east food, semua ada. Tidak seperti di Jogja yang rata-rata taste-nya manis atau daerah Jawa Timur yang rata-rata asin, di Solo makanannya berada ditengah-tengah, tidak manis, tidak asin dan juga tidak pedas. Asal tahu aja, makanan di Solo itu mengenal pakem alias jam saji. Makanan yang keluar di siang atau pagi hari, tidak bakalan Anda temui di malam hari. Makanan yang biasa ditemui di pagi hari biasanya nasi liwet, soto kuali, bubur lemu, pecel ndeso, cabuk rambak, ketan bubuk juruh, lenjongan. Yang tersaji di tengah hari biasanya bakmi thoprak, selat solo, timlo, bakso, sup matahari, thenkleng, sate buntel, tongseng, sate kambing dan es puter tradisional. Kalau malam hari ada soto kuali dan nasi liwet juga, gudeg ceker, bakmi jawa, wedang dongo, wedang asle, wedang ronde, wedang kacang dan yang paling beken nih, HIK alias hidangan istimewa kampung. Kalau di daerah lain, HIK biasanya disebut angkringan. Dijaman Ibu saya, dulu HIK itu dipikul dan penjualnya keliling kampung, tapi sekarang tidak. Kebanyakan HIK sudah menetap di suatu tempat. Dan di Solo, disetiap sudut ada warung HIK. Tinggal pilih aja, mau yang dipinggir jalan atau HIK yang sudah bersolek seperti resto. Umumnya menyajikan berbagai makanan kampung seperti nasi kucing, nasi oseng, aneka sate tusuk, wedang jahe gepuk, wedang uwuh, teh oplosan, wedang susu jahe, kopi tubruk. Yang jelas jumlah makanan yang tersaji biasanya lebih dari 20 jenis.

Bagi yang doyan ngemil, banyak toko-toko kue yang menyajikan snack khas Solo dan tentunya tidak bakalan ditemui di daerah lain seperti roti kecik, roti pongge, serabi notosuman, intip goreng, pia balong, serundeng, brem dan ampyang. Umumnya took-toko kue di Solo adalah pemain lama alias sudah ada sejak jaman Kolonial Belanda dan masih tetap exist sampai sekarang. Sebut saja toko roti Orion yang terkenal dengan kue Mandarijn-nya, Roti Ganeps dengan roti kecik-nya, Primadona dengan kue bangket-nya, Merani dengan roti semir-nya. 

Mengenai transportasi dan penginapan di Solo, ada Internatioanal Airport, Stasiun Kereta Api dan Terminal Bis. Angkot, Batik Solo Trans ( BST ) dan Taksi juga banyak yang beroperasi. Untuk taksi, lebih cepat datang kalau kita tahu nomor panggilannya. Bukan karena armadanya sedikit, tapi banyak yang menggunakannya alias full booking. Hotel mulai dari bintang lima sampai homestay dengan tarif yang murah pada bertaburan, soal harganya, saya tidak tahu pasti karena saya bukan petugas pariwisata … he he he. Bisa di klik di internet dengan mudah dan tinggal pesan aja.

Begitulah sekelumit kisah tentang Solo. Masih banyak yang belum saya tulis, terutama tentang tradisi. Lain kali aja ya, capek nih tangannya … he he he. Semoga tulisan ini bermanfaat terutama bagi Mas, Mbak dan Adik-adik yang hobi travelling dan doyan makan. Bagi yang belum pernah datang ke Solo, monggo katuran pinarak … 




Thursday, 4 February 2016

FREAK & OVERACT


John, kau bagai gelombang
Kudiam kau datang
Kukejar kau hilang

John, kejamnya hatimu
Kudiam kau benci
Kusapa kau benci

Engkau seganas gelombang bila kuabaikan dirimu
Engkau menyakitkan hati bila kuharapkan dirimu

Penggalan lirik lagu jadul yang dinyanyikan Arie Koesmiran ini pasti tidak familiar ditelinga anak-anak jaman sekarang. Kalau di jaman ABG … Angkatan Babe Gue, ngetop banget tuh. Perilaku aneh bagi orang yang sedang dimabuk cinta. Gimana nggak aneh, katanya suka kok mengingkari, cinta tapi kok malah menghindar. Bahasa gaul-nya lebay … lebay … lebay, maunya opo seh … he he he. Tapi bisa dimaklumi juga karena biasanya orang yang sedang kasmaran tuh sering bertingkah aneh alias konyol, termasuk saya …. LoL.

Tapi kali ini, topik yang saya tulis bukan kisah saling kejar antara dua insan yang sedang dilanda cinta lho yaa, melainkan tingkah laku manusia yang saya anggap aneh dan berlebihan. Mungkin bukan saya aja, tapi juga bagi Anda semua. Seringkali kita menjumpai orang di sekitar kita entah itu teman, saudara, tetangga, pacar dan lain-lain, tiba-tiba bersikap aneh di depan kita. Kita mungkin merasakan situasi aneh tersebut tapi tidak mengerti kenapa ? Tiba-tiba marah, menghindar dan mendiamkan kita berabad-abad tanpa sebab. Sikap mereka terlihat berlebihan dan dramatis banget. Sekarang begini, besoknya begitu, besoknya lagi begono. Orang yang tuna wicara aja kepengen bisa ngomong, yang bisa ngomong malah membisu. Kalau ada sebabnya, misalnya pernah tersakiti atau tersinggung, mungkin orang lain menganggapnya wajar. Tapi kalau tidak, itu perilaku aneh atau ada gangguan kepribadian ?

Apa yang terlintas dalam pikiran anda jika mendengar kata “ gangguan kepribadian ” ? Mungkin sebagian dari anda menganggap bahwa gangguan kepribadian sama dengan gangguan jiwa alias gila. Nggak sama kok, tapi kalau sakit jiwa sih, kayaknya iya. Oops, just kidding … he he he. Gangguan kepribadian itu perilaku atau cara berhubungan dengan orang lain dengan kaku. Kekakuan itu-lah yang menghalangi mereka untuk menyesuaikan diri, mempersulit orang lain yang ingin berinteraksi dengan mereka. Terlalu berlebihan dalam bertindak dan mengambil sikap, terutama dalam mengatasi masalah. 

Dalam kehidupan sehari-hari, manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri. Yang namanya makhluk hidup, pasti saling membutuhkan satu sama lainnya. Simbiosis mutualisme antara manusia, hewan dan tumbuh-tumbuhan. Sebagai makhluk sosial, manusia harus ada keseimbangan antara Hablumminallah dan Hablumminannas. Sifat dan perilaku seseorang biasanya dipengaruhi oleh pola asuh dari orangtua, lingkungan dan sikap masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Perilaku setiap orang pastilah berbeda-beda, tidak ada yang sama. Bahkan dalam satu rumah, satu saudara kandung pun punya perilaku yang berbeda. 

Kita mungkin sering melihat banyak orang dengan atribut keagamaan, pendidikan yang tinggi atau juga berwajah rupawan. Tapi dalam kesehariannya berperilaku tidak menarik, misalnya sombong, mudah marah, suka berkata-kata kasar, suka mengumpat, menyindir, menghina dan suka mencela. Tampilan fisik yang rupawan tidak akan menarik jika tidak disertai dengan perilaku yang baik. Apalagi kalau mereka sering bermuka masam dan tidak pernah tersenyum, sekalinya mau bicara, nadanya menyakitkan hati, centha-centhe, nylekit banget …. Huuaaahhh. Orang jadi takut kalau bertemu dengan manusia seperti itu. 

Tentu, setiap orang pasti ingin mendapatkan kesan atau image yang baik karena itu adalah fitrah sebagai manusia. Ada dua sudut pandang mengenai diri manusia. Yang pertama adalah sudut pandang dari diri kita sendiri dan sudut pandang dari orang lain. Bagaimana orang lain memandang kita atau siapakah kita menurut pandangan orang lain. Masing-masing mempunyai penilaian tersendiri. Ada yang menganggap dirinya super baik dan ada juga yang menganggap bahwa dirinya paling benar. Tetapi kok tidak ada ya, yang menganggap bahwa dirinya sendiri itu aneh, sombong, angkuh, galak, bermulut tajam, suka mencela, kejam, sadis, ratu tega atau raja tega. Yang ada adalah orang lain yang memandang mereka seperti itu.

Bertingkah berlebihan bukan hanya berlaku bagi orang yang ceriwis, suka ketawa ngakak, suka bergosip tapi juga dalam sikap yang lain. Orang yang berperilaku aneh itu biasanya pendiam, introvert, narsis, tidak suka dikritik, tidak mudah percaya, suka meremehkan, selalu menjaga jarak dengan orang lain karena merasa dirinya yang paling hebat dan paling pintar. Umumnya mereka juga diam-diam gila pujian, tidak suka memperhatikan orang lain tapi selalu menuntut orang lain agar memperhatikan, mengerti dan memahami mereka. Dan biasanya nih, mereka juga seorang pendendam. Nah lo, yang terakhir ini nih, yang paling serem. 

Pepatah mengatakan “ Dengan siapa kamu berteman, seperti itulah adanya dirimu “. Dalam hal ini ketika seseorang bergaul dengan teman–temannya, maka dia pun akan melihat bagaimana perilaku teman–temannya itu. Langsung bisa terlihat kalau orang itu berperilaku wajar, buruk, baik atau berperilaku aneh apabila berkelompok. Seseorang bisa saja merubah atau bahkan berubah perilakunya karena faktor tersebut. Bisa jadi dia menemukan kecocokan dengan pertemanannya itu atau sebaliknya, merasa tidak ada kecocokan dengan mereka. Kalau bersama habitatnya mereka terbuka luar dalam, nerocos kiri kanan tapi kalau bukan dengan habitatnya, mereka menjadi orang yang irit bicara dan menjaga jarak. Sesama lebay dilarang saling mendahului … LoL.

Orang dengan perilaku yang wajar pasti jalan pikirannya sehat. Mampu berpikir dengan jelas, bisa menerima kritikan, tidak mudah su’udzon atau berprasangka jelek, mampu memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi dalam hidup, menikmati hubungan baik dengan teman-teman, rekan kerja, keluarga dan merasa nyaman secara spiritual serta membawa kebahagiaan bagi orang lain. Sehat mind, body and soul. Itu tidak berlaku bagi manusia dengan perilaku aneh, mereka susah sekali berinteraksi dengan orang lain. Perilaku mereka yang aneh pastinya akan susah diterima oleh kebanyakan orang. Kesan pertama sepertinya baik, karena mereka memberi label dirinya sendiri kalau mereka adalah orang yang super baik. Tapi lama kelamaan menjadi terlihat aneh dan berlebihan. Kalau mereka sudah mempercayai orang, biar itu maling atau rampok pun mereka percaya. Tapi sebaliknya, kalau sudah membenci orang, meskipun orang itu baiknya melebihi dermawan, mereka akan membenci sampai seakar-akarnya dan sedalam-dalamnya. Kata pak Ustadz, orang dengan perilaku seperti itu ibaratnya mata dan telinganya dikencingi setan. Wiiihh … ekstrem banget yaa ... Na’udzubillahi min dzalik.

Saya sendiri sering banget bertemu dengan manusia berperilaku aneh seperti itu. Sebenarnya sih sangat sepele masalahnya, hanya soal pesan alias sms. Saat kita mengirim sms atau email, meskipun tidak segera, pastilah ingin mendapat balasan dan bukan hanya di-read aja, apalagi kalau isi pesan itu penting. Manusia dengan perilaku aneh pasti akan ngelés kalau kita mengkonfirmasi mengapa dia tidak membalas. Dengan alasan sibuk-lah, tidak ada waktu, tidak tahu kalau ada pesan masuk, sms kita tidak terkirim, hp sedang dimatikan, inilah, itulah, seribu satu alasan selalu digunakan. Sekali, dua kali atau tiga kali kita mungkin bisa memaklumi, tapi kalau selalu seperti itu ? Orang yang masih punya otak waras dan punya perasaan pasti mengira kalau memang ada yang tidak beres dengan perilaku mereka. Apalagi bila kita tahu kalau mereka itu pengidap Autis, ituu manusia yang tidak bisa lepas dari handphone … LoL. Saat orang lain sibuk menyimak ceramah, mereka malah asyik sendiri dengan gadget-nya. Jadi, alasan mereka yang sibuk 360 jam itu terlihat mengada-ada dan berlebihan. Bagaimana tidak, handphone tidak pernah lepas dari tangan dan penglihatan kok bilangnya tidak tahu atau sibuk, dibaca tapi kok dibilang tidak terkirim, aneh kan ? Yang lebih lucu lagi kalau orang lain melakukan hal yang sama terhadap dirinya, mereka ngamuk-ngamuk tidak karuan. 

Secara pribadi, saya sih bisa memaklumi manusia dengan perilaku seperti itu. Di belahan dunia manapun tidak bakalan ada orang yang mempunyai sifat yang sama, meskipun perasaan saya agak gimana lah ... Baper dikit. Dipupus aja, mungkin bagi mereka kita bukan orang penting, bukan apa-apa, bukan siapa-siapa dan tidak selevel dengan mereka. Jadi mereka juga tidak perlu membalas atau mempedulikan pesan kita. Kalau soal diremehkan orang, saya sih sudah biasa. Sadar diri gitu loh, saya mah apa atuh … hiks. Hal-hal yang tidak bisa saya terima adalah kalau saya diberi amanah oleh orang lain untuk menyampaikan pesan itu, otomatis si pemberi amanah akan mengira kalau saya tidak menyampaikan pesannya. Jadinya kanan kiri, depan belakang, maju kena, mundur kena … Hadeehhh. 

Jujur, mungkin tidak sedikit orang yang menganggap saya manusia aneh, ngaku nih … he he he. Ada juga yang mengatakan kalau saya banyak tingkah, berlebihan, dramatis atau apalah. Yaah tidak apa-apa, saya terima dengan ikhlas kok, penilaian dan penghakiman mereka. Saya menyadari pasti ada yang merasa tersakiti, entah itu lewat kata-kata, tulisan atau perbuatan, sengaja atau tidak sengaja, terlihat atau tidak terlihat ( mohon ma’af lahir batin … ), meskipun saya mengemukakannya dengan jujur. Saya juga tahu kalau tidak semua orang itu bisa menerima kejujuran saya. Kalau saya memilih diam, bukan berarti sudah tidak peduli atau tidak mau bicara. Saya hanya tidak mau salah-salah ngomong lagi. Begini salah, begitu salah, karena pada akhirnya saya juga yang bakalan tersakiti. Atau mungkin saja saya benar-benar punya perilaku aneh, tapi nggak sakit jiwa lho yaa … LoL. Sebagai manusia, kita semua jauh dari kata kesempurnaan, banyak melakukan kebodohan dan sering khilaf. Kritikan dari orang lain saya anggap sebagai sarana untuk koreksi diri untuk perbaikan ke depannya.

Tidak bermaksud untuk menyinggung atau menghakimi orang lain. Self reminder untuk diri saya sendiri seandainya saya lupa. Semoga ALLAH, SWT selalu melimpahkan rahmat-Nya pada kita semua …. Aamiin. 
Sedoyo kalepatan nyuwun agenging pangapunten. 



Aku tidak sebaik yang kau katakan
Dan tidak seburuk yang kau kira

~ KAHLIL GIBRAN ~

Thursday, 21 January 2016

ACCEPTANCE



Rasa sakit di hati itu hanya ibarat kabut di pagi hari. 
Tunggulah matahari tiba, maka dia akan hilang bersama siraman lembut cahayanya. 

Rasa sakit di hati itu hanyalah ibarat kabut pagi. 
Tidak pernah mengubah hakikat indahnya pagi. 

Bahkan bagi yang senantiasa bersyukur, dia akan menari ( meski sambil menangis ) di tengah kabut. 

Dan itu sungguh tarian indah, tarian penerimaan. 

~ DARWIS TERE LIYE ~ 



Selama masih ada detak nafas kehidupan, setiap orang pasti dan akan menghadapi yang namanya musibah. Apapun itu bentuknya, besar ataupun kecil. Rasa sakit, kekecewaan, kehilangan, kegagalan, ditinggalkan atau jodoh yang tak kunjung datang …. Hiks. Dan keragaman bentuk musibah itulah yang akan membentuk kepribadian seseorang, terkait dengan bagaimana sikap orang itu dalam menerima setiap musibah yang menimpanya. 

Konon katanya nih, seseorang yang tengah menghadapi rintangan yang berat, terkadang hati kecilnya membisikkan agar berhenti, menyerah alias berputus asa. Dorongan hati kecil itu selanjutnya akan menjadi keinginan jiwa. Dan jika keinginan menyerah itu ditahan, ditekan dan tidak diikuti, maka tindakan ini merupakan bentuk dari hakikat penerimaan yang mendorongnya agar tetap melanjutkan usahanya walaupun harus menghadapi berbagai rintangan yang berat. Dia akan terus berproses untuk menjadi apa dan siapa pun yang dicita-citakannya dalam suka dan duka. Dengan berbagai cara ia akan terus mencari dalam bentuk kreativitas untuk selalu berbuat sesuatu, kapan dan di mana pun ia berada. 

Penerimaan disini dalam arti menerima dengan ikhlas apapun yang terjadi dalam kehidupan kita. Menerima bukan berarti pasrah begitu saja dan tidak melakukan apa-apa. Di kala sedang terhimpit kesulitan, kita bisa belajar bagaimana agar kita ”sekarang” bisa berbenah agar di masa mendatang bisa terhindar dari kesulitan dan bagaimana kita akan menghadapi setiap kesulitan jika hal itu terjadi lagi. Atau, bagaimana kita bersikap dengan sikap yang terbaik ketika musibah menjadi sesuatu yang tak terelakkan dalam kehidupan kita. 

Ada yang menanggapi sikap penerimaan kita secara negatif dan ada pula yang menanggapinya secara positif. Saya sendiri juga mengalaminya kok. Biasanya tanggapan negatif berasal dari orang-orang yang tidak mengenal kita secara langsung. Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depresi, dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik. Hidup ini penuh dengan keindahan dan pengharapan. Sudahlah, apapun opini mereka saya terima aja, sabar dan tawakal gitu loh. Istilah kerennya, whatever … terserahlah orang mau bilang apa … he he he. 

Ada banyak hal yang saya alami, diantaranya rasa sakit. Kalau rasa sakit yang lain tidak perlu saya ceritakan yaa, biar ALLAH, SWT aja yang tahu … LoL. Bagi sesama penderita Hipertiroid parah, pasti tahu rasa menyiksanya tuh seperti apa ? Apalagi kalau sedang kambuh, jangan tanya dah. Mulai dari tremor, kepanasan, kepala pusing seperti mabuk kapal laut, diare, mual, tulang-tulang sendi seperti ditarik-tarik, mata tidak tahan sinar, belum lagi hoak hoek karena napas menjadi berat. Duduk nggak kuat, jalan juga sempoyongan dan satu-satunya hiburan cuma tidur, itupun juga tidak nyenyak. Pokoknya nggak ada pilihannya sama sekali. 

Satu-satunya jalan yang saya lakukan adalah menerima, mungkin itu yang terbaik daripada mengeluh kesana-kemari. Bukan karena sok tegar atau apa gitu, sebagai salah satu bentuk kalau saya tidak menyerah begitu saja. Sebagai manusia biasa, jujur, saya juga banyak cengengnya, sering nangis kalau sendirian. Apalagi saat merasakan sakit yang luar biasa, orang lain malah menganggap saya ngeles dan hanya cari-cari alasan untuk menghindar atau ingin mendapatkan belas kasihan. Wah, nggak banget lah yaa. Padahal, saya kalau bilang sakit berarti sudah nggak kuat lagi tuh, Profesor yang merawat saya aja keder kalau saya sakit … LoL. 

Kita berhasil karena berikhtiar. Orang sakit pergi berobat, nelayan menebarkan jalanya, petani menanamkan benih, penulis mengisi pena-nya dengan tinta. Ini adalah prinsip sederhana tentang ikhtiar. Tak sebuah kata bisa tertulis dari pena yang kosong. Orang yang sakit tidak akan sembuh kalau tidak minum obat. Ikan tidak akan didapat kalau nelayan tidak menebarkan jala dan menunggunya. 

Bersyukur pada akhirnya akan menuntun kita untuk senantiasa menyingkirkan sisi negatif dari hidup. Orang lain mungkin berkata bahwa kita tidak realistis. Namun, bersyukur adalah sikap menerima kenyataan. Kalau sedang sakit, kehilangan sesuatu atau tertimpa musibah lainnya, terima aja dan jangan pernah menyangkalnya. Tak ada yang meringankan hidup selain sikap menerima. Semakin banyak kita bersyukur semakin banyak kita menerima. Semakin sering kita mengingkari, semakin berat beban yang kita jejalkan pada diri sendiri. Banyak orang terpaku pada penderitaan dan kegagalan lalu mengingkarinya. Padahal salah satu jalan untuk mengurangi rasa sakit adalah menerima kenyataan. 

Tulisan ini saya dedikasikan teman-teman dan saudara yang senasib seperjuangan, terutama untuk diri saya sendiri yang sering cengeng, mellow, agar tidak tergoda setan yang terkutuk … he he he. Tulisan pertama saya di tahun 2016, yang saya tulis dengan susah payah, sempat over pede karena kemarin saya tahan online lebih dari 1 jam. Dan sekarang 45 menit, punggung pegel linu, pusing, sudah mulai hoak-hoek lagi. Mungkin besok mesti berikhtiar lagi ke ahli Endokrinologi. 

Akhirul kalam, mohon maaf bila ada kesalahan tulis dan kekhilafan kata-kata. Semoga yang sedang kesakitan segera diberi kesembuhan oleh ALLAH, SWT dan kita semua selalu dilimpahi Rahmat, Taufik dan Hidayah-NYA … Aamiin Yaa Rabbal Alamin. 




Tuesday, 13 October 2015

The Meaning of Life



Mungkin, banyak orang yang sering berpikir dan bertanya, apa sih arti kehidupan ini? Kenapa sih kita harus hidup di dunia ini ? Untuk apa kita berdo’a ? Jika dicermati sedemikian rupa atas pertanyaan-pertanyaan itu, maka akan banyak sekali jawaban. Satu dengan lainnya bisa saja bertentangan, tidak sama atau bisa saja mirip. Jawaban tentu bergantung pada ilmu dan akhlak orang yang menjawabnya. Juga terletak pada nilai kemaslahatan dan manfaatnya. Jika kita menjalani dan memahami hidup dengan benar, dengan mudah bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti itu. 

Bagi sebagian orang kehidupan adalah uang dan kesenangan. Jadi setiap detik dalam kehidupannya digunakan untuk mencari uang dan bersenang-senang. Jika tidak ada uang, ia seperti kehilangan hidupnya. Ada pula yang menjawab bahwa kehidupan adalah kedudukan atau pangkat dan jabatan. Mereka yang menganggap bahwa dunia adalah titik akhir, sehingga terus mencari kesenangan dunia. Pertanyaan selanjutnya, apakah kita hidup hanya sekedar mencari makan, hidup sekedar untuk hidup, bekerja sekedar untuk bekerja, hanya mencari materi duniawi, uang yang banyak, kendaraan mewah, rumah bak istana dengan jumlah yang banyak dan pendamping yang rupawan ? Apakah hidup ini cukup dengan hanya memiliki nama dan pengakuan dari orang lain ? 

Wajar jika manusia suka kepada dunia, orang biasa, alim ataupun ulama, apalagi manusia seperti saya … he he he. Makan, minum, belajar, bekerja, istirahat, olahraga dan sebagainya. Semuanya adalah bagian dari kehidupan kita, sebuah ketentuan yang telah dikehendaki oleh Allah, SWT. Semuanya yang namanya manusia memandang indah wanita, pria, anak-anak, harta benda dan kekayaan yang melimpah. Menurut Buya Hamka nih, jika kita hidup sekedar untuk hidup, babi di hutan juga hidup, kalau bekerja sekedar bekerja, kera juga bekerja, Banyak orang yang secara materi berlimpah, memiliki jabatan tinggi, suami yang ganteng, istri yang cantik, seakan serba serasi dan terlihat seolah-olah hidupnya bahagia, tapi sebenarnya banyak diantara mereka yang hatinya kosong. Hmm … hanya sekedar pencitraan di depan orang lain kali yaa, dunia ini panggung sandiwara … LoL. Pada kenyataannya, suami kemana, istri kemana dan anak juga kemana. Semua harta yang mereka miliki seolah tak mampu membuat mereka bahagia dalam arti yang sesungguhnya. 

Arti kehidupan bagi penghuni kolong jembatan tentunya juga berbeda. Kayaknya mereka happy-happy aja tuh dengan cara hidup mereka. Bagi mereka arti kehidupan adalah ada tempat untuk berlindung dan makan ala kadarnya. Iyalah, gimana nggak happy, mereka tidak perlu membayar tagihan listrik, telepon, air minum dan pajak ini itu. Hanya satu yang bikin mereka nggak happy, petugas Satpol PP … LoL. Teman saya ada yang lebih aneh lagi, hidup baginya adalah kesempurnaan. Jadi, apa-apa dia maunya yang perfect dalam segala hal, terutama soal pendamping hidup. Sampai saat ini teman wanitanya selalu berganti-ganti terus sampai tak terhitung. Dia bosan lalu tinggalkan, bosan tinggalkan, begitu terus seolah tidak ada yang pantas semua. Dikatakan playboy atau penjahat wanita, dia tidak terima, lucu ya. Tapi kalau melihat yang seperti itu malah miris jadinya, kesannya jadi melecehkan seorang wanita. Apalagi usianya juga sudah berumur ( lebih tuaan dikit dari saya … he he he ), seharusnya dia sudah settle down dengan seseorang, jadi saya hanya bisa mendo’akan, semoga umurnya cukup dalam pencariannya itu. Tobat nasuha, Bro … LoL.

Saya sendiri kalau ditanya tentang arti kehidupan pasti akan saya jawab, Life is a journey. Kalau ada yang ngeyel, where’s the map ? Peta-nya sudah ada kok, tinggal menunggu petunjuknya aja … he he he. Karena sudah sering mendapatkan “ perhatian “ dari ALLAH, dengan berbagai peristiwa, saya lebih suka menjalani hidup apa adanya, tidak ngoyo ataupun iri dengan kehidupan orang lain. Setiap manusia kan sudah ada suratannya masing-masing. Tapi kalau ada orang yang iri, dengki atau jengkel dengan kehidupan saya ataupun merasa terganggu dengan eksistensi saya, silahkan aja, itu masalah Anda. Apapun pandangan Anda terhadap kehidupan saya, monggo kerso panjenengan … LoL. Semua yang terjadi pada kehidupan saya adalah takdir yang sudah ditentukan dan tidak mungkin saya bisa mengelak. Yang penting, saya terus belajar, banyak-banyak bersyukur, berusaha berbuat yang terbaik dan tahu ke mana arah tujuan saya. Kalau kita melakukan hal-hal yang baik, tentunya lingkungan di sekitar kita akan terkena dampak baiknya juga. 

Kecenderungan sifat manusia adalah tidak pernah puas, takabur dan riya’. Baru diberi sedikit kenikmatan aja sudah sombongnya minta ampun, sudah merasa diatas angin. Padahal sesuatu yang berhubungan dengan duniawi dalam sekejap bisa musnah bila ALLAH berkehendak, tanpa banyak bicara dan tanpa peringatan. Pun dengan kesehatan, mungkin sekarang kita dalam kondisi sehat segar bugar, namun tak tahu kapan akan jatuh sakit. Bisa saja saat ini berlimpah harta benda, tapi besok, siapa tahu harta itu bisa musnah. Tidak ada yang tahu seberapa lama hidup kita dan tidak ada yang pernah tahu, bagaimana nasib kita ke depannya.

Orang yang sudah tahu tujuan dia hidup dan untuk apa dia hidup, maka dia tidak akan pernah berfikir bahwa dia akan hidup selama-lamanya di dunia. Dia juga tidak mungkin berfikir untuk bisa hidup hanya dengan tangannya sendiri tanpa ada peran " tangan Tuhan " dan juga manusia yang lainnya sebagai makhluk sosial. Sekuat apapun kita, tetap akan membutuhkan orang lain dalam kehidupan kita. Memangnya kalau kita sakit parah, kita bisa menyetir sendiri, berobat ke rumah sakit ? Menggali kuburan kita sendiri saat sudah mati ? Kalau bisa malah gawat tuh, yang melayat pada ngacir semua … LoL. Kebanyakan orang juga seringkali lupa dan tidak mau mengoreksi diri sendiri. Lebih banyak melihat kesalahan orang lain tanpa bercermin terlebih dahulu. Merasa dirinya paling hebat, paling baik dan paling bijak. Seandainya terjadi sesuatu, mereka selalu mengeluh dan merasa menjadi orang yang terdzalimi. Padahal semua yang terjadi pada diri kita adalah akibat dari perbuatan kita sendiri, entah di masa lalu ataupun sekarang. 

Kalau saya melihat dan mengamati orang-orang yang saya temui, banyak sekali dari mereka yang terpuruk itu pada awalnya punya perasaan ujub, suka riya dan merasa jumawa dengan keberadaan dirinya. Bahkan pada saat terpuruk pun mereka tidak pernah mengoreksi diri, berkoar-koar pada semua orang kalau dia sudah didzalimi, disakiti dan dikhianati. Padahal kalau mau hitung-hitungan, justru mereka-lah dulunya yang sering mendzalimi orang. Baik dengan kata-kata dan perbuatan, disengaja ataupun tidak. Termasuk juga dalam hal mencari rezeki. Jarak antara yang halal dan yang haram hanya seutas benang, jika benang ditarik, sreeet … yang haram tiba-tiba dijadikan halal, sesuai dengan kepentingan dan kebutuhan mereka. Banyak sekali yang berucap syukur karena merasa mendapatkan limpahan nikmat …. Alhamdulillah Yaa Allah, saya mendapatkan banyak rejeki hari ini. Padahal nikmat yang dia dapatkan itu hasil dari perbuatan mereka yang tidak terpuji, bukan hasil dari kerja keras karena berikhtiar, misalnya melakukan sesuatu yang diharamkan, merampas, mengambil hak milik orang lain, menipu, melacurkan diri ( ma’af beribu ma’af ) …. Naudzubillahi min dzalik. Tapi bagi mereka yang “ merasa “ baru mendapatkan musibah, limpahan nikmat itu dianggap sebagai barokah. Jujur, hal-hal seperti itu terlihat aneh dan terkadang membuat saya ingin tertawa, mungkin bagi Anda juga kali yaa. Sepertinya kok ada yang error gitu loh … he he he. 

Kalau kita mau berpikir lebih jauh lagi, terkadang limpahan nikmat yang bertubi-tubi itu mungkin saja ujian dari Allah, SWT yang sesungguhnya. Atau mungkin sebagai bentuk ketidak pedulin-Nya lagi pada kita, dikasih cobaan tapi malah semakin sombong dan kemaruk harta. Istilah jawanya, urip di ujo bondho terus-terusan. Mereka yang memahami arti hidup maka setiap gerak langkahnya dalam mengarungi kehidupan selalu berhati-hati dalam bertutur dan bertindak, apalagi kalau hal itu melibatkan orang lain. Lebih baik menunda sejenak dalam berbuat sebelum tahu persis apakah hal tersebut baik, buruk, terpuji, tercela, halal atau haram. 

Sebagai manusia yang beragama tentunya kita mempunyai sandaran hidup akan keyakinan kita terhadap Tuhan. Agar tegar dalam menghadapi setiap gejolak kehidupan. Kita bisa menemukan arti kehidupan sesungguhnya lewat agama yang kita anut. Dengan begitu kita akan sadar sejauh mana kita mengartikan kehidupan ini. Dan pada akhirnya tinggal kita sendiri yang menyimpulkan apa arti kehidupan ini ? untuk apa ? dan akan dibawa kemana arah kehidupan kita ? Mungkin setiap manusia boleh saja berbeda dalam mengartikan kehidupan, tetapi jangan pernah terjerumus kedalam arus kehidupan yang akan menyesatkan diri kita sendiri. Wallaahu a’lam bissawab.

Hanya ingin mengucapkan SELAMAT TAHUN BARU 1437 HIJRIYAH, semoga ALLAH, SWT melimpahkan rahmat, taufik dan hidayah-Nya pada pada kita semua … Aamiin Yaa Rabbal Alamin. 


This is the beginning of a new day and new years 
What I do today is important
When tomorrow comes, this day will be gone forever
And I just want to be a better person 

Goodbye yesterday
Hello today
Welcome tomorrow …


~ SOLO, 1 MUHARRAM 1437 HIJRIYAH ~





Monday, 21 September 2015

HATERS


Suka mencari-cari kesalahan, komentarnya pedas, mengkritik dengan bahasa frontal, selalu berpikiran negatif, suka pamer, merasa dirinya paling benar, hebat, paling cantik, paling ganteng, suka kepo, pandai berkelit, kreatif dalam membuat isu, tidak pernah kehabisan akal untuk menjatuhkan orang lain, suka menertawakan orang, sangat memperhatikan kekurangan orang lain dalam hal apa pun dan orang lain selalu salah di matanya. Anda familiar dengan orang-orang yang memiliki karakteristik seperti itu ? Atau ada beberapa orang di sekitar Anda punya sifat seperti itu, entah itu teman atau saudara. Apa yang ada di benak Anda ketika melihat manusia seperti itu ? Manusia iri ? Dengki ? Orang iseng ? Atau kebun binatang berjalan ? Hmm … tidak lain dan tidak bukan, itulah yang dinamakan Having Aggression Towards Everyone Reaching Success alias Haters. 

Buat yang belum ngeh, haters itu bisa diartikan dengan " Pembenci " atau orang yang selalu tidak suka dengan segala perbuatan kita. Kalau di alam nyata, orang-orang seperti itu dikenal sebagai manusia yang punya sifat hasad alias suka iri dan dengki. Dengan orang yang sudah dikenal ataupun yang tidak dikenal. Dan orang yang punya sifat hasad ini biasanya juga suka menghasut. Haters di dunia maya lebih parah daripada manusia hasad. Lho, kok bisa sih ? Kalau kita dibenci karena sifat atau tingkah laku kita yang kurang pantas, itu mah wajar yaa. Tapi kalau kita sudah introspeksi diri dan merasa baik-baik saja, kan aneh juga, betul nggak ? Meskipun memang benar sebaik-baiknya kita menjadi manusia, tetap saja ada orang yang tidak suka, bahkan membenci kita. Maklum-lah namanya juga manusia, asalkan masih dalam batas kewajaran, mungkin orang lain masih bisa mentolerir. Bagi manusia normal, memang tingkah mereka memang super aneh dan melewati batas. Tapi bagi para haters sendiri, mereka menganggapnya wajar-wajar aja. Era demokrasi gitu loh, semua orang berhak mengeluarkan pendapat. Benar-benar membuat orang tepok jidat dan gedheg-gedheg … LoL. 

Internet saat ini memang penuh dengan hal-hal aneh dan ganjil, yang semakin ekstrem bermunculan selama beberapa tahun terakhir ini. Seiring dengan semakin berkembangnya tehnologi, banyaknya generasi muda yang meluangkan waktunya dengan internet dan semakin sedikit meluangkan waktu berinteraksi dengan orang di dunia nyata. Mulai dari kantor, sekolah, pasar, pinggir jalan dan angkutan umum, rata-rata pada memegang gadget semua. Dan tempat yang paling sering dibuka adalah situs-situs media sosial yang populer, seperti Facebook dan Twitter. Komentar-komentar bermunculan seperti terjadi perang kata-kata, debat kusir yang tak berkesudahan.

Cara manusia biar dikatakan gaul untuk cari perhatian dan eksis memang tidak pernah habis. Ironisnya, dari waktu ke waktu caranya juga semakin aneh. Mulai dari yang paling klasik yaitu pamer, tentunya pamer yang lebih halus dan kelihatan rendah hati, dengan sedikit menyitir ayat-ayat dari kitab suci … he he he. Tidak salah kok, berdakwah di media sosial dan mengajak orang kearah yang lebih baik. Malah sangat bagus tuh, Amar ma’ruf nahi munkar. Yang membuat kelihatan aneh adalah kalau mereka memang taat dalam beribadah, paham banget tentang agama, kenapa juga harus pakai menyindir orang per orang, menghakimi dan kesannya jadi nyinyir banget. Kalau pamer barang dagangan sih wajar aja, namanya juga orang jualan. Lha ini, pamer, nyindir dan nyinyir, seolah mereka sendiri yang berada di jalan yang benar, yang lain salah semua. Ini menurut analisa sotoy ane lho yaa … LoL.

Yang agak modern memakai cara dengan memposting status galau, agar diperhatikan. Tujuannya hanya satu, ingin ditanya. Yuups, pengen banget ditanya terutama tentang kehidupannya dan jawabannya bisa ditebak, pamer. Padahal kehidupannya jauh dari kenyataan yang sebenarnya alias not real. Tujuannya hanya untuk pencitraan, butuh pengakuan dari orang lain agar dianggap eksis, hebat, bijaksana, super dan sempurna. Sifat ini sebenarnya sudah kelihatan dari beberapa orang yang saya temukan di media sosial, tidak satu kata hati dan perbuatan. Perbedaan yang terlalu jauh antara realita dan dunia maya. Kalau manusia normal pastilah mereka meng-up date status dengan cara-cara yang normal juga. Entah itu dikomentari atau tidak, dikasih jempol atau tidak, mereka stay calm aja. Untuk takaran yang lebih ekstrim lagi, yang mabuk pamer dan yang gila hormat, biasanya antara pertanyaan atau jawabannya juga nggak nyambung, OOT alias out of topic. Kalau tidak ada yang kasih komen atau jempol, mereka jadi uring-uringan nggak jelas. Malah jadi kelihatan kualitas mereka yang sebenarnya, ngakunya sih sarjana, tapi gaya bicaranya kayak preman pasar ... Oops …. he he he. 

Secara logika nih, mana ada haters yang cantik semlohay atau ganteng, kaya, pinter, baik hati, sopan, bijaksana dan ahli agama. Yang ada manusia-manusia dengan kualitas itu malah banyak haters-nya tuh. Kebanyakan para haters tuh kehidupan yang sebenarnya jauuuh banget dari apa yang mereka pertontonkan di media sosial. Lebih banyak kekurangannya, entah itu dari segi materi, fisik dan caranya bersosialisasi. Bisa jadi, eksistensinya di dunia nyata dianggap sebelah mata alias diremehkan. Mulai dari teman, tetangga, suami, istri dan bahkan saudaranya sendiri. Prestasi yang dihasilkannya pun biasanya yang kategori biasa-biasa aja, jauh dari kata luar biasa. Dan hal seperti itu sudah membuat mereka melambung alias over confident, menganggap kalau dirinya-lah yang terhebat. Hasilnya, makhluk yang sebenarnya patut dikasihani ini merasa perlu menyerang semua orang yang hidupnya adem ayem, tentrem, damai, bahagia dan melakukan hal-hal yang positif.

Karena itulah haters rajin banget men-stalking akun-akun kita, men-cek siapa saja yang mention kita, mengamati display picture BB kita, dibandingkan dengan kawan-kawan biasa yang kita miliki. Dan bisa jadi pula, para haters kita lah orang-orang pertama yang tahu berita tentang diri kita, sangat update. Dan kalau ditanya kenapa, jawabannya pasti seperti ini, " Ya suka-suka gue dong mau benci, mau suka apa nggak ke orang, itu urusan gue !". Dari pernyataan itu sudah jelas banget betapa konyolnya dia. Dia bilang benci, tapi nggak mau bilang kenapa bencinya. Yuups ... tidak mau bilang alasannya karena dia malu atas kekonyolan sendiri, ketahuan kepo. Tapi kalau dipikir-pikir, mana ada Haters yang malu yaa. Rata-rata para Haters itu bermental badak, tahan cuaca kayak Aquaproof … LoL. Mereka mengalihkan pembicaraan, tujuannya untuk mencari celah keburukan dan menyerang kita, tapi tetap saja perilaku tersebut menunjukkan betapa mereka itu benar-benar miskin hati dan miskin perasaan. Kasihan deh lu … LoL.

Para Haters sebenarnya adalah orang-orang yang bersedih karena kehidupan mereka tidak seperti yang mereka harapkan, pembohong kelas teri yang berpura-pura sok aksi dan mereka percaya kalau bisa menghancurkan kesuksesan orang lain, barulah mereka akan merasa puas. Puas bisa menghina, mencaci maki dan menertawakan orang lain. Seseorang pengecut dan pecundang karena ia hanya bisa mencari keburukan dari orang lain. Kenapa tidak bercermin dan melihat dirinya sendiri. Tidak perlu bicara tentang kejelekan atau keburukan orang lain, apalagi di media sosial. Tidak perlu berlebihan juga dalam update status atau komentar. Percuma dan tidak berguna. Nobody's perfect, isn't it? 

Tuhan itu maha adil, setiap orang mempunyai kekurangan dan kelebihan. tapi jangan membuat kekurangan diri sendiri dengan menjadi seorang Haters yang hanya bisa nyinyir dengan kelebihan orang lain atau mengejek kekurangan orang lain. Mungkin sekarang masih bisa kepo, ketawa-ketiwi, mencaci dan menghina orang lain, besok-besok siapa yang tahu ? Allah, SWT adalah sutradara dan arsitek kehidupan manusia yang luar biasa, scene-scene kehidupan rancangan-Nya tidak seperti sinetron yang mudah ditebak. Skenario kehidupan rancangan Allah jelas menarik dan super hebat, selalu ada maksud-maksud tersembunyi yang tak pernah terbayangkan, entah itu kesenangan duniawi, banyak uang ataupun saat tertimpa musibah. Tidak ada yang kebetulan di dunia ini dan biasanya baru disadari setelah melewatinya. 

Saya sendiri juga sudah terlalu sering kok berhadapan dengan pasukan Haters, pasukan nasi bungkus dan siapapun itu entah apa nama bekennya, manusia kepo, nerd, troll, funboy … saking banyaknya sampai mumet, tapi saya cuek bebek ajaahh … LoL. Apapun itu, kata-kata haters tidak perlu dimasukkan hati. Jengkel sih memang iya tapi kalau sampai terpancing emosi, yang rugi kan kita sendiri. Kita jadi ikut menjadi penghuni kebun binatang. Pikir lebih dalam lagi, mana ada kebun binatang yang bersihnya kayak Masjid ? Itu berarti Anda turun level, dari tempat yang nyaman ke tempat dimana hukum rimba berlaku dan segala macam kotoran ada. Dan kalau Anda sudah sukses nyungsep ke kebun binatang, bakal ribet saat balik lagi ke masjid, perlu membersihkan diri, mandi dan luluran sampai bersih ... he he he. Itulah tujuan utama mereka, memancing Anda untuk turun level menjadi seperti mereka. Penghuni kebun binatang ! Amit-amit dah, na’udzubillah min dzalik … 

Nikmati apa yang udah Anda dapatkan, jangan menjadi pendusta nikmat. Biarkan para haters jalan di tempat, karena mereka selalu sibuk sendiri untuk “ mengurusi “ urusan orang lain, mereka kan bisanya hanya begitu-begitu ajjaahh. Justru karena mereka jeli dalam mencari-cari kekurangan kita yang mereka sampaikan kepada kita baik dengan cara menyindir ataupun frontal, kita bakal jadi lebih sadar, bagian mana dari diri kita yang harus dibenahi. Menyakitkan memang tapi anggap saja semua kritik pedas mereka adalah kritik yang membangun. Kita hanya perlu jengkel, nangis atau teriak-teriak dengan cara yang berkelas, tapi cukup sekali aja yaa. Bukankah setiap perbuatan, entah itu baik atau buruk selalu ada balasannya, betul nggak ? Biarlah Yang Maha Kuasa aja yang membalas perbuatan mereka. So, let it go … let it go …

Intinya, bila kita dibenci oleh sebab yang tidak berdasar karena setelah introspeksi kita menyadari sedang dalam upaya perbaikan diri, bukan sedang melakukan keburukan atau maksiat, maka keberadaan haters merupakan anugerah Allah agar dosa-dosa kita sedikit berkurang, anggap saja begitu … he he he. Nikmati kehidupan yang hanya sekali ini dengan menjadi pribadi yang selalu bersyukur dalam segala keadaan. Sebab syukur itu memancing anugerah dan rejeki yang lebih besar dari Allah, sedangkan keluhan memancing hambatan yang lebih besar lagi dan juga jauh dari Allah. Bersyukur saat mendapatkan kesenangan mah siapapun juga bisa, iya nggak ? Kalau kita bersyukur saat ada orang lain yang menghina dan menertawakan kita, selalu bisa stay cool dalam menghadapi segala pancingan haters, berarti Anda memang punya mental juara. Cool, calm, confident … LoL. 

Manusia yang normal biasanya sudah sibuk dengan urusannya sendiri. Produktif dalam kehidupan sehari-harinya, menghabiskan waktu secara berarti bersama teman-teman dan keluarga mereka. Memberi komentar, kritik, pendapat dengan santai dan lapang dada. Berbagi kebahagiaan di media sosial dengan wajar, tidak berlebihan dan tanpa ada unsur riya’. Mereka boleh jadi memberi sesuatu yang bermanfaat dalam informasi, berkomentar dan menanyakan pertanyaan yang cerdas. Mereka juga tidak " butuh " pengakuan ataupun pujian dari dunia maya. Meskipun jujur nih, semua orang pasti ada keinginan untuk dipuji dan diakui, tapi mereka lebih suka mendapatkannya dari orang-orang disekitarnya. Tidak perlu berkoar-koar agar seluruh dunia tahu, tindakan nyata-lah yang akan membuktikannya.

Jika Anda menemukan banyak sekali manusia seperti yang saya ulas diawal tadi di Internet, segera bercermin dan tersenyum karena Anda tergolong manusia normal, so am I, saya juga … LoL. Jika sekarang ada yang marah karena artikel ini, maka bisa jadi Anda adalah salah satu haters. Biasanya nih, haters tidak mau mengakui dirinya sebagai haters, malahan suka menunjuk orang lain sebagai haters. Satu jari menunjuk orang lain, tiga jari yang lainnya menunjuk pada dirinya sendiri. Itulah, Haters. By the way, dekat rumah saya ada keluarga yang bangga dikenal sebagai Hater. Bahkan sampai sekarang, sudah almarhum pun tetap menjadi Hater, istrinya juga dipanggil Bu Hater, lha wong namanya memang M. Hater, cuma nggak ada tambahan huruf S-nya … he he he.

Last but not least, Ajining sarira ana ing busana, ajining diri ana ing kedhaling lathi. Hormatilah dan hargailah orang lain agar Anda juga dihormati.  Haters gonna be hate .... 

Tuesday, 18 August 2015

FRIENDSHIP


Persahabatan bagai kepompong
Dapat berubah menjadi kupu-kupu …. 

Di jaman sekarang orang mudah sekali menjalin pertemanan, apalagi tekhnologi sekarang sudah semakin canggih. Hanya dengan sekali klik, kita bisa mendapatkan ribuan teman. Google, FB, Instagram … dan sebagainya. Eits … tunggu dulu, teman seperti apa yang dimaksud ? Terlebih lagi sahabat, tidak semudah itu, Guys. Sahabat dan teman itu berbeda. Itu juga bukan berarti kalau kita pilih-pilih teman. Semua orang bisa kita jadikan teman, entah itu di dunia nyata ataupun dunia maya, tapi tidak semua orang bisa menjadi sahabat. 

Persahabatan memang bukan hubungan yang bisa didapatkan secara instan dan cepat. Ada yang menjalin persahabatan hingga puluhan tahun lamanya. Faktor yang membentuk persahabatan diantaranya seperti kesamaan karakter, persepsi, hobi dan lain sebagainya yang terjalin secara intens dengan rentang waktu yang lama sehingga menghasilkan sebuah unsur yang sangat penting dari sebuah persahabatan, yaitu saling mempercayai, saling jujur, saling menjaga, saling menghormati dan saling menghargai satu sama lain.

Saya sendiri juga gampang sekali mendapatkan teman, dalam semenit bisa bercanda ha ha hi hi he he, hanya sebatas itu. Banyak sih, yang mengaku-ngaku sebagai teman dan mereka sok tahu banget, padahal sebenarnya tidak tahu apa-apa. Kalau ada info yang salah, bukan saya yang bohong tapi mereka yang palsu dan mengada-ada. SKSD gitu loh … sok kenal sok deket … he he he. Pada saat saya kuliah pun teman saya juga banyak, tapi “ my best friends “ hanya ada beberapa dan masih tetap awet sampai sekarang. Yang kelihatan sering runtang-runtung, ketawa-ketiwi itu belum tentu orang terdekat saya. Justru orang yang mengenal saya dengan baik malah jarang terlihat, tidak pernah exist alias tidak mengenal Facebook, Whatsapp, BBM dan sebagainya. Saya punya cara tersendiri untuk keep in touch dengan mereka. Sahabat punya arti lebih buat saya karena seorang sahabat akan selalu ada untuk kita dan mempunyai ikatan emosi dan batin yang kuat pada diri kita, akan tetapi seorang teman adalah orang yang hanya kita kenal dan tidak ada ikatan batin dan emosi yang sama. Buat saya, teman ya teman aja, tidak lebih. Kalau pacar sih, beda lagi … I adore, me amour …. cie … cie … LoL.

Seringkali ada orang yang mengaku sabagai teman, namun pada satu ketika ternyata dia diam-diam menginginkan dan melakukan sesuatu yang pada dasarnya tidak pernah terpikirkan oleh kita. Keberadaanya yang kita anggap sebagai teman, namun ternyata mereka tidak memiliki pengertian dan punya pemahaman yang berbeda akan arti pertemanan. Selama mereka mendapatkan keuntungan, mereka akan terus nempel pada kita, tapi begitu semua keinginannya tercapai, say goodbye alias ngacir. Hmm … memang susah ya, mencari seseorang yang benar-benar tulus dan bisa kita percaya. Sudah pasti yang kita rasakan adalah kekecewaan yang sangat dalam. Sakitnya tuh disini … hiks.

Tapi ada baiknya juga lho, kita mesti bersyukur karena ALLAH, SWT memberikan hati, nafsu dan pikiran agar manusia dapat memilah-milah hal yang dianggap baik dan buruk. Meskipun persahabatan tak selalu sejalan dan juga terkadang menjengkelkan namun itulah "bumbu-bumbu" yang membuat arti persahabatan menjadi semakin indah karena itu menandakan persahabatan sejati terus tumbuh. “ Don’t judge the book by its cover ”, tidak mudah kita menilai seseorang dari luarnya saja untuk melihat kebaikan dan ketulusan dalam sebuah pertemanan tetapi coba rasakan dan jangan hanya melihat dengan mata, tapi juga dengan hati supaya tidak salah memilih teman, apalagi sahabat. Semoga ALLAH, SWT selalu melindungi kita semua … Aamiin.


Sahabat sejatiku
Hilangkah dari ingatanmu
di hari kita saling berbagi
Dengan kotak sejuta mimpi
aku datang menghampirimu
Kuperlihat semua hartaku

Kita selalu berpendapat
Kita ini yang terhebat
Kesombongan di masa muda yang indah
Aku Raja kaupun Raja
Aku Hitam kaupun Hitam
Arti sobat lebih dari sekedar materi …

~ SOS ~






Friday, 31 July 2015

MBA ... Married By Arrangement

Apa sih yang kau tunggu
Apa sih yang kau mau
Langsung saja
Coba katakan ya
Coba katakan ya
Coba katakan kau setuju ...

Pernikahan adalah sebuah hal yang sakral, yang menjadi awal dari sebuah hubungan yang berlangsung seumur hidup. Namun saat ini banyak kasus di mana pernikahan digunakan sebagai alat, baik untuk menaikkan status sosial, ekonomi, menyenangkan pihak-pihak tertentu, bahkan demi kepentingan politik dan bisnis. Married by arrangement, pernikahan yang sudah diatur atau perjodohan, istilah bekennya lagi “ Arranged Marriage “. Topik paling menarik, bukan hanya di Indonesia saja, tapi di seantero jagad. Dan semua orang tidak pernah bosan membicarakan, termasuk saya. Soalnya banyak nih yang sudah mendapat gelar MBA, tapi mudah-mudahan saya tidak … LoL. 

“ What ? Dijodohin? Nggak salah nih ? Memangnya ane nggak bisa nyari sendiri ? Ane bukan Siti Nurbaya … Helloooo …”. Ya, kurang lebih inilah komentar saya saat masih kuliah … LoL. Dulu selain kuno, perjodohan juga saya dianggap sebagai salah satu pelanggaran terhadap hak seseorang dalam menemukan sendiri belahan jiwanya. Itu mah dulu, biasalah, komentar cewek berumur 20-an. Kalau sekarang lain lagi, karena sudah tua jadi lebih open minded. Tidak pro dan juga kontra … he he he. 

Sebenarnya, saya sudah tidak heran lagi dengan yang namanya perjodohan, rata-rata saudara sepupu saya menikah karena dijodohkan. Memang sih, kelihatannya baik-baik dan rukun-rukun aja sampai sekarang. Tidak selamanya dijodohkan itu buruk dan perjodohan juga bukan berarti orangtua tidak percaya kalau kita bisa mencari pasangan secara mandiri. Sebenarnya tidak ada salahnya jika memilih untuk menikah melalui jodoh yang dicarikan orang tua atau keluarga dekat kita. Kalau saya sih lebih sering berkelit, bukan apa-apa cuma persoalan hati aja. Karena hati tidak pernah bisa berbohong … Jiiaahh. Sehingga, apapun resikonya saya sendiri yang akan menghadapi.

Yang menjadi masalah utama dalam perjodohan itu umumnya adalah tujuan dan bagaimana cara menjodohkan. Jika fokus utama menjodohkan adalah untuk kebahagiaan kita, it’s okay-lah tidak ada masalah tapi apabila ada motif lain, misalnya karena harta dan tahta alias kekayaan atau status sosial, nggak banget dah. Perlu diingat, hormat dan patuh pada orangtua atau kerabat yang lebih tua, bukan berarti mengikuti semua kemauannya. Karena bagaimana pun setiap orang adalah pribadi mandiri yang berhak membuat keputusan sesuai dengan kemauannya sendiri. Dengan membuat keputusan sendiri, bukan berarti menjadikan kita sebagai anak durhaka. Jadi nggak ada cerita deh yang namanya main paksa. Meskipun banyak juga orang tua yang melakukan hal-hal seperti itu. Lagipula, cinta tidak bisa diukur dengan materi, kayak orang jualan aja, ya nggak ? 

Kadang berdasarkan ego tersebut, mereka jadi menutup mata dan telinga dari anaknya yang nggak mau dijodohin. Kalau cocok sih tidak apa-apa tapi kalau tidak cocok ? Itu bakalan menjadi malapetaka. Apalagi kalau memaksakan dicocok-cocokin, sudah pasti menjadi situasi yang sangat dilematis. It’s love disaster, membuat neraka untuk diri sendiri. 

Beruntung, saya mempunyai orangtua yang cukup moderat meski kadang-kadang sifat kolotnya keluar, tapi kalau urusan perasaan mereka memberi kebebasan penuh. Yang penting anak-anaknya happy, tidak salah pilih dan tetap berada di jalan yang lurus … he he he. Karena memilih pendamping adalah pilihan hidup bagi sang anak. Si anak-lah yang akan menjalani bahtera kehidupan. Justru keluarga dekat saya yang lainnya yang merasa jengah dengan ke-single-an saya dan adik saya. Menurut mereka, saya dan adik saya tidak ada alasan untuk menjadi jomblo … LoL. Makanya semua pada ribut menjodoh-jodohkan dengan si ini, si itu … pusing dah. 

Dan kali ini yang ketiban sampur adalah adik laki-laki saya. Karena sudah punya pilihan sendiri, adik saya sampai ngamuk-ngamuk saat mau dikenalkan dengan seorang gadis. Kalau saya yang digituin mah udah kebal, jadi nyantai aja … he he he. Yang tidak mengenakkan kalau yang menjodohkan itu berharap banyak alias harus jadi naik ke pelaminan. Masalah yang tadinya hanya sepele malah menjadi berkelanjutan, kriwikan dadi grojogan, bingung aja menghadapi hal seperti itu. Mestinya kan harus disadari kalau tidak semua orang mau menerima perjodohan. Yang belum menikah, belum tentu mereka tidak laku. Yang kelihatan masih single, belum tentu mereka tidak punya pilihan atau pasangan. Orang lain mah cuma melihat dari sisi luarnya aja, awalnya bermaksud baik mau mencarikan jodoh, pada akhirnya malah menjadi masalah. Kesannya jadi main paksa begitu. 

Memang sih, baik untuk seseorang belum tentu baik untuk kita. Banyak yang berpikir kalau masih single itu berarti pilih-pilih pasangan, mencari yang perfect atau punya standart yang tinggi. Padahal semuanya salah besar. Menemukan orang yang tepat tuh tidak semudah membalikkan telapak tangan, tidak seperti memilih kucing dalam karung. Saya dan adik saya punya tipe yang sama, mencari yang tidak neko-neko. Belum tentu yang cantik atau yang ganteng dan banyak duit itu disukai, kecuali bagi orang yang punya modus tertentu. Saya sendiri tidak mencari pangeran ganteng yang gagah dan gaul, saya hanya mencari “ A gentleman who really love me ”. Kalau cuma cinta abal-abal mah bertebaran. Karena sudah ketahuan, apapun yang mereka katakan hanyalah Lip Service dan tidak perlu ditanggapi. 

Menurut saya nih, perjodohan yang berdasarkan keterpaksaan membuat perjodohan begitu rapuh karena tak ada kecocokan yang dibangun di antara keduanya. Ikatan hubungan yang dibangun atas dasar cinta memang tidak menjadi jaminan akan langgeng apalagi bila hubungan tersebut berdiri tanpa dasar cinta sedikit pun, hal tersebut juga terancam lebih rapuh lagi. 

Jika ada yang mau menjodohkan, akan lebih baik dijajaki terlebih dahulu, jangan langsung iya,iya alias terima aja dan kemudian segera menikah. Karena menikah itu bukan lomba lari, siapa cepat, dia dapat. Bukannya menunda-nunda atau mengulur waktu tapi dilihat juga cocok atau tidak. Tidak apa berkenalan dulu dengan cara baik-baik, pernikahan itu masalah hati, harus cocok hati dan cocok pikiran. Fase ini penting untuk saling mengenal satu sama lain. Yang lebih penting lagi adalah niat baik dan kejujuran. Dalam arti, berniat untuk membina hubungan yang serius dan kedua belah pihak juga harus saling menyadari kalau dijodohkan, sehingga perlu dibicarakan secara intens, apakah perjodohan ini perlu diteruskan atau tidak. Jangan sampai mengambil keputusan untuk langsung menikah. Akan lebih baik meminta waktu untuk saling mengenal. Sehingga dalam proses saling mengenal, apabila tidak cocok, lebih baik hubungan diakhiri. Harus sama-sama legowo gitu loh … 

Memang sih, banyak yang memberikan argumen bahwa cinta dapat dibangun seiring waktu berjalan “ witing tresno jalaran seko kulino “. Nggak salah sih, cinta akan datang karena terbiasa. Tapi itu kan memerlukan proses dan kebesaran hati dari dua insan untuk saling menerima apa adanya. Namun persentase kemungkinan terbangunnya kecocokan, cinta atau tidak adalah fifty-fifty. Bisa jadi di tahap penjajakan itu keduanya akan jatuh hati, atau juga tidak. Pada umumnya, pasangan yang menikah karena cinta memiliki rasa cinta mereka sebagai salah faktor terbesar untuk menghadapi konflik-konflik pernikahan. Namun ketika tidak memilikinya, apa yang akan menjadi alasan terbesar untuk tetap setia pada pasangan ketika berbagai konflik berkelanjutan menghampiri ? Jika memang yang dijodohkan merasa nyambung pastinya mereka bisa saling mencintai, tetapi jika tidak ada kecocokan, ya susah untuk ke depannya. Hmm … memang enak, menjalani sebuah pernikahan di mana kemungkinannya adalah kita akan terjebak bersama seseorang yang tidak dicintai atau mencintai kita seumur hidup ? Alih-alih bahagia bersama pasangan yang dipilihkan, yang ada malah penderitaan batin berkepanjangan. 

Bukan berarti saya mengagung-agungkan cinta lho yaa. Seperti yang dikatakan sepupu saya, sometimes love just ain't enough, cinta saja tidak cukup. Perlu adanya kepercayaan, rasa nyaman, komunikasi, toleransi dan solidaritas yang tinggi dalam sebuah pernikahan dari kedua belah pihak. Bukan cuma salah satu aja, tapi keduanya harus sama-sama berjuang, mau menerima kelebihan dan kekurangan masing-masing dengan berbesar hati dan berlapang dada. 

Bagaimana pun tak bisa dipungkiri, kenyamanan dan rasa saling percaya menjadi alasan utama yang melandasi dua manusia tetap berkomitmen untuk berada dalam satu hubungan. Namun, kekakuan dan rasa sungkan yang ada pada pasangan hasil perjodohan seringkali membuat komunikasi yang lancar dan hangat sulit dilakukan. Biasanya sih kelihatan formal banget, kan jadinya malah aneh. Menjalin hubungan jarak jauh aja seringkali terjadi misunderstanding, apalagi yang baru saja saling kenal dan langsung menikah. 

Cuma kelebihannya dijodohkan nih, kalaupun tidak jadi, kita bisa segera move on. Perjodohan yang belum terlalu dalam tentu lebih mudah daripada move on dari hubungan bertahun-tahun yang dijalani atas pilihan sendiri, ngilunya sampai merasuki pembuluh darah, Cynn … he he he. Tapi hal ini sebaiknya tidak dijadikan alasan untuk templok sana-templok sini, mentang-mentang bisa move on secepat kilat.

Kelebihan dijodohkan yang lainnya, ada pria yang berani meminang secara resmi dan bertanggung jawab di depan orang tua, setidaknya itu sudah menunjukkan sisi gentleman-nya daripada pria yang bertahun-tahun mengencani kita tapi tidak kunjung mau berkomitmen serius. Karena sudah dari awal diniatkan perjodohan hanya satu arahnya, untuk bersama-sama naik ke pelaminan. 

Berjalannya sebuah hubungan memang tak selalu mulus. Tidak jarang seseorang dihadapkan dengan hubungan yang tidak jelas status dan tujuannya. Niat hati ingin mendapatkan pasangan sejati, kadang orang yang dicintai justru menggantungkan hubungan. Tidak bisa dipungkiri kalau kaum pria memang memiliki banyak kelebihan, bisa memilih karena banyak pilihan. Bunga yang ada digenggaman seorang pria biasanya tidak hanya sekuntum, tapi seikat. Sering memberi harapan, eh nggak tahunya tiba-tiba malah pergi dengan yang lain tanpa pesan ataupun alasan. Wanita cenderung lebih tersiksa dalam pacaran dan sering terjebak dengan perasaannya sendiri … gue banget nih … hiks. 

Kemungkinan terburuk yang saya ceritakan adalah salah satu kasus disekitar saya yang pernah terjadi akibat perjodohan, tapi tidak semua perjodohan akan berakhir buruk, sepupu-sepupu saya juga baik-baik aja sampai sekarang. Banyak juga pasangan dari perjodohan yang hidup bahagia selamanya … Live happily ever after. Jadi tidak perlu mengalami menghabiskan waktu untuk pacaran lama, tapi tidak kunjung dinikahin alias di PHP-in aja … nyesek nih, sedih … 

Jujur, sebagai seorang anak kita tak selamanya benar. Bila kita punya pilihan atau pendapat lain, bukan berarti kita tidak sayang atau tidak menghormati orang tua atau kerabat lain yang lebih tua. Kalau salah diingatkan, kalau benar ya dibenarkan, jangan disalah-salahin melulu. Terlepas dari baik-buruknya perjodohan, kembali lagi kalau jodoh, rejeki, umur itu di tangan Tuhan. 

Biarlah kita menjalani pengalaman hidup agar bisa mendewasakan diri. Mengambil hikmah dari pelajaran yang didapat. Seiring berjalannya waktu, setiap manusia akan menjadi tua dan dewasa, menjalani lika-liku kehidupan dari kegagalan, keberhasilan, patah hati, jatuh cinta dan sebagainya. Justru hal-hal seperti itulah yang membuat hidup kita lebih berwarna. 

Apapun yang memang sudah takdirnya, yang akan terjadi pasti akan terjadi. Yang bisa dilakukan hanyalah ikhlas dan menerima, enjoy ajjahh gitu. Itulah yang terbaik. Semoga informasi ini berguna, bagi Anda yang sedang menjalin hubungan ataupun akan dijodohkan dan menjadi self reminder untuk saya sendiri. Mau dibawa kemana hubungan kita … Ku tak akan terus jalani … tanpa ada ikatan pasti … antara kau dan aku … LoL. 

Semoga ALLAH, SWT selalu melimpahkan rahmat-Nya pada kita semua … Aamiin.